IEC 60331 Wire and Cable Fire Resistance Test and Hammer Test Machine

Pendahuluan
IEC 60331 Wire and Cable Fire Resistance Test and Hammer Test Machine adalah alat uji laboratorium yang dirancang untuk mengevaluasi ketahanan api (Fire Resistance) dan ketahanan terhadap benturan (Hammer Test) pada kabel listrik dan kabel komunikasi sesuai dengan standar internasional.
Kabel yang memiliki sifat flame retardant dan fire resistant merupakan kabel yang mampu mencegah atau memperlambat penyebaran api sehingga tetap dapat mempertahankan fungsi kelistrikannya selama terjadi kebakaran. Peralatan ini dirancang sesuai dengan persyaratan IEC 60331 serta memenuhi standar terbaru BS 6387:2013.
Sistem ini mengintegrasikan beberapa metode pengujian dalam satu unit sehingga pengguna tidak perlu menggunakan beberapa panel kontrol terpisah. Seluruh pengujian dapat dijalankan melalui satu sistem kontrol berbasis PLC dan layar sentuh (Touch Screen).
Pengguna dapat memilih berbagai metode pengujian melalui layar sentuh, sementara sistem Hammer Test mendukung penyalaan otomatis maupun penyalaan manual. Burner mampu menghasilkan suhu nyala api hingga lebih dari 950°C sesuai kebutuhan standar.
Standar
- IEC 60331-12
- IEC 60331-31
- IEC 60331-1
- BS 6387 (Opsional)
Fitur Utama
Fire Resistance Test
- Menggunakan burner gas propana tipe pita (Ribbon Burner) yang dilengkapi Venturi Mixer, dengan ukuran nozzle 500 mm × 15 mm.
- Burner memiliki tiga baris lubang pembakaran yang tersusun berselang-seling, dengan spesifikasi:
- Lebar burner: 15 mm
- Diameter lubang: 1,32 mm
- Jarak antar pusat lubang: 3,2 mm
- Pada kedua sisi burner terdapat lubang pemandu untuk menjaga kestabilan nyala api selama pengujian.
- Dilengkapi dua flow meter serta sistem pengatur tekanan gas impor.
- Laju aliran gas:
- Udara: 80 ± 5 L/menit
- Propana: 5 ± 0,25 L/menit
- Menggunakan termokopel tipe-K berdiameter 2 mm untuk pengukuran temperatur.
- Dudukan spesimen memiliki penjepit pada salah satu ujung untuk mengikat kabel, sementara ujung lainnya memungkinkan perpindahan panas sepanjang arah kabel.
- Spesimen kabel ditopang oleh dua cincin logam dengan jarak tengah sekitar 300 mm.
- Diameter dalam cincin penyangga adalah 150 mm, dengan diameter penampang cincin 10 ± 2 mm.
- Posisi burner ditempatkan minimal:
- 200 mm dari dasar ruang pembakaran.
- 300 mm dari dinding ruang pembakaran.
- Sumbu horizontal burner berada pada jarak 70 ± 10 mm dari bagian bawah kabel, sedangkan sumbu longitudinal burner berjarak sekitar 45 mm dari sumbu vertikal kabel.
- Dua termokopel tipe-K berdiameter 1,5 mm dipasang pada sisi kiri dan kanan burner sejauh 45 mm dari garis tengah burner untuk memastikan suhu nyala api mencapai:
- 750 ± 50°C
- Hingga 950°C sesuai standar BS 6387.
- Sistem memiliki deteksi hubungan singkat (Short Circuit Detection) yang secara otomatis membunyikan alarm dan mematikan sumber api apabila terjadi korsleting selama pengujian.
- Menggunakan PLC dan Touch Screen yang secara otomatis merekam dan menyimpan seluruh data pengujian.
- Arus sekering (Fuse Current) pada rangkaian spesimen sebesar 2 A.
- Tegangan pengujian dapat diatur dari 100 hingga 1000 VAC.
- Durasi pembakaran dapat diatur sesuai kebutuhan, dengan waktu standar yang direkomendasikan 90 menit.
- Ruang pembakaran berkapasitas 27 m³ tersedia sebagai opsi tambahan.


Hammer Test
- Struktur pengujian benturan menggunakan rangka stainless steel dengan kabinet berlapis cat tahan korosi.
- Sistem benturan digerakkan oleh motor independen.
- Menggunakan batang baja bulat dengan:
- Diameter 25 mm
- Panjang 600 mm
- Palu benturan bergerak bebas pada sudut 60°.
- Sistem motor menghasilkan benturan secara periodik sesuai interval yang telah ditentukan.
- Interval benturan dapat diatur:
- 10–999 detik
- Standar: 30 ± 2 detik setiap benturan.
- Total waktu pengujian dapat diatur dari 0 hingga 9999 detik.
- Menggunakan Ribbon Burner yang sama dengan sistem Fire Resistance Test.
- Rentang temperatur pengujian:
- 600–1000°C
- Kelas A: 650°C
- Kelas B: 750°C
- Kelas C dan D: 950°C
- Menggunakan termokopel dengan diameter kurang dari 2 mm untuk pengukuran suhu (berbagi dengan sistem Fire Resistance Test).
- Selama pengujian, setiap inti kabel dialiri arus sebesar 0,25 A sesuai persyaratan standar.








