BS EN 367 / ISO 9151 Protective Clothing Heat Transmission Tester

Pendahuluan
BS EN 367 / ISO 9151 Protective Clothing Heat Transmission Tester adalah alat uji laboratorium yang digunakan untuk mengevaluasi kemampuan perpindahan panas (Heat Transmission) pada pakaian pelindung terhadap paparan api secara langsung.
Standar ini memperkenalkan parameter Heat Transfer Index (HTI) sebagai pengganti istilah sebelumnya, seperti Thermal Protective Index (TPI), untuk menghindari kesalahpahaman dalam interpretasi hasil pengujian.
Nilai Heat Transfer Index (HTI) dihitung berdasarkan rata-rata waktu (dalam detik) yang dibutuhkan hingga terjadi kenaikan suhu sebesar 24 ± 0,2°C pada kalorimeter berbahan tembaga, dengan suhu awal 25 ± 5°C. Nilai HTI digunakan sebagai dasar untuk mengklasifikasikan kemampuan material dalam menghambat perpindahan panas, namun tidak dimaksudkan sebagai prediksi langsung terhadap lamanya perlindungan dalam kondisi penggunaan nyata.
Aplikasi
- Pengujian Pakaian Pelindung Keselamatan (Safety Protective Clothing)
- Industri Alat Pelindung Diri (APD)
- Laboratorium Pengujian Material Tahan Api
- Industri Pemadam Kebakaran
- Industri Minyak dan Gas
- Industri Metalurgi
Standar
ISO 9151
Protective Clothing Against Heat and Flame – Determination of Heat Transmission on Exposure to Flame
Metode pengujian untuk menentukan perpindahan panas pada pakaian pelindung akibat paparan nyala api.
BS EN 367
Protective Clothing – Protection Against Heat and Fire – Method for Determining Heat Transmission on Exposure to Flame
Metode pengujian perpindahan panas pada pakaian pelindung terhadap panas dan api.
Fitur
- Peralatan dirancang dan diproduksi sesuai dengan persyaratan BS EN 367 dan ISO 9151.
- Sistem terdiri dari:
- Burner
- Pelat penutup (Cover Sheet)
- Dudukan spesimen yang dilengkapi kalorimeter tembaga (Copper Calorimeter).
- Pelat penutup dan dudukan spesimen digerakkan menggunakan sistem pneumatik yang dikendalikan secara otomatis oleh perangkat lunak.
- Spesimen dipasang secara horizontal dan dipaparkan pada fluks panas sebesar 80 kW/m² yang dihasilkan oleh Meker Burner dari bagian bawah spesimen.
- Panas yang diteruskan melalui spesimen diukur menggunakan kalorimeter tembaga yang bersentuhan langsung dengan permukaan atas spesimen.
- Sistem mencatat waktu yang diperlukan hingga kalorimeter mengalami kenaikan suhu sebesar:
- 12°C
- 24°C
Seluruh hasil dicatat dalam satuan detik.
- Dilengkapi sistem pendingin kalorimeter sehingga waktu antar pengujian menjadi lebih singkat.
- Nilai Heat Transfer Index (HTI) dihitung secara otomatis berdasarkan rata-rata hasil dari tiga spesimen pengujian.
- Kalibrasi Heat Flux 80 kW/m² dilakukan secara otomatis oleh perangkat lunak sehingga menghasilkan pengujian yang lebih akurat dan konsisten.


Spesifikasi
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Dimensi | 500 × 500 × 500 mm |
| Berat | Sekitar 25 kg |
| Catu Daya | 230 Volt, 10 Ampere |
| Suhu Operasi | 25 ± 5°C |
| Kebutuhan Gas | Gas Propana dan Udara Bertekanan (Compressed Air) |






