III. Penggunaan
Gunakan jalur masukan daya khusus perusahaan, jalur keluaran arus tinggi khusus, jalur rangkaian sekunder, dan kabel pembumian (grounding). Pertama, setel pengatur tegangan ke posisi nol, lalu colokkan catu daya 220V. (Jika stopkontak jauh dari unit dan harus menggunakan panel daya, penampang kabel tidak boleh kurang dari 4,0 mm²; jika tidak, daya keluaran dapat terpengaruh.) Pada titik ini, indikator masukan hijau pada panel pengatur tegangan akan menyala, dan layar LCD unit utama akan menyala dengan menampilkan pesan: “Welcome to use the HZ-109S2 Primary Current Injection Tester.” Sistem kemudian akan masuk ke antarmuka pengguna.
Antarmuka pengguna seperti yang ditunjukkan:
Rasio Lilitan (Turn Ratio): 0,000/5
I1: 0,0A | I2: 0,000A | 360°
Atur kenop pengatur, dan indikator keluaran merah pada panel pengatur akan menyala secara bertahap. Terminal arus tinggi akan mengeluarkan arus, dan meteran arus primer akan menampilkan nilai arus keluaran. Pada titik ini, jika arus sekunder dimasukkan, nilai arus sekunder akan ditampilkan pada meteran, beserta fasa (yang menunjukkan polaritas) antara arus primer dan sekunder. Rasio lilitan transformator yang diuji (0,000/5) juga akan ditampilkan di layar. Setelah selesai digunakan, kembalikan pengatur ke posisi nol.
Packing List
The circuit is shown in the figure below. Input from X5 and X6 (AC 240V) flows through the main switch (KG), is adjusted by the voltage regulator (TY), amplified, and then outputs a large current via the current transformer from X1 and X4. The two parallel coils will output 2000A of current, with a maximum no-load voltage of 6V; the two series coils will output 1000A of current, with a maximum no-load voltage of 12V.
No. | Item | Qty |
1 | Main engine | 1 |
2 | Regulator | 1 |
3 | High current test line | 4 |
4 | Double core sheathed wire | 2 |
5 | Regulator connection cable (1 yellow 1 black) | 2 |
6 | Power line(1 red 1 black) | 2 |
7 | Ground lead | 2 |
8 | Small clip (1 red 2 black) | 3 |
9 | Insert(2 red 1 black) | 3 |