I. Karakteristik Performa
- Menggunakan panel material PVC yang estetis dan tahan lama.
- Dilengkapi sinkronisasi waktu operasional pengujian secara otomatis.
- Mampu mengenali kontak normal terbuka (normally open) dan normal tertutup (normally closed) secara otomatis.
- Mendukung penyambungan beberapa alat kalibrasi secara seri sekaligus guna meningkatkan efisiensi kerja.
- Menampilkan nilai uji arus primer dan sekunder secara langsung untuk memudahkan pemantauan dan pencatatan.
- Akurasi pengukuran tinggi mencapai level 0,5.
- Kapasitas daya besar, ukuran ringkas, serta kapasitas muatan yang kuat.
- Desain bodi kecil dan ringan (hanya 30% hingga 70% dari produk sejenis), sehingga sangat praktis dibawa untuk pengujian lapangan.
Aspek Operasional
- Setelah pengabelan selesai, lakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada kesalahan sambungan dan seluruh konektor terhubung dengan erat.
- Selama pengujian berlangsung, jika terjadi anomali seperti percikan api atau layar tidak menyala saat dihidupkan, segera matikan daya (power OFF) dan periksa kembali jalur kabel.
- Dalam pengabelan aktual, terminal keluaran arus wajib membentuk satu rangkaian tertutup (closed loop); jika tidak, instrumen tidak akan mengeluarkan arus.
- Perangkat dilengkapi kabel keluaran bawaan; pemilihan kabel tembaga eksternal harus disesuaikan dengan standar kapasitas $10\text{ A/mm}^2$ (konfigurasi standar mencakup dua jalur kabel uji sepanjang 3 meter).
- Kapasitas perangkat dirancang untuk kerja singkat selama maksimal 5 menit. Untuk pengujian batch / berulang, batasi durasi kerja di bawah 2,5 menit, lalu berikan jeda waktu 10 menit sebelum melanjutkan pengujian berikutnya. Untuk pengujian kenaikan suhu (30 menit hingga 24 jam), persiapan harus disesuaikan untuk operasional jangka panjang.
II. Fitur Teknis
1. Nama dan Klasifikasi
- Nama: HZ5372 High Current Generator.
- Grup Lingkungan: Termasuk dalam instrumen Grup III berdasarkan standar GB6587.1-86 “Prinsip Umum Pengujian Lingkungan untuk Instrumen Ukur Elektronik” (aman dioperasikan di lingkungan outdoor / lapangan).
2. Spesifikasi Teknis Utama
- Tegangan Masukan: AC 220V $\pm$10%
- Daya: 5 KVA
- Arus Keluaran:
- Mode Seri: AC 0 ~ 1000A
- Mode Paralel: AC 0 ~ 2000A(Dapat disesuaikan secara stepless, dilengkapi amperemeter tampilan digital pada panel)
- Tegangan Keluaran:$> 10\text{V}$
- Bentuk Gelombang Keluaran: Arus keluaran berupa gelombang sinus standar dengan riak mikro (tiny burrs), melampaui standar persyaratan sistem tenaga listrik. Koefisien riak kurang dari 0,3%.
- Akurasi Pengukuran: Menggunakan komponen kelas 0,2S (akurasi riil $\approx 0,3\%$). Setiap arus dapat disesuaikan dengan mulus dan kontinu, dengan akurasi di atas level 0,5. Tampilan arus dan tegangan menggunakan nilai efektif sejati (true RMS) dengan stabilitas dan akurasi tinggi.
- Mode Arus Keluaran:True RMS dapat disesuaikan secara kontinu.
- Stabilitas Arus: 0,2%
- Struktur: Terintegrasi (One)
- Metode Pengabelan: Sesuai kebutuhan
- Pengaturan Proteksi: Arus lebih (overcurrent) dan tegangan lebih (overvoltage)
III. Prinsip Kerja
- Sirkuit pengukuran instrumen mencakup sirkuit pengukuran arus (serta opsi penambahan sirkuit pengukuran tegangan jika diperlukan), yang memungkinkan ekspansi fungsi karakteristik volt-ampere.
- Lingkaran pengukuran arus terdiri dari micro-current zero-impedance CT, sirkuit penguat pemrogram (programmable amplifying circuit), dan sirkuit sampling.
- Sirkuit pengukuran tegangan terdiri dari sirkuit akuisisi sinyal isolasi PT, sirkuit penguat pemrogram, dan sirkuit sampling.
- Mikrokontroler 16-bit menggunakan metode akuisisi waktu nyata (real-time acquisition) digital komputer. Dengan mengukur amplitudo sinyal tegangan dan berdasarkan hubungan proporsional, nilai tegangan tinggi yang diukur dapat dihitung. Fungsi pewaktu otomatis dicapai dengan membandingkan amplitudo sinyal tegangan terukur dengan nilai yang telah disetel.
- Berdasarkan hubungan proporsional arus, arus keluaran perangkat dapat dihitung, dan fungsi proteksi arus lebih diaktifkan dengan membandingkan amplitudo sinyal arus/tegangan terukur terhadap nilai batas yang telah ditentukan.
IV.Panel Description

- 1.Voltage output (Keluaran Tegangan): Terminal atau port untuk mengeluarkan tegangan uji bantu (jika diperlukan untuk pengujian karakteristik tertentu).
- 2.Signal input (Masukan Sinyal): Jalur penerimaan sinyal umpan balik atau sensor eksternal ke unit pemrosesan internal.
- 3.Secondary current (Arus Sekunder): Terminal sambungan untuk pembacaan atau pengujian pada sisi sekunder transformator arus (CT).
- 4.Current display (Tampilan Arus): Layar digital (amperemeter) yang menunjukkan nilai arus primer atau sekunder secara real-time.
- 5. Time display (Tampilan Waktu): Layar digital yang menunjukkan durasi pengujian atau waktu kerja perangkat/timer proteksi.
- 6.Start (Tombol Mulai): Tombol tekan untuk memulai proses injeksi arus atau siklus pengujian.
- 7.Stop (Tombol Berhenti): Tombol tekan untuk menghentikan proses pengujian atau memutus keluaran arus secara manual.
- 8. Locking (Pengunci): Mekanisme penguncian parameter atau tombol kontrol agar tidak berubah secara tidak sengaja selama pengujian.
- 9.Power Input (Masukan Daya): Terminal atau soket untuk menghubungkan catu daya utama unit (AC 220V).
- 10.Normally open port (Port Kontak Normal Terbuka / NO): Terminal untuk mendeteksi status kontak Normally Open pada perangkat yang diuji (seperti relai atau pemutus arus).
- 11.Normally closed port (Port Kontak Normal Tertutup / NC): Terminal untuk mendeteksi status kontak Normally Closed pada perangkat yang diuji.
- 12.Current Regulation (Pengaturan Arus): Kenop atau tombol pengatur untuk menaikkan/menurunkan besar arus keluaran secara stepless (halus dan kontinu).
- 13.Power Switch (Sakelar Daya): Sakelar utama (ON/OFF) untuk menyalakan atau mematikan aliran listrik ke seluruh perangkat.
- 14.Grounding (Terminal Pembumian / Arde): Titik sambungan kabel grounding keselamatan untuk mencegah sengatan listrik dan gangguan elektromagnetik.
V. Transportasi dan Pemeliharaan
1. Transportasi
Standar Pengemasan: Produk wajib dikemas menggunakan peti kayu (wooden box) dengan lapisan peredam kejut berupa busa (foam) di dalam wadah kemasan.
Metode Pengiriman: Perangkat yang telah dikemas aman untuk diangkut melalui jalur darat, kereta api, maupun udara.
Perlindungan Transit: Tidak diperkenankan meletakkan unit pada kendaraan terbuka tanpa penutup selama pengiriman. Tempat penyimpanan gudang transit harus terlindung dari hujan, debu, dan potensi kerusakan mekanis.
2. Penyimpanan
Kondisi Ruangan: Instrumen harus disimpan di dalam ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik (ventilasi), bebas dari gas korosif, serta memiliki suhu lingkungan antara $-40\text{°C}$ hingga $60\text{°C}$ dengan kelembapan relatif tidak melebihi 82%.
Posisi Simpan: Unit tidak boleh diletakkan langsung bersentuhan dengan lantai atau menempel pada dinding.
3. Pencegahan Kelembapan (Moisture-proof)
Di wilayah atau musim yang lembap, apabila instrumen tidak digunakan dalam jangka waktu lama, unit wajib dihidupkan (turn on) sekali dalam sebulan selama kurang lebih dua jam guna menguapkan kelembapan serta melindungi komponen elektronik internal dari korosi.
4. Proteksi Paparan Sinar Matahari (Anti-exposure)
Saat instrumen dioperasikan di area luar ruangan (outdoor), upayakan untuk menghindari atau mengurangi paparan langsung sinar matahari pada layar tampilan (display screen), serta hindari penyimpanan unit di dalam gudang yang memiliki tingkat kelembapan ekstrem.
VI.Packing List
| No. | Item | Qty |
| 1 | NO/NC wires | 4 |
| 2 | NO/NC clamps | 4 |
| 3 | Secondary transformer wires | 2 |
| 4 | Secondary transformer clamps | 2 |
| 5 | Signal connection wires | 2 |
| 6 | Yellow-green-red-black connecting wires | 4 |
| 7 | Power supply wires | 3 |
| 8 | Grounding wires | 2 |
| 9 | Current wires | 4 |






