Setelah kelebihan tinggi sambungan las (weld reinforcement) pada silinder hidrolik diratakan, dilakukan inspeksi menggunakan Ultrasonic Flaw Detector dengan probe lurus kristal ganda (Twin Crystal Straight Probe). Sebelum proses pengujian dimulai, blok uji pembanding CS-3-1 (CS-3-1 Comparison Test Block) digunakan untuk membuat kurva DAC (Distance Amplitude Correction) sebagai kurva referensi (baseline) dalam proses evaluasi cacat.
Selama inspeksi, setiap indikasi cacat dibandingkan dengan kurva DAC untuk menentukan ukuran ekuivalen cacat (defect equivalent size). Kriteria penerimaan yang digunakan adalah ekuivalen cacat ≤ φ2, yang menunjukkan bahwa ukuran cacat yang terdeteksi tidak boleh melebihi diameter ekuivalen 2 mm. Metode ini memastikan bahwa kualitas sambungan las memenuhi persyaratan inspeksi Non-Destructive Testing (NDT) dan aman digunakan pada silinder hidrolik yang bekerja di bawah tekanan tinggi.

Perlu dipahami bahwa kurva DAC (Distance Amplitude Correction) tidak hanya digunakan pada probe sudut (angle beam probe). Dalam aplikasi tertentu, seperti inspeksi sambungan las pada silinder hidrolik, Twin Crystal Straight Probe juga dapat digunakan untuk membuat kurva DAC (motherline) sebagai kurva referensi dalam proses evaluasi cacat.
Kurva DAC berfungsi sebagai acuan untuk membandingkan amplitudo sinyal pantulan (echo) dari indikasi cacat dengan reflektor standar pada test block. Dengan metode ini, operator dapat menentukan ukuran ekuivalen cacat (defect equivalent) secara lebih akurat sesuai dengan standar inspeksi yang berlaku.
Rekomendasi alat uji kategori Ultrasonic Flaw Detector: TUD500

Portable Ultrasonic Flaw Detector TUD500 adalah alat uji cacat ultrasonik portabel untuk mendeteksi cacat internal material secara cepat dan akurat. Dilengkapi layar VGA berwarna serta kemampuan inspeksi yang tinggi, TUD500 sangat cocok digunakan untuk aplikasi Non-Destructive Testing (NDT) dan Quality Control (QC) di berbagai sektor industri.
Kesimpulan
Inspeksi sambungan las silinder hidrolik menggunakan Ultrasonic Flaw Detector setelah proses perataan (weld leveling) merupakan metode Non-Destructive Testing (NDT) yang efektif untuk memastikan kualitas dan integritas sambungan las. Dengan menggunakan Twin Crystal Straight Probe serta kurva DAC (Distance Amplitude Correction) yang dibuat menggunakan CS-3-1 Comparison Test Block, operator dapat mengevaluasi ukuran ekuivalen cacat (defect equivalent) secara akurat dan memastikan bahwa hasil pengujian memenuhi kriteria penerimaan, misalnya defect equivalent ≤ φ2.
Keberhasilan inspeksi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat, tetapi juga oleh pemilihan probe, test block, metode kalibrasi, dan teknik pengujian yang sesuai dengan karakteristik material dan standar inspeksi. Oleh karena itu, konsultasi dengan tenaga teknis yang berpengalaman sangat penting untuk menentukan konfigurasi pengujian yang tepat. Dengan prosedur inspeksi yang benar, perusahaan dapat meningkatkan kualitas produk, menjamin keselamatan operasi, serta mengurangi risiko kegagalan komponen pada aplikasi hidrolik bertekanan tinggi.

