Monitoring Nirkabel Masuk ke Bawah Tanah untuk Meningkatkan Keselamatan & Efisiensi

Tambang merupakan salah satu jenis proyek yang paling kompleks dan memiliki risiko tinggi dalam hal monitoring geoteknik dan struktural.

Kebutuhan monitoring di area pertambangan juga sangat beragam, mulai dari bendungan tailing, terowongan, infrastruktur, hingga tambang terbuka (open pit), yang sering kali tersebar di area yang sangat luas. Tambang juga umumnya berada di lokasi terpencil dan sulit dijangkau. Selain itu, mengirimkan data dari sensor bawah tanah ke permukaan masih menjadi tantangan yang terus dihadapi.

Teknologi monitoring tambang generasi lama mengandalkan kabel, bahkan hingga beberapa kilometer, untuk menghubungkan sensor dengan jaringan data logger. Data tersebut kemudian harus dikumpulkan secara manual atau dikirim melalui koneksi kabel menuju Gateway di permukaan.

“Sebagian besar tambang tidak memiliki konektivitas jaringan di bawah tanah,” ujar Shaun Ahern, Global Sales Director Ackcio, penyedia sistem akuisisi data nirkabel jarak jauh untuk industri. “Mereka selalu harus mencapai titik akhir, yaitu bukaan tambang, untuk terhubung ke Gateway dan mengirimkan data. Jika tidak, mereka harus mengirim pekerja ke bawah tanah untuk mengambil data.”

Namun, generasi baru teknologi nirkabel memungkinkan tambang melakukan monitoring pada area yang lebih dalam dengan cara yang lebih aman tanpa harus bergantung pada kabel. Teknologi ini mengatasi berbagai keterbatasan tradisional dalam pengumpulan data bawah tanah.

Berbeda dengan sistem manual lama yang hanya memberikan gambaran kondisi pada satu waktu tertentu, teknologi baru ini mampu menyediakan data yang lengkap, berkelanjutan, dan real-time.

“Industri pertambangan merupakan salah satu sektor yang progresif dalam mengadopsi berbagai teknologi digital dan nirkabel baru,” kata Shaun. “Keselamatan dan produktivitas merupakan prioritas utama bagi setiap tambang. Akses terhadap data membantu meningkatkan keduanya sekaligus menghindari potensi penghentian operasi atau kecelakaan yang dapat menimbulkan kerugian besar.”

Lebih Aman Berarti Lebih Produktif

Pada tahun 2021, Ramjack, mitra implementasi teknologi untuk industri pertambangan, berupaya mengotomatisasi pengambilan data untuk sebuah tambang emas dan tembaga bawah tanah di Eropa Timur.

Klien ingin mengurangi kebutuhan pekerja untuk masuk ke bawah tanah guna melakukan pengambilan data secara manual. Solusinya adalah mengotomatisasi transmisi data dari Multi-Point Borehole Extensometers (MPBX) ke jaringan Wi-Fi yang sudah tersedia di permukaan.

Apa tantangannya?

Sebagian besar solusi nirkabel menggunakan topologi star, di mana setiap sensor harus berkomunikasi secara langsung dengan Gateway di permukaan. Hal ini secara signifikan membatasi jarak transmisi data dari area bawah tanah.

Ramjack membutuhkan solusi yang dapat menjangkau area lebih jauh. Pada akhirnya, mereka memilih Ackcio untuk proyek tersebut dengan memasang Ackcio Analogue Nodes (BEAM-AN-S4) yang mengirimkan data secara nirkabel ke Ackcio Gateway (BEAM-GW).

“Ackcio mempermudah akses terhadap data real-time yang andal, yang sebelumnya terlalu sulit diperoleh baik dari sisi biaya maupun infrastruktur,” ujar Mike Jackson, President dan CEO Ramjack.

Menjangkau Lebih Jauh

Bagaimana Ackcio dapat mengirimkan data secara nirkabel dalam jarak jauh?

Jawabannya terletak pada sistem komunikasi mesh unik yang telah dipatenkan, yang dikembangkan melalui penelitian bertahun-tahun di bidang jaringan nirkabel.

Dalam kondisi ideal, Node Ackcio dapat mengirimkan data hingga 5 kilometer.

Selain itu, Ackcio Beam dapat melakukan hingga 12 “hop” antar-Node untuk mencapai Gateway.

“Artinya, kami dapat menjangkau area yang sangat dalam dan jauh,” jelas Shaun Ahern. “Sementara sistem lain terbatas pada satu jalur komunikasi menuju Gateway, kami menyediakan jalur transmisi data yang sangat mudah diperluas dan dapat menjangkau lebih jauh dibandingkan teknologi nirkabel lainnya.”

Sistem ini juga mudah dikembangkan mengikuti perluasan area operasi maupun kebutuhan monitoring tambang.

Lebih dari Sekadar Terowongan

Terowongan hanyalah salah satu bagian dari infrastruktur pertambangan yang membutuhkan monitoring. Bendungan tailing dan tambang terbuka juga perlu dipantau untuk mendeteksi tanda-tanda risiko atau potensi kegagalan.

Pemilik dan operator tambang juga menghadapi tekanan yang semakin besar untuk meningkatkan manajemen risiko guna memenuhi Global Industry Standard on Tailings Management (GISTM) dan berbagai regulasi lainnya.

Di Kalgoorlie Gold Processing Facility, Australia, monitoring manual terhadap bendungan tailing dinilai tidak ekonomis dan tidak praktis karena frekuensi pengambilan data yang rendah, lokasi bendungan yang terpencil, serta luas area proyek yang sangat besar.

Sekali lagi, Ackcio menjadi solusi yang sesuai.

Ackcio Node tidak membutuhkan kabel maupun catu daya eksternal. Konsumsi dayanya yang sangat rendah memungkinkan perangkat beroperasi menggunakan baterai yang sama selama bertahun-tahun.

Komunikasi dua arah (bidirectional communication) juga memungkinkan operator menyesuaikan frekuensi pengambilan data dari jarak jauh sesuai kebutuhan.

Pada sistem star, ketika terdapat hambatan atau interferensi antara Node dan Gateway, data dapat hilang atau hanya dapat diambil secara manual dari Node.

Sebaliknya, topologi mesh Ackcio menyediakan berbagai jalur transmisi data dari Node menuju Gateway, sehingga membantu memastikan data tetap tersedia bahkan dalam kondisi lokasi yang sulit dan terpencil.

Selain itu, Ackcio Beam bersifat product-agnostic, sehingga dapat diintegrasikan dengan berbagai jenis sensor dan platform perangkat lunak.

“Kami membuat sistem ini sesederhana mungkin,” ujar Shaun. “Sistem ini bersifat plug-and-play untuk seluruh personel yang bekerja di lapangan.”

Data Secara Real-Time

Selain mengurangi jumlah perjalanan pekerja ke area bawah tanah atau lokasi berisiko tinggi di area tambang, keselamatan dalam industri dengan tingkat risiko tinggi ini sangat bergantung pada ketersediaan data.

Salah satu cara terbaik untuk menjaga keselamatan pekerja dan aset adalah dengan menyediakan data sensor secara rutin dan real-time, sehingga operator mendapatkan gambaran terkini dan berkelanjutan mengenai kondisi yang sedang terjadi.

Operator tambang dapat dengan cepat mengidentifikasi dan menyelidiki data yang tidak normal serta merespons secara real-time terhadap potensi pergerakan berbahaya yang berkaitan dengan perpindahan atau deformasi, aktivitas air tanah, dan kondisi geoteknik lainnya.

“Kini operator memiliki pemahaman yang lebih lengkap mengenai pergerakan batuan di bawah tanah,” ujar Shaun.

Rekomendasi alat untuk Monitoring tambang bawah tanah: Ackcio Gateway BEAM-GW

Ackcio Gateway merupakan perangkat utama (master device) yang mengoordinasikan seluruh sistem akuisisi data Ackcio Beam.

Gateway menerima data sensor dari berbagai Node, kemudian meneruskannya ke platform perangkat lunak eksternal pilihan pengguna untuk menganalisis, mengelola, dan merekam data sensor. Gateway juga mendukung komunikasi dua arah, sehingga pengguna dapat mengirimkan pesan konfigurasi ke Node, seperti pembaruan frekuensi pengambilan sampel (sampling frequency), tanpa perlu mengakses Node secara langsung.

Kesimpulan

Monitoring tambang bawah tanah membutuhkan sistem yang mampu bekerja secara andal di lingkungan yang luas, kompleks, dan sulit dijangkau. Metode konvensional berbasis kabel dan pengambilan data secara manual tidak hanya membutuhkan biaya instalasi dan pemeliharaan yang tinggi, tetapi juga meningkatkan risiko bagi pekerja yang harus sering memasuki area bawah tanah.

Teknologi wireless mesh monitoring seperti Ackcio Beam menawarkan solusi yang lebih aman, fleksibel, dan efisien. Dengan komunikasi multi-hop, kemampuan self-healing, jangkauan yang luas, serta dukungan berbagai jenis sensor, data monitoring dapat dikirim secara real-time dari area bawah tanah yang sebelumnya sulit dijangkau. Sistem ini juga memungkinkan perubahan konfigurasi dan frekuensi pengambilan data dilakukan secara remote tanpa harus mengakses Node secara langsung.

Dengan mengurangi kebutuhan perjalanan pekerja ke area berisiko sekaligus menyediakan data kondisi tambang secara berkelanjutan, Ackcio Beam membantu meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, dan pengambilan keputusan berbasis data. Teknologi monitoring nirkabel ini menjadi pilihan yang semakin relevan untuk pertambangan modern yang membutuhkan sistem monitoring geoteknik yang andal, scalable, dan siap digunakan pada kondisi lingkungan yang menantang.

No Telp / WhatsApp : 0812 1248 2471
Email : rusditeknikindo@gmail.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja