Selama lebih dari 25 tahun, produsen otomotif dan bengkel collision repair telah menggunakan PosiTector 200 untuk mengukur ketebalan cat yang diaplikasikan pada berbagai komponen plastik interior maupun eksterior kendaraan. Sebelumnya, pengukuran ini terutama dilakukan untuk memastikan ketebalan coating memenuhi spesifikasi. Namun, seiring berkembangnya teknologi keselamatan kendaraan, akurasi pengukuran kini memiliki tujuan yang jauh lebih penting.
Dengan pesatnya perkembangan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), kemampuan untuk mengukur ketebalan cat secara akurat pada bumper dan fascia plastik kendaraan menjadi semakin penting. Ketebalan topcoat yang berada di luar spesifikasi produsen dapat memengaruhi kemampuan sensor ADAS untuk bekerja dengan baik dan pada akhirnya dapat mengurangi keselamatan penumpang kendaraan.
Artikel ini membahas pentingnya pengukuran ketebalan cat yang akurat untuk memenuhi persyaratan terbaru dalam proses refinishing bumper dan fascia kendaraan, dengan menggunakan PosiTector 200 dari DeFelsko.
Latar Belakang
Produsen otomotif terus mengembangkan dan mengintegrasikan berbagai teknologi canggih untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang kendaraan. Salah satu teknologi yang semakin banyak diterapkan sebagai fitur standar pada kendaraan baru adalah Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) atau sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut.
ADAS menggunakan berbagai sensor dan sistem elektronik untuk membantu pengemudi mendeteksi potensi bahaya, menjaga posisi kendaraan, serta mengurangi risiko kecelakaan. Beberapa teknologi ADAS yang umum digunakan meliputi:
- Blind Spot Detection – mendeteksi kendaraan atau objek yang berada di area blind spot.
- Lane Departure Warning System – memberikan peringatan ketika kendaraan keluar dari jalur tanpa disengaja.
- Pedestrian Detection – mendeteksi keberadaan pejalan kaki di sekitar kendaraan.
- Integrated Brake Assist – membantu sistem pengereman ketika diperlukan.
- Adaptive Cruise Control – menyesuaikan kecepatan kendaraan berdasarkan kondisi lalu lintas di depan.
- Collision-Avoidance Braking System – membantu melakukan pengereman untuk mengurangi risiko tabrakan.

Perkembangan teknologi ini membuat sensor ADAS menjadi bagian penting dari sistem keselamatan kendaraan modern. Sensor tersebut umumnya ditempatkan pada berbagai area kendaraan, termasuk di balik atau di sekitar bumper dan fascia.
Pada tahun 2022, sistem collision-avoidance braking direncanakan menjadi perlengkapan standar pada kendaraan baru di Amerika Serikat. Hal ini merupakan bagian dari kesepakatan sukarela antara 20 produsen otomotif terbesar, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), dan Insurance Institute for Highway Safety (IIHS).
Kesepakatan tersebut mencakup sekitar 99% pasar otomotif Amerika Serikat. Kesepakatan serupa mengenai penerapan teknologi keselamatan kendaraan juga telah dikembangkan di pasar Eropa dan India.
Dengan semakin luasnya penggunaan ADAS, proses perbaikan dan refinishing bumper/fascia harus dilakukan dengan lebih hati-hati. Ketebalan cat yang tidak sesuai spesifikasi produsen berpotensi memengaruhi kinerja sensor ADAS, sehingga pengukuran ketebalan cat secara akurat menjadi bagian penting dalam quality control dan keselamatan kendaraan.

Sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) sering menggunakan sensor yang terintegrasi pada bumper dan fascia kendaraan untuk mendeteksi pergerakan serta jarak terhadap objek di sekitarnya. Namun, kemampuan sensor tersebut untuk bekerja secara optimal dapat terganggu apabila kekuatan sinyalnya terhambat oleh proses perbaikan atau lapisan cat yang diaplikasikan terlalu tebal.
Oleh karena itu, beberapa produsen otomotif telah menetapkan batasan khusus terhadap proses perbaikan bumper dan fascia yang dilengkapi ADAS. Sebagai contoh, General Motors (GM) membatasi pekerjaan perbaikan bumper/fascia yang dilengkapi ADAS pada proses paint refinishing.
Ketebalan cat harus memenuhi rekomendasi dari OEM (Original Equipment Manufacturer) dan tidak boleh melebihi batas yang ditetapkan. Sebagai contoh, General Motors menyatakan bahwa ketebalan cat pada bumper/fascia yang dilengkapi ADAS tidak boleh melebihi 13 mils atau sekitar 330 mikron (µm).
Lapisan cat yang terlalu tebal dapat mengurangi kemampuan sensor ADAS dalam mengirimkan dan menerima sinyal dengan baik, sehingga berpotensi memengaruhi kinerja sistem keselamatan kendaraan.
Oleh sebab itu, pengukuran dan pengendalian ketebalan cat secara akurat selama proses refinishing kini menjadi semakin penting bagi produsen otomotif, bengkel body repair, dan collision repair shops. Penggunaan alat ukur ketebalan coating yang tepat membantu memastikan hasil refinishing tetap berada dalam batas spesifikasi OEM sekaligus mendukung fungsi sistem ADAS dan keselamatan kendaraan.
Solusi DeFelsko
PosiTector 200 B Ultrasonic Coating Thickness Gage merupakan solusi ideal untuk mengukur ketebalan cat pada bumper plastik, fascia, serta komponen interior dan eksterior kendaraan. Alat ini menggunakan teknologi ultrasonik dan pada sebagian besar aplikasi dapat langsung digunakan setelah dikeluarkan dari kemasan (out-of-box) tanpa memerlukan calibration adjustment tambahan.

Pilihan Model PosiTector 200 B
Tersedia dua model yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengukuran:
- PosiTector 200 B1 – Standard Model
Merupakan pilihan yang ekonomis dan paling umum digunakan untuk mengukur TOTAL coating thickness (ketebalan total coating) pada bumper dan fascia plastik kendaraan. - PosiTector 200 B3 – Advanced Model
Selain mampu mengukur TOTAL coating thickness, model Advanced dapat mengukur hingga 3 ketebalan lapisan individual pada sistem coating multilayer.
Cara Kerja PosiTector 200 B
Probe PosiTector 200 B memancarkan pulsa suara berfrekuensi tinggi (high-frequency ultrasonic pulse) yang merambat ke dalam coating melalui coupling gel.
Pulsa ultrasonik kemudian dipantulkan ketika mencapai permukaan atau interface yang memiliki perbedaan densitas.
Untuk menentukan ketebalan coating, alat mengukur waktu yang diperlukan sinyal ultrasonik untuk bergerak:
Probe → Coating → Coating/Substrate Interface → Kembali ke Probe
Waktu tempuh tersebut kemudian dibagi dua karena sinyal bergerak pergi dan kembali. Hasilnya dikalikan dengan kecepatan suara di dalam coating untuk menentukan ketebalan lapisan.
Rumus sederhana:
Ketebalan Coating = (Waktu Tempuh × Kecepatan Suara) ÷ 2
Dengan teknologi ultrasonik tersebut, PosiTector 200 B memungkinkan pengukuran ketebalan cat secara non-destructive pada material non-logam seperti plastik bumper dan fascia kendaraan, sehingga sangat sesuai untuk quality control, automotive refinishing, dan pemeriksaan kendaraan yang dilengkapi ADAS.

Coating otomotif pada umumnya merupakan sistem multilayer (multi-lapisan) yang terdiri dari beberapa lapisan dengan fungsi berbeda, yaitu:
- Adhesion Promoter – membantu meningkatkan daya lekat coating pada permukaan plastik.
- Primer – memberikan perlindungan sekaligus mempersiapkan permukaan untuk lapisan berikutnya.
- Basecoat – memberikan warna dan tampilan utama pada kendaraan.
- Clear Coat – memberikan perlindungan terhadap lingkungan sekaligus menghasilkan tampilan akhir permukaan.
Application note ini berfokus pada pengukuran total combined thickness (ketebalan total gabungan) dari seluruh sistem cat yang diaplikasikan pada bumper dan fascia plastik kendaraan.
Pengukuran total ketebalan coating sangat penting dalam proses automotive refinishing, terutama pada kendaraan yang dilengkapi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Ketebalan cat yang melebihi batas rekomendasi OEM dapat berpotensi memengaruhi kinerja sensor ADAS.
Untuk informasi mengenai pengukuran ketebalan setiap lapisan secara individual pada sistem cat otomotif multilayer, dapat mengacu pada application note “Ultrasonic Paint Thickness Measurement – Plastic Substrates”, khususnya bagian “Application #4 – Measuring the Individual Layer Thicknesses in a Multi-layer Application”.
Cara Mengukur Ketebalan Cat
Pada pengukuran total coating thickness menggunakan PosiTector 200 B, seluruh lapisan sistem coating diukur sebagai satu kesatuan dari permukaan paling atas hingga interface antara coating dan substrate plastik.
Metode ini sangat sesuai untuk pemeriksaan cepat pada bumper dan fascia kendaraan karena pengguna dapat mengetahui ketebalan total sistem cat tanpa harus mengukur setiap lapisan secara terpisah.
PosiTector 200 B siap digunakan untuk mengukur ketebalan cat otomotif langsung setelah dikeluarkan dari kemasan (out-of-box) dan pada sebagian besar aplikasi tidak memerlukan adjustment tambahan.
Untuk memperoleh hasil terbaik saat mengukur ketebalan total sistem coating pada bumper dan fascia plastik, disarankan untuk mengaktifkan Max Thick Mode melalui menu Setup. Mode ini membantu alat mendeteksi echo ultrasonik signifikan yang lebih dalam sehingga pengukuran total ketebalan coating dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Setelah Max Thick Mode diaktifkan, ikuti langkah berikut:

Langkah-Langkah Pengukuran
1. Aplikasikan ultrasonic gel
Teteskan sedikit ultrasonic gel (couplant) pada permukaan bumper atau fascia yang telah dilapisi coating.
2. Tempatkan probe
Letakkan probe PosiTector 200 B di atas gel, kemudian tekan probe ke permukaan untuk memulai pengukuran.
3. Tunggu hasil pengukuran
Setelah terdengar dua bunyi beep, angkat probe. Nilai pengukuran akan ditampilkan pada layar.
Jika diperlukan, pengukuran kedua dapat dilakukan pada titik yang sama dengan tetap menahan probe pada permukaan.

Hasil Pengukuran
Nilai yang ditampilkan oleh PosiTector 200 B menunjukkan ketebalan total sistem cat (total coating thickness), yang mencakup seluruh lapisan seperti:
Adhesion Promoter + Primer + Basecoat + Clear Coat
Dengan metode ini, inspector atau teknisi automotive refinishing dapat dengan cepat memeriksa apakah ketebalan total cat pada bumper/fascia plastik masih berada dalam batas spesifikasi yang ditetapkan oleh OEM, terutama pada kendaraan yang dilengkapi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).
Max Thick Mode sangat membantu menyederhanakan proses pengukuran karena pengguna tidak perlu melakukan penyesuaian Lo Range secara manual untuk mengabaikan pantulan permukaan yang tidak diinginkan.
Pada contoh di atas, Layer 1 memiliki ketebalan 2,0 mils, sedangkan Layer 2 memiliki ketebalan 1,4 mils. Dengan demikian, ketebalan total coating adalah 3,4 mils.
Pada Graphic Display, terlihat dua “peaks” yang menunjukkan adanya dua interface material yang berbeda.
Meskipun sistem coating sebenarnya terdiri dari 4 lapisan, instrumen menggabungkan ketebalan tiga lapisan pertama, yaitu:
- Adhesion promoter
- Primer
- Basecoat
menjadi satu nilai sebesar 1,4 mils.
Sementara itu, lapisan clear coat paling atas diukur secara individual dengan ketebalan 2,0 mils.
Dengan demikian:
Total Coating Thickness = 1,4 mils + 2,0 mils = 3,4 mils
Hasil ini menunjukkan bahwa PosiTector 200 B dapat memberikan informasi mengenai ketebalan total sistem coating, meskipun beberapa lapisan memiliki karakteristik yang menyebabkan interface antar lapisan tidak dapat dibedakan secara individual.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Graphics Mode dan pengukuran beberapa lapisan (multi-layer measurement), dapat mengacu pada panduan Ultrasonic Paint Thickness Measurement on Plastic Substrates.
Setelah Pengukuran
Setelah seluruh pengukuran selesai, bersihkan probe dan permukaan benda kerja menggunakan tisu atau kain lembut untuk menghilangkan sisa ultrasonic gel.
Dengan demikian, proses pengukuran dapat dilakukan dengan cepat dan sederhana tanpa merusak permukaan coating.
Rekomendasi alat untuk mengukur ketebalan coating; PosiTector 200

Alat pengukur ketebalan lapisan ultrasonik (Ultrasonic Coating Thickness Gage) PosiTector 200. Perangkat canggih untuk mengukur ketebalan lapisan secara non-destruktif pada berbagai substrat non-logam seperti kayu, beton, plastik, dan lainnya, dengan kemampuan pengukuran multi-lapisan pada model Advanced.
Kesimpulan
Seiring produsen otomotif terus menambahkan berbagai sistem monitoring dan keselamatan pada kendaraan, kebutuhan untuk mengukur ketebalan coating secara akurat pada bumper dan fascia plastik yang dilengkapi sensor ADAS menjadi semakin penting.
Ketebalan cat yang sesuai spesifikasi OEM membantu memastikan proses automotive refinishing tidak mengganggu kinerja sensor Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).
PosiTector 200 B dari DeFelsko menawarkan solusi pengukuran ketebalan coating yang sederhana, kuat, akurat, dan non-destructive untuk berbagai komponen plastik kendaraan.

