Vibrating Wire Piezometer RST – Sensor Tekanan Air Pori untuk Monitoring Geoteknik
Vibrating Wire Piezometer RST adalah sensor tekanan air pori yang dirancang untuk memberikan pengukuran akurat, stabil, dan andal pada berbagai aplikasi monitoring geoteknik. Teknologi Vibrating Wire menghasilkan sinyal frekuensi yang tahan terhadap gangguan listrik eksternal, efek kabel, kelembapan, serta kondisi instalasi dengan kabel panjang di lingkungan tanah jenuh.
Piezometer menggunakan low air entry sintered stainless steel porous filter untuk membantu mencegah partikel tanah mencapai diafragma. Sensor juga dilengkapi thermistor untuk pengukuran dan kompensasi temperatur. Konstruksi stainless steel yang tersegel secara hermetis serta kabel berlapis polyurethane memberikan ketahanan untuk penggunaan di kondisi lapangan yang berat.
Fitur Utama
- Akurasi dan keandalan teruji untuk penggunaan lapangan.
- Teknologi Vibrating Wire yang tahan terhadap gangguan listrik eksternal.
- Konstruksi stainless steel hermetically sealed.
- Casing berat membantu meminimalkan kesalahan pembacaan akibat tekanan overburden.
- Dilengkapi perlindungan terhadap lightning/transient.
- High accuracy untuk monitoring tekanan air pori.
- Filter sintered 50 micron untuk membantu melindungi diafragma.
- Thermistor terintegrasi untuk pengukuran dan kompensasi temperatur.
- Kabel polyurethane berpelindung untuk ketahanan di kondisi lapangan.
Aplikasi
- Monitoring stabilitas earth-fill dam dan embankment.
- Investigasi stabilitas lereng.
- Monitoring level air pada sumur dan standpipe.
- Monitoring tekanan di belakang retaining wall dan diaphragm wall.
- Monitoring tekanan air pori selama proses penimbunan.
- Monitoring tekanan air pori selama pekerjaan penggalian.
- Monitoring tekanan pori pada proyek land reclamation.
Keunggulan Produk
Vibrating Wire Piezometer RST merupakan solusi monitoring tekanan air pori yang dirancang untuk kondisi geoteknik yang menuntut ketahanan dan stabilitas pengukuran. Dengan konstruksi stainless steel, perlindungan transient, filter berpori, serta pilihan pressure range dan kabel, produk ini sesuai untuk bendungan, tanggul, lereng, retaining wall, sumur, standpipe, dan proyek land reclamation.
Tabel Spesifikasi Vibrating Wire Piezometer
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Produk | Vibrating Wire Piezometer |
| Over Range | 1,5 × F.S. |
| Resolution | Minimum 0,0025% F.S. (tergantung readout) |
| Repeatability | 0,025% F.S. |
| Accuracy | 0,1% F.S. |
| Linearity | <0,5% F.S. (±0,1% F.S. opsional) |
| Operating Temperature | -20 hingga 80°C |
| Diaphragm Displacement | <0,001 cc pada F.S. |
| Thermal Zero Shift | <0,05% F.S./°C |
| Material | Hermetically Sealed Stainless Steel Housing |
| Thermistor Type | NTC 3K Ohms @ 25°C |
| Thermistor Interchangeability | ±0,2°C |
| Thermistor Resolution | 0,1°C |
| Filter | 50 micron sintered filter |
| High Air Entry Filter | Alumina 1 Bar, tersedia |
Tabel Model dan Panjang Kabel
| Part Number | Pressure Range | Panjang Kabel |
|---|---|---|
| VW2100-0.35-L20 | 0,35 MPa | 20 m |
| VW2100-0.35-L30 | 0,35 MPa | 30 m |
| VW2100-0.35-L40 | 0,35 MPa | 40 m |
| VW2100-0.35-L50 | 0,35 MPa | 50 m |
| VW2100-0.7-L30 | 0,7 MPa | 30 m |
| VW2100-0.7-L50 | 0,7 MPa | 50 m |
| VW2100-0.7-L75 | 0,7 MPa | 75 m |
| VW2100-1.0-L50 | 1,0 MPa | 50 m |
| VW2100-1.0-L75 | 1,0 MPa | 75 m |
| VW2100-1.0-L100 | 1,0 MPa | 100 m |
| VW2100-1.0-L150 | 1,0 MPa | 150 m |
| VW2100-2.0-L100 | 2,0 MPa | 100 m |
| VW2100-2.0-L150 | 2,0 MPa | 150 m |
| VW2100-2.0-L200 | 2,0 MPa | 200 m |
| VW2100-3.0-L250 | 3,0 MPa | 250 m |
Data model dan panjang kabel mengikuti spesifikasi yang diberikan pada sumber.
Tabel Spesifikasi Kabel Elektrik
| Part Number | Spesifikasi |
|---|---|
| EL380004 | Two twisted pairs cable dengan polyurethane jacket |
| EL380004HDL | Two twisted pairs heavy-duty cable dengan thick polyurethane jacket mold |
| EL380004K | Two twisted pairs, Kevlar® reinforced, non-stretch polyurethane jacketed cable |
Jenis kabel lain seperti vented, FEP, PVC, polyurethane, dan armored juga tersedia sesuai kondisi lokasi dan kebutuhan atmospheric reference.




