Overview
Bagian inti dari sensor displacement tipe differential transformer (LVDT) terdiri dari batang penggerak (tie rod), inti besi, satu set kumparan primer, dua set kumparan sekunder, tabung dalam, dan tabung luar.
Saat inti besi bergerak di dalam kumparan, akan terbentuk tegangan diferensial antara dua kumparan sekunder. Tegangan ini kemudian diproses melalui deteksi, pengurangan, penyaringan, penyesuaian nol, serta penguatan, sehingga menghasilkan sinyal tegangan atau arus yang sesuai dengan pergerakan inti besi.
- Ketika inti besi berada pada posisi tengah, tegangan keluaran = 0.
- Saat batang penggerak ditarik keluar atau ditekan ke dalam, tegangan keluaran meningkat secara linear seiring perpindahan inti besi.
- Jika inti bergerak lebih jauh ke arah luar, tegangan keluaran tetap meningkat, tetapi tidak lagi linear dengan perpindahan → sensor masuk ke wilayah non-linear.
Dengan demikian:
- Daerah tengah dari pergerakan inti merupakan wilayah linear, di mana perpindahan inti memiliki hubungan linear dengan daya keluaran (tegangan/arus).
- Daerah mendekati ujung kumparan adalah wilayah non-linear, di mana sensor masih menghasilkan output, tetapi akurasi berkurang.

Fig.2 -1 Working principle of differential transformer displacement sensor
Hubungan antara pergerakan inti besi di dalam kumparan dengan tegangan keluaran ditunjukkan pada Gambar 2-2.
- Ketika inti besi berada di posisi tengah, tegangan keluaran = 0.
- Saat batang penggerak ditarik keluar, tegangan keluaran meningkat secara bertahap dan berubah secara linear seiring dengan perpindahan inti.
- Ketika inti melewati garis batas (ditunjukkan dengan garis putus-putus), tegangan keluaran tetap meningkat tetapi tidak lagi linear terhadap perpindahan. Pada kondisi ini, sensor masuk ke zona non-linear.
Dengan demikian:
- Wilayah linear terdapat di sekitar posisi tengah inti, di mana perpindahan inti memiliki hubungan linear dengan output (tegangan/arus).
- Wilayah non-linear berada di dekat ujung kumparan, di mana sensor masih menghasilkan output, tetapi akurasi tidak lagi terjamin.

Fig. 2-2 Relationship between displacement and output of iron core

Fig. 2-3 Structure of Crack Meter
Karakteristik
- Rentang pengukuran 10 mm hingga 100 mm dengan akurasi 0,1% F.S atau 0,25% F.S serta resolusi tingkat mikrometer (μm)
- Mengadopsi teori Linear Variable Differential Transformer (LVDT)
- Terbuat dari material stainless steel, tahan korosi
- Stabilitas tinggi dan presisi akurat
- Rentang suhu kerja: -20℃ hingga +85℃
Skenario Aplikasi
- Pengukuran perpindahan atau retakan pada bangunan, jembatan, terowongan, serta struktur baja
Spesifikasi
Tipe
- LVDT-10
- LVDT-25
- LVDT-50
- LVDT-100
- LVDT-200
Rentang Pengukuran
- 0 ~ 10 mm
- 0 ~ 25 mm
- 0 ~ 50 mm
- 0 ~ 100 mm
- 0 ~ 200 mm
Akurasi
0,1% F.S / 0,25% F.S
Resolusi
- 0,2 μm (LVDT-10)
- 0,4 μm (LVDT-25)
- 0,8 μm (LVDT-50)
- 1,6 μm (LVDT-100)
- 3,0 μm (LVDT-200)
Kesalahan Pengulangan (Repeat Error)
≤ 0,01% F.S
Rentang Suhu Operasi
-20℃ ~ +85℃
Karakteristik Suhu
- Titik Nol (Zero Point): ≤ 0,01% / ℃
- Sensitivitas: ≤ 0,025% / ℃
Output
RS485
Tegangan Suplai
9 ~ 12 VDC
Ukuran
- LVDT-10: ø20 mm × 155 mm
- LVDT-25: ø20 mm × 235 mm
- LVDT-50: ø20 mm × 300 mm
- LVDT-100: ø20 mm × 466 mm
- LVDT-200: ø20 mm × 156 mm