Tensile Testing Machine merupakan peralatan penting untuk mengukur sifat mekanik material seperti kekuatan tarik, elongation, yield strength, dan berbagai parameter lainnya. Meskipun banyak masalah ringan dapat ditangani melalui pemeriksaan dan maintenance rutin, terdapat beberapa jenis kerusakan yang memerlukan bantuan langsung dari manufacturer atau teknisi resmi. Menangani kerusakan serius tanpa keahlian yang memadai dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah, menurunkan akurasi pengujian, bahkan membahayakan operator. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kapan harus segera menghubungi manufacturer.
1. Load Cell Mengalami Kerusakan atau Overload
Load cell merupakan komponen inti yang berfungsi mengukur gaya selama pengujian. Jika load cell mengalami benturan, overload, atau menunjukkan pembacaan yang tidak normal, perbaikannya sebaiknya dilakukan oleh teknisi resmi.
Tanda-tanda kerusakan load cell antara lain:
- Nilai beban tidak stabil
- Hasil pengujian tidak akurat
- Muncul pesan overload
- Pembacaan gaya berubah secara tidak normal
Kerusakan pada load cell umumnya memerlukan kalibrasi ulang atau penggantian komponen sehingga perlu ditangani oleh pihak manufacturer.
2. Kerusakan pada Sistem Elektronik Internal
Apabila mesin tidak dapat menyala meskipun sumber listrik, fuse, dan emergency stop telah diperiksa, kemungkinan terdapat masalah pada power supply internal, control board, atau komponen elektronik lainnya.
Kerusakan jenis ini memerlukan diagnosis teknis yang lebih mendalam dan sebaiknya tidak diperbaiki sendiri oleh operator.
3. Software dan Communication System Failure
Tensile Testing Machine modern umumnya menggunakan software untuk mengontrol pengujian dan mengolah data. Jika software sering crash, gagal terhubung dengan mesin, kehilangan data, atau muncul error yang tidak dapat diselesaikan melalui restart dan pemeriksaan kabel, bantuan manufacturer biasanya diperlukan.
4. Sensor atau Sistem Kalibrasi Bermasalah
Ketika hasil pengujian terus menunjukkan penyimpangan meskipun specimen telah dipasang dengan benar, masalah dapat berasal dari sensor, amplifier, atau sistem kalibrasi.
Kesalahan kalibrasi dapat menyebabkan seluruh hasil pengujian menjadi tidak valid. Oleh karena itu, recalibration dan pemeriksaan sensor sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang berwenang.
5. Kerusakan Servo Motor atau Drive System
Servo motor dan sistem penggerak berfungsi mengontrol pergerakan crosshead selama pengujian. Jika muncul gejala seperti:
- Mesin bergerak tidak normal
- Kecepatan tidak dapat dikontrol
- Mesin berhenti secara tiba-tiba
- Muncul suara abnormal dari motor
maka diperlukan pemeriksaan profesional untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.
6. Kerusakan Hydraulic System
Untuk Hydraulic Tensile Testing Machine, masalah pada hydraulic pump, solenoid valve, pressure system, atau hydraulic clamp sering memerlukan bantuan teknisi resmi.
Perbaikan yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan komponen hidrolik dan memengaruhi keselamatan pengoperasian mesin.
7. Struktur Mekanis Mengalami Kerusakan
Jika ditemukan kerusakan pada:
- Frame mesin
- Ball screw
- Guide rail
- Gear system
- Transmission system
maka pemeriksaan langsung oleh manufacturer sangat disarankan. Kerusakan mekanis dapat memengaruhi akurasi pengujian dan umur pakai peralatan.
Masalah yang Biasanya Bisa Ditangani Operator
Beberapa masalah ringan biasanya dapat diperiksa terlebih dahulu oleh operator, seperti:
- Kabel listrik longgar
- Emergency stop aktif
- Fuse putus
- Specimen tidak terjepit dengan benar
- Kurang pelumasan pada bagian bergerak
- Debu atau kotoran pada grip dan sensor
Jika setelah pemeriksaan masalah tetap terjadi, segera hubungi manufacturer atau layanan purna jual resmi.
Produk

Tensile Testing Machines
Kesimpulan
Tidak semua kerusakan pada Tensile Testing Machine dapat diperbaiki sendiri. Masalah yang melibatkan load cell, sensor, software, sistem elektronik, servo motor, hydraulic system, maupun struktur utama mesin sebaiknya segera ditangani oleh manufacturer atau teknisi resmi untuk menjaga akurasi pengujian dan keamanan operasional. Dengan melakukan maintenance rutin dan penanganan yang tepat, umur pakai mesin dapat diperpanjang serta risiko kerusakan besar dapat diminimalkan.

