MHLS Magnetostrictive Liquid Level System adalah sensor pengukur level cairan presisi tinggi yang dikembangkan menggunakan prinsip magnetostriktif. Sistem ini menggunakan metode pengukuran non-kontak, memiliki umur pakai panjang, dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan. Sensor ini tidak memerlukan kalibrasi atau perawatan rutin.
Sensor EM seri MAS-CCT-xx dirancang khusus untuk mengukur dan memantau gaya kabel pada berbagai proyek teknik sipil dan struktur. Alat ini berfungsi untuk mendeteksi perubahan gaya tarik pada elemen kabel sehingga dapat memberikan data akurat untuk kebutuhan pemantauan struktur jangka panjang.
Terminal Pemantauan Bencana MAS-RTU adalah perangkat yang dikembangkan secara independen oleh GXUN Technology. Alat ini mendukung berbagai jenis sensor pemantauan, seperti pergeseran permukaan, ketinggian air, curah hujan, sudut kemiringan, pergeseran laser, kadar kelembapan tanah, serta sensor lainnya yang dapat disesuaikan dan diperluas sesuai kebutuhan.
Sistem monitoring nirkabel MAS-GZM High-Support Mode terdiri dari host, node, sensor perpindahan, sensor beban (weighing sensor), serta alarm suara dan cahaya. Sistem ini menggunakan metode transmisi nirkabel untuk memantau berbagai parameter pada struktur penyangga, termasuk:
Kemiringan batang vertikal
Penurunan bekisting (template settlement)
Perpindahan horizontal
Gaya aksial penyangga
Sistem ini juga dilengkapi fitur pra-alarm dan alarm melalui perangkat all-in-one serta alarm suara dan cahaya.
MAS-VBLog adalah instrumen akuisisi getaran multi-channel 24-bit dengan sistem terdistribusi berbasis jaringan. Menggunakan interface Ethernet, satu komputer dapat mengendalikan beberapa instrumen akuisisi melalui jaringan LAN.
Dalam industri pemantauan keselamatan konstruksi saat ini, semakin banyak variasi objek pemantauan, kebutuhan akan stabilitas sistem pengukuran, serta kemudahan instalasi menuntut standar yang lebih tinggi.Metode pemantauan tradisional umumnya dilakukan melalui integrasi sistem dari modul fungsi tunggal, seperti sensor suhu dan kelembapan, inclinometer, atau akuisisi getaran. Data kemudian ditransmisikan melalui jaringan bus industri. Namun, cara ini memiliki banyak kelemahan: sistem menjadi kompleks, pemasangan kabel rumit, biaya perawatan tinggi, dan sulit memenuhi kebutuhan pemantauan keselamatan konstruksi modern.