Karakteristik dan Parameter Instrumen
1.1 Karakteristik
★ Fungsi Pengujian Lengkap
Instrumen tidak hanya memenuhi kebutuhan pengujian berbagai jenis CT, termasuk CT kelas TP, seperti karakteristik eksitasi (karakteristik volt-ampere), rasio, polaritas, resistansi belitan sekunder, beban sekunder (burden), kesalahan rasio, dan pergeseran fasa, tetapi juga dapat digunakan untuk menguji berbagai jenis PT, meliputi karakteristik eksitasi unit elektromagnetik, rasio, polaritas, resistansi belitan sekunder, kesalahan rasio, dan pergeseran fasa.
★ Perhitungan Parameter CT dan VT Otomatis
Instrumen secara otomatis menghitung berbagai parameter CT dan VT, termasuk tegangan/arus titik belok (knee point), kurva kesalahan 10%, faktor batas akurasi (ALF), faktor keamanan instrumen (FS), konstanta waktu sekunder (Ts), koefisien remanensi (Kr), serta induktansi dalam kondisi saturasi dan non-saturasi.
★ Memenuhi Berbagai Standar Pengujian Transformator
Pengujian memenuhi berbagai standar transformator, termasuk IEC 60044, GB 1208 (-1), GB 16847 (IEC 60044-6), serta standar terkait lainnya. Instrumen dapat memilih standar pengujian yang sesuai secara otomatis berdasarkan jenis dan kelas transformator.
★ Pengujian Frekuensi Rendah Tingkat Lanjut
Berdasarkan prinsip pengujian frekuensi rendah (low-frequency testing) yang canggih, instrumen mampu melakukan pengujian CT dengan tegangan titik belok hingga 30 kV.
★ Antarmuka Ramah Pengguna
Dilengkapi antarmuka yang sederhana, intuitif, dan mudah digunakan, dengan tampilan grafis sepenuhnya dalam bahasa Mandarin.
★ Penyimpanan dan Pengolahan Data
Instrumen dapat menyimpan hingga 2.000 set data pengujian dan data tidak akan hilang meskipun perangkat dimatikan. Setelah pengujian selesai, data dapat disalin ke komputer melalui USB flash drive untuk analisis lebih lanjut dan dikonversi menjadi laporan dalam format Word.
★ Proses Pengujian Sederhana dan Praktis
Pengoperasian cukup dilakukan dengan satu tombol untuk menyelesaikan pengujian resistansi sekunder CT, karakteristik eksitasi, rasio, dan polaritas.
★ Ringkas dan Portabel
Dengan bobot kurang dari 9 kg, instrumen mudah dibawa dan dipindahkan sehingga cocok digunakan untuk pengujian di lapangan maupun di laboratorium.

1.2 Panel
Struktur panel instrumen ditunjukkan pada gambar di sebelah kanan.
- Terminal S1 merah dan S2 hitam: keluaran daya pengujian.
- Terminal M1 kuning dan M2 hitam: untuk mengukur tegangan keluaran.
- Terminal P1 hijau dan P2 hitam: untuk mengukur tegangan induktif.
1.3 Technical Parameter
Transformer Tester | ||
Usage | CT & VT | |
Output | 0~180Vrms,12Arms,18A(peak value) | |
CT Ratio | Range | 1~40000 |
accuracy | ±0.05% | |
PT Ratio | Range | 1~40000 |
accuracy | ±0.2% | |
Phase | Range | ±5min |
accuracy | 0.5min | |
DC resistance | Range | 0~300Ω |
accuracy | 2%±2mΩ | |
Burden | Range | 0~300VA |
accuracy | 2%±0.2VA | |
Power supply | AC220V±10%,50/60Hz | |
Environmental Conditions | Operating temperature :-10οC ~50οC,Humidity :≤90% | |
Weight and Dimensions | Dimensions:340 mm×300 mm×150mm,Weight<9kg | |
Antarmuka Pengguna dan Metode Pengoperasian
2.1 Transformator Arus (CT)
Pada antarmuka Para, gunakan mouse putar (rotary mouse) untuk memindahkan kursor ke bagian pilihan jenis transformator, kemudian pilih Current Transformer (CT).
2.1.1 Koneksi Pengujian
Bagian ini digunakan untuk memilih satu atau beberapa jenis pengujian. Tersedia beberapa pilihan pengujian, yaitu resistansi, eksitasi, rasio, dan beban (burden). Berdasarkan jenis transformator, kombinasi pengujian yang tersedia adalah sebagai berikut.
Tabel 2.1 Deskripsi Jenis Pengujian CT
| Jenis Pengujian | Deskripsi | Diagram Koneksi |
|---|---|---|
| √ Resistansi | Mengukur resistansi belitan sekunder CT | Gambar 2.1. Koneksi dapat dilepas jika mengukur belitan primer. |
| √ Resistansi + Eksitasi | Mengukur resistansi belitan sekunder CT dan karakteristik eksitasi | Gambar 2.1. Koneksi dapat dilepas jika mengukur belitan primer. |
| √ Resistansi + Rasio | Mengukur resistansi belitan sekunder CT serta memeriksa rasio dan polaritas | Gambar 2.1 |
| √ Resistansi + Eksitasi + Rasio | Mengukur resistansi belitan sekunder dan karakteristik eksitasi, serta memeriksa rasio dan polaritas | Gambar 2.1 |
| √ Beban (Burden) | Mengukur beban sekunder CT | Gambar 2.2 |
Catatan: Tanda “√” menunjukkan pengujian yang tersedia atau valid, sedangkan bagian yang kosong menunjukkan pengujian yang tidak tersedia atau tidak valid.
Langkah Pengoperasian
Langkah 1. Lakukan pengkabelan sesuai dengan jenis pengujian CT pada Tabel 2.1. Untuk berbagai struktur CT, lihat Lampiran D untuk mengetahui metode koneksi yang sesuai.
Langkah 2. Belitan lain pada CT yang sama harus dalam kondisi terbuka (open circuit). Sisi primer CT harus dihubungkan ke ground, dan perangkat pengujian juga harus dihubungkan ke ground.
Langkah 3. Nyalakan perangkat dan lakukan pengaturan parameter pengujian.
Langkah 4. Pindahkan kursor ke tombol “Start”, kemudian tekan untuk memulai pengujian.
Baik digunakan oleh perusahaan utilitas listrik, penyedia layanan pemeliharaan, maupun produsen transformator, Transformer Analyzer merupakan alat yang ideal untuk memastikan kinerja dan keandalan transformator tetap optimal. Instrumen ini sangat berguna untuk pemeliharaan preventif, penilaian kondisi transformator (condition assessment), dan pengendalian kualitas, sehingga dapat membantu meningkatkan efisiensi dan memperpanjang masa pakai infrastruktur kelistrikan.
Secara keseluruhan, Transformer Analyzer merupakan solusi yang serbaguna dan andal untuk berbagai kebutuhan pengujian dan analisis transformator. Dengan fitur canggih, antarmuka yang mudah digunakan, serta konstruksi yang kokoh, instrumen ini menjadi pilihan yang tepat bagi para profesional yang membutuhkan pengujian transformator yang akurat, efisien, dan komprehensif.







