Alat Uji Titik Nyala Cleveland Open Cup ASTM D92 Automatic Flash Point Tester Huazheng HZKS-3

ASTM D92 penskymartens flash point apparatus Open Cup Flash Point Tester | Alat Uji Titik Nyala Cleveland Open Cup ASTM D92 Automatic Flash Point Tester Huazheng HZKS-3

Titik nyala (flash point) adalah suhu terendah di mana suatu cairan dapat menghasilkan uap yang membentuk campuran yang mudah menyala bersama udara di dekat permukaan cairan tersebut. Semakin rendah nilai titik nyala, semakin mudah bahan tersebut terbakar. Saat ini, pengujian flash point digunakan untuk mendeteksi keberadaan zat volatil yang mudah terbakar pada cairan non-volatil, serta menjadi salah satu parameter paling krusial dalam manajemen keselamatan, operasional, penyimpanan, dan transportasi produk minyak bumi (petrokimia).

Petunjuk Keselamatan (Safety Instructions)

  1. Grounding Listrik: Pastikan instrumen dihubungkan ke stopkontak yang memiliki sistem grounding (pembumian) aman.

  2. Bahaya Panas & Luka Bakar: Dilarang menyentuh Oil Cup (mangkuk sampel) dan area sekitarnya selama pengujian berlangsung untuk menghindari risiko luka bakar.

  3. Pengawasan Operasional: Pengujian harus dalam pengawasan operator (someone on duty). Tutup oil cup segera jika sampel tetap terbakar setelah pengujian selesai.

  4. Hindari Penutup Panas: Dilarang menyentuh penutup minyak (oil lid) karena suhu yang sangat tinggi.

  5. Perlindungan Komponen: Dilarang menyentuh batang pengapian (ignition rod) dengan tangan secara langsung untuk mencegah kerusakan permanen pada alat.

Fitur & Keunggulan Produk (Instrument Features)

Alat uji titik nyala terbuka otomatis Huazheng HZKS-3 dilengkapi dengan layar sentuh interaktif untuk mengukur nilai open flash point pada produk minyak bumi secara presisi. Mengusung teknologi canggih, tampilan layar LCD full-English, tombol full-touch screen, serta perangkat lunak terintegrasi berbasis fuzzy control dan struktur modular.

  1. Desain Modular Standar: Satu unit utama (main engine) dapat mengontrol beberapa tungku penguji (test furnace) tipe terbuka maupun tertutup, serta dapat ditukar secara bebas sesuai kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas biaya laboratorium.

  2. Akurasi & Keandalan Tinggi: Ditenagai high-speed signal processor dan sirkuit konverter analog/digital berpresisi tinggi.

  3. Pengapian Otomatis (Auto-Ignition): Proses penyalaan api bekerja secara otomatis.

  4. Koreksi Tekanan Udara Otomatis: Mengukur tekanan atmosfer secara real-time dan melakukan koreksi nilai secara otomatis.

  5. Algoritma PID Adaptif: Mengatur kenaikan suhu secara otomatis mengikuti kurva standar uji.

  6. Siklus Pengujian Otomatis: Seluruh proses pengujian berjalan otomatis, mulai dari deteksi, pembukaan penutup, pengapian, alarm, pendinginan, hingga pencetakan hasil.

  7. Sistem Keamanan Suhu: Pengujian otomatis berhenti dan mengaktifkan alarm jika suhu melebihi batas (out of range).

  8. Thermal Micro-Printer: Dilengkapi printer thermal internal yang cepat dan rapi, mendukung fitur pencetakan off-line.

  9. Penyimpanan Data Riwayat: Merekam hingga 256 data riwayat pengujian lengkap dengan time stamp (waktu dan tanggal).

  10. Layar LCD Grafis 320×240: Menampilkan teks dan karakter informasi secara jelas dan detail.

  11. Layar Sentuh Interaktif & Screen Saver: Antarmuka ramah pengguna (user-friendly) dilengkapi fitur screen saver untuk memperpanjang usia pakai layar LCD.

  12. Konektivitas Port RS232: Dilengkapi antarmuka RS232 untuk transmisi data ke PC atau printer eksternal.

flash point tester (6)

Spesifikasi Teknis (Technical Parameters)

1. Pengukuran Suhu

  • Rentang Pengukuran Suhu: -59,9 °C – 399,9 °C

  • Rentang Kontrol Suhu: Suhu Ruang (Room Temp) – 350 °C

  • Pengulangan (Repeatability):

    • $\le 150\text{ }\text{^\circ C} : \pm 3\text{ }\text{^\circ C}$

    • $> 150\text{ }\text{^\circ C} : \pm 5\text{ }\text{^\circ C}$

  • Resolusi: 0,1 °C

  • Akurasi: 0,5%

  • Sensor Suhu: Platinum Resistor (PT100)

  • Sensor Nyala Api (Flash Fire Sensor): Ion detection ring

2. Kondisi Lingkungan Operasional

  • Suhu Lingkungan: 0 °C – 40 °C

  • Kelembapan Relatif (RH): $\le 85\%$ RH

3. Daya & Dimensi

  • Suplai Daya: AC 220V $\pm$ 20% ; 50 Hz $\pm$ 10%

  • Konsumsi Daya: $\approx 400\text{ W}$

  • Dimensi Alat: 440 mm $\times$ 280 mm $\times$ 290 mm

  • Berat Alat: 14 kg

  1. hindari kontaminasi silang.

  2. Pemeriksaan Termokopel: Pastikan sensor termokopel (thermocouple) bersih dari sisa oli atau kotoran, karena kontaminasi dapat menurunkan sensitivitas deteksi suhu.

  3. Keselamatan Kerja (Area Panas): Dilarang menyentuh kepala pengapian (ignition head), oil cup, dan area sekitarnya selama proses pengujian untuk mencegah risiko luka bakar akibat suhu tinggi.

Panduan Penanganan Masalah (Failure & Treatment)

No.Gejala Masalah (Failure)Langkah Penanganan (Treatment)
1Daya dinyalakan, tetapi layar LCD tidak menampilkan gambar (mati)

1. Periksa apakah kabel daya sudah terhubung dengan benar.

2. Buka casing alat dan periksa papan sirkuit (board) untuk memastikan tidak ada konektor/steker yang longgar.

2Tingkat kesalahan pengulangan (repeatability error) sampel terlalu besar

Buka penutup atas lengan pengangkat (lifting arm top cover), lalu periksa:

1. Apakah poros pengaduk (mixer shaft) patah.

2. Apakah sensor termokopel terkena minyak/oli. Jika ya, keringkan dan bersihkan sensor menggunakan kertas saring (filter paper).

3Alat tidak memanas (No heating)Periksa kawat pemanas listrik (electric wire), kemungkinan putus atau rusak.
4Lengan pengangkat (lift arm) gagal naik atau turun

1. Kerusakan pada limit optocoupler (sensor pembatas posisi).

2. Sekrup penghubung antara bodi utama (main engine) dan lengan pengangkat terlepas.

 

Packing List

No.

Item

Qty

1

Main engine

1

2

Test cup

1

3

Fuse pipe

2

4

Power line

1

5

Touch pen

1

6

Fire cover

1

7

Print paper

1

 

No Telp / WhatsApp : 0812 1248 2471
Email : rusditeknikindo@gmail.com

Keranjang Belanja