DeFelsko memproduksi alat ukur ketebalan coating genggam dan non-destruktif yang ideal untuk mengukur ketebalan dry film lacquer pada gitar. Lacquer diaplikasikan pada gitar untuk menghasilkan tampilan mengilap seperti kaca (glass-like sheen) sekaligus menonjolkan keindahan dan kilau alami instrumen.
Meskipun artikel ini berfokus pada pengukuran ketebalan lacquer pada gitar, metode dan solusi yang sama juga dapat diterapkan untuk mengukur coating berbasis polimer pada kayu, plastik, graphite, dan berbagai material lainnya.
Tantangan Pengukuran
Tantangan utama adalah mengukur ketebalan lacquer yang diaplikasikan pada permukaan gitar secara non-destruktif, tanpa merusak lapisan finishing maupun material gitar.
Tantangan lainnya adalah mengukur ketebalan sealant, seperti varnish, yang diaplikasikan pada substrat sebelum atau bersama lapisan lacquer.
Solusi Pengukuran Ketebalan Dry Film
PosiTector 200 B1 (Standard) merupakan solusi ideal untuk mengukur ketebalan total lapisan lacquer dan sealant secara bersamaan hingga 1.000 μm (40 mils).
Dengan menggunakan teknologi ultrasonik, PosiTector 200 dapat melakukan pengukuran ketebalan coating secara non-destruktif, sehingga sangat sesuai untuk pemeriksaan finishing pada permukaan gitar tanpa perlu merusak lapisan lacquer.
Seperti ditunjukkan pada gambar di atas, bagian kanan layar menampilkan representasi grafis dari pantulan pulsa ultrasonik pada lapisan lacquer (polyurethane) dan sealant (varnish). Sementara itu, bagian kiri layar menampilkan nilai numerik ketebalan masing-masing lapisan, termasuk total ketebalan gabungan.
Konsultasi Gratis
Untuk mengetahui harga terbaru atau melakukan pemesanan instrumen, silakan kunjungi halaman Sales DeFelsko.

Latar Belakang Finishing Lacquer pada Gitar
Apa Itu Aplikasi Lacquer pada Gitar?
Lacquer diaplikasikan pada substrat gitar, yang umumnya terbuat dari kayu atau graphite, untuk menghasilkan permukaan mengilap seperti kaca sekaligus menonjolkan keindahan dan karakter alami kayu.
Lapisan lacquer yang kuat dan tahan lama berfungsi melindungi kayu dari kelembapan, bahan kimia, dan goresan, sekaligus membantu mempertahankan resonansi akustik instrumen.
Jenis dan Lapisan Finishing Gitar
Secara umum, produsen gitar mengaplikasikan beberapa lapisan lacquer atau material finishing sejenis untuk mengisi pori-pori kayu dan mendapatkan permukaan yang halus.
Beberapa produsen mengaplikasikan lapisan warna langsung pada substrat, kemudian menambahkan beberapa lapisan lacquer. Produsen lainnya menggunakan kombinasi lacquer berwarna (tinted lacquer) dan clear coat.
Kemampuan untuk mengidentifikasi ketebalan setiap lapisan atau kelompok lapisan bergantung pada jenis finishing dan proses aplikasi yang digunakan oleh masing-masing produsen.
Beberapa jenis lacquer yang umum digunakan antara lain:
- Polane® High-Solids Clear Topcoat
- Sher-Wood® CAB-Acrylic, yaitu coating polyurethane dua komponen
- Nitrocellulose lacquer, yang banyak digunakan pada instrumen lama
- Polyurethane
- Catalyzed lacquer
- Polyester
- Berbagai jenis finishing teknologi tinggi lainnya
Finishing modern banyak menggunakan material yang bukan berbasis pelarut, melainkan coating yang mengalami proses katalisasi (catalyzed finishes).
Material Substrat Gitar
Berbagai jenis kayu yang umum digunakan untuk membuat gitar antara lain:
- Maple
- Mahogany
- Basswood
- Spruce
- Rosewood
- Alder
- Ash
- Walnut
- Cedar
- Ebony

Selain kayu, graphite juga menjadi alternatif material substrat untuk gitar. Graphite merupakan material komposit yang terdiri dari serat karbon dalam matriks resin, biasanya epoxy.
Meskipun karakteristik akustik graphite berbeda secara signifikan dari kayu, keduanya sama-sama dapat digunakan dalam aplikasi pengukuran ketebalan coating lacquer.
Mengapa Ketebalan Lacquer Perlu Diukur?
Jika diaplikasikan dengan ketebalan yang tidak tepat, coating yang berfungsi memperindah dan melindungi gitar berkualitas tinggi dapat memengaruhi karakter suara dan resonansi instrumen.
Lapisan yang terlalu tebal dapat meredam resonansi akustik gitar, sedangkan lapisan yang terlalu tipis juga dapat memberikan efek yang tidak diinginkan terhadap perlindungan dan karakter instrumen.
Oleh karena itu, pengukuran ketebalan coating diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara kualitas finishing, perlindungan material, karakter suara, dan efisiensi produksi.
Manfaat Pengukuran Ketebalan Secara Non-Destruktif
Pengukuran ketebalan secara cepat dan non-destruktif dapat dilakukan di seluruh permukaan gitar untuk memastikan lapisan finishing merata dan konsisten, tanpa mengganggu proses produksi secara signifikan.
Manfaatnya antara lain:
- Mengurangi pemborosan material akibat aplikasi coating yang terlalu tebal.
- Mengurangi rework dan perbaikan melalui feedback langsung kepada operator dan pengendalian proses yang lebih baik.
- Menghindari produk terbuang (scrap) akibat pengujian ketebalan coating secara destruktif.
- Membantu menjaga konsistensi kualitas finishing.
- Mendukung efisiensi proses produksi.
Keterbatasan Metode Pengujian Destruktif
Produsen yang menggunakan metode pengujian destruktif menghadapi berbagai tantangan yang dapat membuat proses pengukuran menjadi mahal, lama, dan kurang akurat.
Pada metode destruktif, lacquer terlebih dahulu dipanaskan, kemudian sebagian kecil lapisan dipotong dari permukaan. Saat masih panas, potongan coating dilepaskan secara manual dari substrat dan kemudian diukur menggunakan mikrometer.
Proses tersebut dapat menyebabkan coating robek atau mengalami deformasi, sehingga menyulitkan pengukuran ketebalan secara akurat menggunakan mikrometer.
Selain itu, gitar yang digunakan sebagai sampel pengujian harus dibuang atau tidak dapat digunakan kembali karena proses pengujian menyebabkan kerusakan pada instrumen.
Untuk memperoleh sampel yang secara statistik mewakili keseluruhan proses produksi, beberapa gitar dari satu batch bahkan mungkin harus dikorbankan dalam proses pengujian destruktif.

Penerapan Teknologi Ultrasonik pada Industri Gitar
Menurut artikel PCI Magazine, “Gibson Measures Guitar Coatings Using Ultrasonic Technology,” Gibson telah menggunakan generasi sebelumnya dari PosiTector 100 ultrasonic coating thickness gage untuk mengukur ketebalan lacquer pada gitar kayu sejak 1995.
Alat tersebut kemudian digunakan ratusan kali setiap hari di beberapa fasilitas produksi Gibson, menunjukkan pentingnya teknologi pengukuran ultrasonik dalam pengendalian kualitas finishing gitar.
Pasar dan Industri yang Membutuhkan
Pengguna utama teknologi pengukuran ini adalah produsen dan perusahaan finishing alat musik berbahan dasar kayu atau graphite.
Namun, manfaat yang sama juga dapat diperoleh oleh berbagai industri yang mengaplikasikan lacquer pada produk berbahan kayu, seperti:
- Produsen lantai kayu
- Industri furnitur
- Produsen produk kayu
- Industri alat musik
- Produsen komponen berbahan graphite
Dengan pengukuran ketebalan coating secara non-destruktif, produsen dapat meningkatkan kontrol kualitas sekaligus mengurangi penggunaan material, rework, biaya inspeksi, dan produk yang harus di-scrap.
Rekomendasi alat Pengukuran ketebalan lacquer pada gitar : PosiTector 200

Alat pengukur ketebalan lapisan ultrasonik (Ultrasonic Coating Thickness Gage) PosiTector 200. Perangkat canggih untuk mengukur ketebalan lapisan secara non-destruktif pada berbagai substrat non-logam seperti kayu, beton, plastik, dan lainnya, dengan kemampuan pengukuran multi-lapisan pada model Advanced.
Kesimpulan
Pengukuran ketebalan lacquer pada gitar sangat penting untuk memastikan kualitas finishing, perlindungan substrat, serta menjaga karakter resonansi dan kualitas suara instrumen. Lapisan yang terlalu tebal dapat meredam resonansi, sedangkan lapisan yang terlalu tipis dapat mengurangi perlindungan terhadap kelembapan, bahan kimia, dan kerusakan permukaan.
Penggunaan PosiTector 200 dengan teknologi ultrasonik memungkinkan pengukuran ketebalan lacquer dan sealant secara non-destruktif, cepat, dan akurat tanpa merusak gitar. Metode ini membantu produsen mengontrol ketebalan coating secara konsisten, mengurangi pemborosan material, meminimalkan rework, serta menghindari produk terbuang akibat pengujian destruktif.
Teknologi ini tidak hanya cocok untuk industri gitar, tetapi juga dapat diterapkan pada alat musik, furnitur, flooring, produk kayu, dan material graphite yang menggunakan lapisan lacquer atau coating berbasis polimer.

