Mengukur Ketebalan Lapisan pada Beton & Struktur Masonry

Mengapa Pengukuran Ketebalan Coating pada Beton & Masonry Penting?

Substrat masonry mencakup berbagai material seperti batu, bata, ubin, beton cor, beton pracetak, concrete block, papan semen asbes, plester, dan papan gipsum. Material ini umumnya memiliki sifat berpori dengan tingkat surface profile yang berbeda-beda. Meskipun porositas dan profil permukaan dapat membantu meningkatkan daya rekat coating, kondisi tersebut juga membuat pengukuran ketebalan lapisan menjadi lebih sulit dan dapat menyebabkan hasil yang kurang konsisten.

Cat dan coating pada beton maupun masonry digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti meningkatkan tampilan, daya tahan, ketahanan abrasi, serta memberikan perlindungan terhadap kelembapan, garam, bahan kimia, dan sinar ultraviolet (UV). Jenis coating yang umum digunakan pada beton antara lain cat lateks, akrilik, lacquer, urethane, epoxy, dan resin polyester.

Lapisan primer berfungsi sebagai promotor adhesi, sedangkan lapisan topcoat memberikan perlindungan tambahan terhadap lingkungan. Kemampuan PosiTector 200 dalam mengidentifikasi lapisan secara individual bergantung pada sifat akustik setiap lapisan, ketebalan masing-masing lapisan, serta proses aplikasi coating.

Tujuan utama pengukuran ketebalan coating pada beton adalah mengendalikan biaya material sekaligus memastikan permukaan mendapatkan perlindungan yang memadai. Dalam banyak proyek komersial, pemeriksaan independen juga diperlukan setelah pekerjaan coating selesai.

Penggunaan metode non-destruktif (NDT) memberikan keuntungan karena lapisan tidak perlu dirusak selama proses inspeksi. Dengan demikian, pekerjaan perbaikan setelah pengujian dapat diminimalkan sehingga menghemat waktu dan biaya bagi inspector maupun kontraktor.

Tantangan Mengukur Coating pada Beton

Secara tradisional, pengukuran ketebalan cat pada substrat masonry seperti beton sering dilakukan menggunakan metode destruktif. Metode ini dapat merusak coating karena membutuhkan pemotongan atau pengamatan penampang lapisan.

Pengukuran coating pada beton memiliki beberapa tantangan karena karakteristik lapisan dapat sangat bervariasi, mulai dari keras hingga lunak, halus hingga bertekstur, serta memiliki rentang ketebalan yang luas. Selain itu, permukaan beton yang kasar dan berpori dapat menyebabkan variasi hasil pengukuran yang cukup signifikan.

Solusi Pengukuran dari DeFelsko

PosiTector 200 C Ultrasonic Coating Thickness Gage, baik versi Standard maupun Advanced, ideal digunakan untuk mengukur sebagian besar cat dan coating pada permukaan beton. Alat ini memiliki rentang pengukuran 50 hingga 3.800 µm (2 hingga 150 mils) dan menjadi solusi pengukuran non-destruktif untuk berbagai aplikasi coating beton.

Untuk sebagian besar aplikasi, PosiTector 200 C hanya memerlukan sedikit atau bahkan tidak memerlukan penyesuaian kalibrasi. Alat ini sesuai untuk mengukur coating dengan ketebalan sekitar 125–375 µm (5–15 mils) pada beton dengan agregat besar.

Sementara itu, PosiTector 200 B memiliki rentang pengukuran 13 hingga 1.000 µm (0,5 hingga 40 mils). Meskipun tidak secara khusus dirancang untuk coating pada beton, probe B setelah dilakukan penyesuaian kalibrasi sederhana dapat memberikan repeatability yang lebih baik pada coating yang tipis dan keras di atas permukaan beton yang halus.

Pengukuran pada Permukaan Beton Kasar dan Berpori

Jika permukaan beton halus tetapi tidak rata, atau memiliki tekstur kasar dan berpori, hasil pengukuran dapat bervariasi. Coating yang mengalir dan masuk ke dalam pori atau celah permukaan beton dapat menghasilkan nilai pengukuran yang berbeda dibandingkan area di sekitarnya.

Karena itu, hasil pengukuran perlu dibandingkan dengan spesifikasi proyek atau target ketebalan coating. Nilai yang dianggap sebagai outlier dapat perlu dievaluasi lebih lanjut sebelum digunakan dalam perhitungan statistik.

Pada aplikasi dengan substrat dan permukaan coating sama-sama kasar, sebaiknya dilakukan beberapa pengukuran pada area kecil yang sama. Hasil tersebut kemudian dapat dihitung nilai rata-ratanya dan dibandingkan dengan spesifikasi ketebalan coating.

Sebagai contoh, pengujian destruktif pada aplikasi dengan permukaan beton dan coating yang kasar dapat menunjukkan variasi ketebalan sekitar 1–3 mm (40–115 mils) bahkan dalam area berdiameter hanya ¼ inci. Hal ini menunjukkan pentingnya mengambil beberapa pembacaan untuk memperoleh hasil yang lebih representatif.

Cara Mengukur Ketebalan Coating pada Beton dengan PosiTector 200

Pengukuran menggunakan metode ultrasonik dilakukan dengan mengirimkan gelombang ultrasonik ke dalam lapisan coating melalui probe atau transduser. Untuk membantu gelombang ultrasonik masuk ke dalam coating, digunakan couplant yang diaplikasikan pada permukaan.

Setiap PosiTector 200 dilengkapi botol gel berbahan dasar air dan glikol sebagai couplant. Pada permukaan yang halus dan horizontal, setetes air juga dapat digunakan sebagai couplant alternatif.

Langkah Pengukuran

  1. Aplikasikan couplant pada permukaan coating yang akan diukur.
  2. Tempatkan probe secara rata dan tegak lurus pada permukaan.
  3. Tekan probe ke permukaan untuk memulai pengukuran.
  4. Setelah terdengar dua bunyi beep, angkat probe. Hasil pengukuran terakhir akan tetap ditampilkan pada layar LCD.
  5. Untuk melakukan pengukuran kedua pada titik yang sama, lanjutkan menahan probe pada permukaan.
  6. Setelah selesai, bersihkan probe dan permukaan menggunakan tisu atau kain lembut.

Metode ini memungkinkan pengukuran ketebalan coating pada beton dilakukan secara cepat, sederhana, dan non-destruktif, tanpa perlu memotong atau merusak lapisan.

Menggunakan Graphic Mode pada PosiTector 200

Pada PosiTector 200 versi Advanced, tersedia fitur Graphic Mode yang menampilkan representasi grafis dari perjalanan pulsa ultrasonik melalui sistem coating.

Fitur ini membantu inspector memahami bagaimana sinyal ultrasonik merespons setiap lapisan di bawah permukaan. Graphic Mode sangat berguna untuk menganalisis coating multilayer, mengidentifikasi batas antar-lapisan, serta membantu mengevaluasi hasil pengukuran pada aplikasi yang lebih kompleks.

Selain Graphic Mode, fitur Memory Mode dapat digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis sejumlah hasil pengukuran sehingga data ketebalan coating dapat dievaluasi dengan lebih mudah.

Ultrasonic Coating Thickness Gauge Terbaik untuk Beton dan Masonry

DeFelsko PosiTector 200 merupakan alat ukur ketebalan coating ultrasonik yang dirancang untuk mengukur cat dan coating pada berbagai substrat non-logam, termasuk beton dan material masonry.

Dua model yang sesuai untuk aplikasi coating pada masonry adalah:

1. PosiTector 200 C1

PosiTector 200 C1 merupakan pilihan ekonomis dan umum digunakan untuk mengukur ketebalan total sistem coating pada beton dan substrat masonry.

Model ini cocok digunakan ketika inspector hanya membutuhkan informasi mengenai ketebalan keseluruhan lapisan coating tanpa perlu mengetahui ketebalan setiap lapisan secara individual.

2. PosiTector 200 C3

PosiTector 200 C3 merupakan model Advanced yang mampu mengukur:

  • Ketebalan total sistem coating
  • Hingga 3 ketebalan lapisan individual pada sistem multilayer
  • Analisis coating menggunakan Graphic Mode
  • Evaluasi detail terhadap respons sinyal ultrasonik

Model ini ideal untuk aplikasi coating multilayer yang membutuhkan analisis lebih mendalam.

Kelengkapan PosiTector 200

Setiap unit PosiTector 200 dilengkapi dengan:

  • PosiTector gage body
  • Probe 200 C
  • Couplant atau gel ultrasonik
  • Plastic shims atau calibration block
  • Protective rubber holster
  • Wrist strap
  • 3 baterai alkaline AAA
  • Buku petunjuk
  • Protective lens shield
  • Carrying case
  • Long Form Certificate of Calibration yang tertelusur ke NIST atau PTB
  • Kabel USB
  • Software PosiSoft
  • Garansi 2 tahun

Rekomendasi alat untuk pengukuran ketebalan coating pada beton dan masonry secara non-destruktif.: PosiTector 200

Alat pengukur ketebalan lapisan ultrasonik (Ultrasonic Coating Thickness Gage) PosiTector 200. Perangkat canggih untuk mengukur ketebalan lapisan secara non-destruktif pada berbagai substrat non-logam seperti kayu, beton, plastik, dan lainnya, dengan kemampuan pengukuran multi-lapisan pada model Advanced.

Kesimpulan

PosiTector 200 memberikan solusi praktis untuk pengukuran ketebalan coating pada beton dan masonry secara non-destruktif. Proses pengukuran menggunakan probe ultrasonik dan couplant sehingga coating tidak perlu dipotong atau dirusak.

Untuk kebutuhan pengukuran ketebalan total coating, PosiTector 200 C1 menjadi pilihan yang ekonomis. Sementara itu, PosiTector 200 C3 lebih sesuai untuk sistem multilayer karena mampu mengukur ketebalan total sekaligus hingga 3 lapisan individual dan menyediakan Graphic Mode untuk analisis sinyal ultrasonik yang lebih detail.

No Telp / WhatsApp : 0812 1248 2471
Email : rusditeknikindo@gmail.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja