Schmidt Hammer merupakan salah satu alat Non-Destructive Testing (NDT) yang paling banyak digunakan untuk mengukur perkiraan kuat tekan beton tanpa merusak struktur. Tersedia berbagai jenis Schmidt Hammer di pasaran, namun pembahasan berikut difokuskan pada Schmidt Hammer tipe medium yang digunakan untuk pengujian kuat tekan beton normal (ordinary concrete).
Agar hasil pengujian tetap akurat dan sesuai standar, alat harus memenuhi persyaratan teknis, menjalani proses verifikasi secara berkala, serta mendapatkan perawatan rutin.
Persyaratan Schmidt Hammer
Schmidt Hammer yang digunakan dapat berupa:
- Schmidt Hammer Digital
- Schmidt Hammer Mekanis (Analog)
Setiap alat wajib memiliki:
- Sertifikat kelayakan produk (Product Qualification Certificate)
- Sertifikat verifikasi atau kalibrasi yang masih berlaku
- Informasi identitas alat yang jelas, meliputi nama produk, tipe/model, nama atau merek produsen, serta nomor seri.
Persyaratan Teknis

Schmidt Hammer harus memenuhi spesifikasi berikut:
1. Energi Tumbukan
Saat pengujian dilakukan secara horizontal, energi tumbukan nominal pada saat hammer dilepaskan harus sebesar 2,207 Joule (J).
2. Posisi Awal Hammer
Ketika hammer bertumbukan dengan batang tumbuk (impact rod), pegas harus berada dalam kondisi bebas (free state), sedangkan posisi awal hammer harus tepat berada pada angka 0 pada skala pembacaan.
3. Nilai Kalibrasi
Pada steel anvil dengan tingkat kekerasan Rockwell HRC 60 ± 2, Schmidt Hammer harus menghasilkan nilai kalibrasi sebesar 80 ± 2.
4. Persyaratan Schmidt Hammer Digital
Schmidt Hammer digital harus dilengkapi dengan sistem pembacaan digital sekaligus pembacaan langsung melalui jarum penunjuk.
Perbedaan nilai antara layar digital dan pembacaan jarum tidak boleh melebihi 1 satuan rebound.
5. Suhu Operasional
Schmidt Hammer dapat digunakan secara optimal pada suhu lingkungan antara -4°C hingga 40°C.
Verifikasi Schmidt Hammer
Masa berlaku verifikasi Schmidt Hammer adalah 6 bulan.
Selain verifikasi berkala, alat harus diperiksa kembali oleh lembaga metrologi resmi apabila terjadi kondisi berikut.
- Sebelum Schmidt Hammer baru digunakan.
- Masa berlaku sertifikat verifikasi telah habis.
- Selisih pembacaan antara layar digital dan jarum lebih dari 1 satuan rebound.
- Nilai kalibrasi pada steel anvil berada di luar standar setelah dilakukan perawatan.
- Alat mengalami benturan keras atau kerusakan.
Prosedur Kalibrasi Schmidt Hammer
Kalibrasi Schmidt Hammer harus memenuhi ketentuan berikut.
1. Suhu Kalibrasi
Kalibrasi dilakukan pada suhu ruangan antara 5°C hingga 35°C.
2. Kondisi Steel Anvil
Permukaan steel anvil harus bersih, kering, dan diletakkan pada permukaan yang kokoh serta stabil.
3. Nilai Kalibrasi
Nilai rebound diperoleh dari rata-rata tiga kali pembacaan berturut-turut yang stabil.
4. Pengujian Empat Arah
Kalibrasi dilakukan pada empat arah berbeda.
Sebelum setiap pengujian, batang tumbuk diputar sekitar 90°, kemudian dilakukan pengujian kembali.
Nilai rebound pada setiap arah harus berada pada rentang 80 ± 2.
5. Kalibrasi Steel Anvil
Steel anvil yang digunakan sebagai media kalibrasi wajib diverifikasi atau dikalibrasi oleh lembaga metrologi resmi minimal setiap dua tahun.
Kapan Schmidt Hammer Harus Dirawat?
Perawatan Schmidt Hammer perlu dilakukan apabila:
- Jumlah tumbukan telah melebihi 2.000 kali.
- Nilai kalibrasi pada steel anvil tidak memenuhi standar.
- Hasil pengujian diragukan atau tidak konsisten.
Langkah-Langkah Perawatan Schmidt Hammer

1. Membongkar Mekanisme
Lepaskan hammer dari pengunci, keluarkan mekanisme utama, kemudian lepaskan pegas, dudukan pegas, dan pegas penahan sesuai prosedur.
2. Membersihkan Komponen
Bersihkan seluruh bagian mekanisme, terutama:
- batang pemandu (center guide rod),
- hammer,
- batang tumbuk (impact rod),
- permukaan tumbukan.
Setelah dibersihkan, oleskan sedikit oli presisi hanya pada batang pemandu.
Jangan memberikan pelumas pada komponen lainnya.
3. Membersihkan Casing
Bersihkan bagian dalam casing dari debu maupun kotoran.
Periksa jarum penunjuk agar gaya geseknya tetap berada pada kisaran 0,5–0,8 N.
4. Lakukan Kalibrasi Ulang
Setelah seluruh proses perawatan selesai, lakukan kalibrasi sesuai standar yang berlaku.
5. Jangan Memodifikasi Alat
Selama proses perawatan:
- jangan memutar sekrup pengaturan nol (zero adjustment screw);
- jangan mengganti komponen dengan suku cadang yang tidak sesuai spesifikasi;
- jangan melakukan modifikasi pada mekanisme alat.
6. Perawatan Schmidt Hammer Digital
Untuk Schmidt Hammer digital, lakukan perawatan tambahan sesuai prosedur resmi dari produsen.
Cara Penyimpanan Schmidt Hammer yang Benar
Setelah selesai digunakan:
- keluarkan batang tumbuk dari casing;
- bersihkan batang tumbuk, ujung bola, permukaan skala, dan bagian luar alat dari debu maupun kotoran.
Saat alat tidak digunakan:
- tekan batang tumbuk kembali ke dalam casing;
- tekan tombol pengunci agar mekanisme internal tetap terkunci dengan aman;
- simpan Schmidt Hammer di dalam kotak penyimpanan pada tempat yang kering, bersih, dan sejuk.
Khusus untuk Schmidt Hammer digital, apabila tidak digunakan dalam waktu lama, lepaskan baterai untuk menghindari kerusakan akibat kebocoran daya.
Rekomendasi alat untuk Mengukur kuat tekan beton secara akurat: Concrete Test Hammer RH225-A

LANGRY RH225-A adalah Concrete Test Hammer berpresisi tinggi yang dirancang untuk mengukur kuat tekan beton secara akurat. Alat ini memberikan kinerja yang andal untuk berbagai kebutuhan pengujian pada aplikasi konstruksi dan teknik sipil.
Kesimpulan
Kalibrasi dan perawatan Schmidt Hammer merupakan langkah penting untuk memastikan hasil pengujian kuat tekan beton tetap akurat, konsisten, dan sesuai dengan standar yang berlaku. Selain menggunakan alat yang telah memiliki sertifikat verifikasi, pengguna juga perlu memperhatikan spesifikasi teknis, kondisi operasional, serta melakukan pemeriksaan dan kalibrasi secara berkala agar performa Schmidt Hammer tetap optimal.
Perawatan rutin, seperti membersihkan komponen, memeriksa mekanisme internal, melakukan kalibrasi pada steel anvil, serta menyimpan alat dengan benar, dapat memperpanjang usia pakai sekaligus menjaga keandalan hasil pengujian. Apabila Schmidt Hammer mengalami benturan, menunjukkan hasil yang tidak konsisten, atau telah melewati batas penggunaan yang direkomendasikan, alat sebaiknya segera diperiksa dan diverifikasi kembali oleh lembaga metrologi yang berwenang.

