rusditeknikindo@gmail.com

Metode Umum Deteksi Cacat Roll (Roll Flaw Detection) pada Industri Manufaktur

1. Magnetic Particle Inspection (MPI) Magnetic Particle Inspection (MPI) merupakan salah satu metode Non-Destructive Testing (NDT) yang paling umum digunakan untuk mendeteksi cacat pada roll berbahan feromagnetik. Metode ini sangat efektif untuk menemukan retak permukaan maupun cacat di dekat permukaan (subsurface defects) tanpa merusak benda kerja. Pada inspeksi roll, MPI umumnya digunakan untuk mendeteksi: Prinsip […]

Metode Umum Deteksi Cacat Roll (Roll Flaw Detection) pada Industri Manufaktur Read More »

Yoke Flaw Detection: Metode Deteksi Cacat Menggunakan Magnetic Particle Testing

Portable Electromagnetic Yoke Flaw Detector merupakan alat Non-Destructive Testing (NDT) yang digunakan untuk mendeteksi cacat permukaan dan cacat dekat permukaan pada material feromagnetik. Perangkat ini terdiri dari yoke electromagnet, yaitu elektromagnet berbentuk huruf C atau huruf Π (Pi) yang terbuat dari material magnet lunak (soft magnetic material), baik dalam bentuk solid maupun laminasi, dan dililit

Yoke Flaw Detection: Metode Deteksi Cacat Menggunakan Magnetic Particle Testing Read More »

Klasifikasi Uji Kekerasan Vickers dan Panduan Pemilihan Gaya Uji

Uji kekerasan Vickers diklasifikasikan menjadi tiga jenis berdasarkan besarnya gaya uji (test force) yang digunakan, yaitu Uji Kekerasan Vickers, Uji Kekerasan Vickers Beban Kecil (Small Load Vickers), dan Uji Kekerasan Mikro Vickers (Micro Vickers). Pemilihan jenis pengujian disesuaikan dengan ukuran spesimen, ketebalan material, serta tingkat presisi yang dibutuhkan. Tabel 3-1. Klasifikasi Metode Uji Kekerasan Vickers

Klasifikasi Uji Kekerasan Vickers dan Panduan Pemilihan Gaya Uji Read More »

Penerapan dan Perkembangan Teknologi Uji Kekerasan dalam Teknik Dirgantara

1. Bidang Aplikasi Pengukuran Kekerasan Dalam industri dirgantara (aerospace engineering), pengukuran kekerasan (hardness measurement) memegang peranan yang sangat penting untuk memastikan kualitas material, keselamatan penerbangan, serta keandalan komponen pesawat dan mesin pesawat. Berikut beberapa aplikasi utama teknologi uji kekerasan di sektor dirgantara. Deteksi Kerusakan Akibat Panas pada Struktur Pesawat Kerusakan akibat panas (burn damage) merupakan

Penerapan dan Perkembangan Teknologi Uji Kekerasan dalam Teknik Dirgantara Read More »

Tabel Konversi Surface Finish Grade ke Nilai Ra dan Rz untuk Pengukuran Kekasaran Permukaan

Tabel Konversi Surface Finish Grade dan Parameter Tinggi Kekasaran Permukaan yang Direkomendasikan (1) Standar Surface Finish GB/T 1031-68 Grade (▽) Ra (µm) Rz (µm) ▽1 >40 – 80 >160 – 320 ▽2 >20 – 40 >80 – 160 ▽3 >10 – 20 >40 – 80 ▽4 >5 – 10 >20 – 40 ▽5 >2,5 –

Tabel Konversi Surface Finish Grade ke Nilai Ra dan Rz untuk Pengukuran Kekasaran Permukaan Read More »

Solusi TIME3221 Surface Roughness Tester untuk Pengukuran Kekasaran Lubang di Lapangan

Mengukur kekasaran permukaan di dalam lubang (hole) sering menjadi tantangan karena keterbatasan ruang, akses yang sempit, dan bentuk geometri benda kerja. Metode pengukuran konvensional sering kali tidak mampu menjangkau area tersebut atau memerlukan pembongkaran komponen yang memakan waktu. TIME®3221 Surface Roughness Tester hadir sebagai solusi praktis untuk melakukan pengukuran kekasaran permukaan secara langsung di lokasi

Solusi TIME3221 Surface Roughness Tester untuk Pengukuran Kekasaran Lubang di Lapangan Read More »

Masalah yang Sering Terjadi Akibat Pengoperasian Vibration Meter yang Tidak Tepat

Penggunaan Vibration Meter yang tidak sesuai prosedur dapat menyebabkan kesalahan pengukuran, kerusakan komponen, hingga gangguan pada sistem alat. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi beserta dampak dan cara pencegahannya. 1. Memasang atau Melepas Sensor Saat Alat Masih Menyala Penyebab:Sensor dipasang atau dilepas ketika vibration meter masih dalam kondisi menyala. Dampak: Solusi:Selalu matikan vibration meter terlebih

Masalah yang Sering Terjadi Akibat Pengoperasian Vibration Meter yang Tidak Tepat Read More »

Apa Itu Ultrasound? Pengertian

Suara merupakan fenomena alam yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Namun, kemampuan pendengaran manusia memiliki batas, yaitu hanya dapat mendengar suara dengan frekuensi sekitar 20 Hz hingga 20.000 Hz (20 kHz). Apabila frekuensi suara melebihi 20.000 Hz, maka suara tersebut tidak lagi dapat didengar oleh telinga manusia dan disebut sebagai ultrasound atau gelombang ultrasonik. Karena

Apa Itu Ultrasound? Pengertian Read More »

Cara Mengukur Blok Kalibrasi dengan Ultrasonic Thickness Gauge TIME®2110

Ultrasonic Thickness Gauge TIME®2110/2113 adalah alat ukur ketebalan ultrasonik yang ekonomis dan dirancang untuk kebutuhan pengujian non-destruktif (Non-Destructive Testing/NDT). Dengan bobot hanya 140 gram, alat ini ringan, portabel, mudah dioperasikan, serta mampu memberikan hasil pengukuran yang akurat pada berbagai jenis material seperti logam, pipa, pelat, tangki, boiler, dan pressure vessel. Meskipun memiliki desain yang ringkas,

Cara Mengukur Blok Kalibrasi dengan Ultrasonic Thickness Gauge TIME®2110 Read More »

Cara Membuat Kurva DAC dengan Ultrasonic Flaw Detector

Ultrasonic Flaw Detector merupakan alat Non-Destructive Testing (NDT) yang banyak digunakan di berbagai industri untuk mendeteksi dan mengevaluasi cacat pada material tanpa merusaknya. Salah satu fitur penting dalam pengujian ultrasonik adalah DAC (Distance Amplitude Correction), yaitu kurva koreksi amplitudo terhadap jarak yang digunakan untuk mengompensasi penurunan amplitudo sinyal seiring bertambahnya jarak rambat gelombang ultrasonik. Kurva

Cara Membuat Kurva DAC dengan Ultrasonic Flaw Detector Read More »

Keranjang Belanja