Mengukur Ketebalan Total Coating pada Plastik, Beton, Kayu, dan Material Lain Menggunakan Max Thick Mode pada PosiTector 200

PosiTector® 200 Coating Thickness Gage merupakan alat ukur ketebalan coating yang dapat mengukur secara non-destructive (NDT/tanpa merusak permukaan) ketebalan lapisan pada berbagai material non-logam, termasuk kayu, beton, plastik, komposit, dan material lainnya.

Dengan menggunakan teknologi ultrasonic yang telah terbukti, PosiTector 200 mampu mengukur ketebalan coating secara akurat tanpa merusak lapisan atau material dasar.

Kini, dengan hadirnya Max Thick Mode, penggunaan PosiTector 200 menjadi lebih mudah. Fitur ini membantu pengguna mengidentifikasi dan mengukur ketebalan coating maksimum secara lebih praktis, sehingga sangat sesuai untuk kebutuhan coating inspection, quality control, dan pengukuran ketebalan lapisan pada material non-logam.

Prinsip Pengukuran

Probe PosiTector 200 memancarkan pulsa suara ultrasonik yang merambat ke dalam lapisan coating dan kemudian dipantulkan kembali (echo) ketika mencapai batas antar material yang memiliki perbedaan densitas, seperti substrate.

Alat mengukur waktu yang diperlukan pulsa ultrasonik untuk bergerak dari probe menuju interface antara coating dan substrate, kemudian kembali ke probe.

Dengan mengalikan waktu tempuh gelombang ultrasonik dengan kecepatan suara yang merambat melalui coating, ketebalan coating dapat dihitung. Kecepatan suara pada sebagian besar coating berbasis polimer relatif serupa, sehingga prinsip ini memungkinkan PosiTector 200 mengukur ketebalan satu atau beberapa lapisan coating secara non-destructive.

Secara sederhana:

Ketebalan Coating = (Kecepatan Suara × Waktu Tempuh Pulsa Ultrasonik) ÷ 2

Pembagian dengan angka 2 dilakukan karena pulsa ultrasonik bergerak dari probe menuju interface dan kemudian kembali lagi ke probe.

Pada hampir semua aplikasi, terdapat perubahan densitas (density change) pada interface antara coating dan substrate yang dapat dideteksi oleh PosiTector 200. Namun, perubahan densitas juga dapat terjadi di antara lapisan-lapisan coating sehingga memungkinkan alat mendeteksi batas antar lapisan.

Model PosiTector 200 Advanced sering kali mampu mendeteksi interface antara lapisan coating yang berbeda maupun lapisan dengan jenis coating yang sama, selama lapisan pertama telah fully cured (kering atau mengeras sepenuhnya) sebelum lapisan berikutnya diaplikasikan.

Dalam kondisi normal, echo ultrasonik terkuat biasanya menunjukkan interface coating-substrate. Sementara itu, echo yang lebih kecil dapat menunjukkan ketebalan masing-masing lapisan coating.

Dengan kemampuan tersebut, PosiTector 200 Advanced dapat membantu inspector tidak hanya mengukur total coating thickness, tetapi juga menganalisis ketebalan lapisan individual pada sistem coating multilayer, selama terdapat perbedaan karakteristik akustik yang cukup di antara lapisan.

Default Mode

Default Mode pada PosiTector 200 telah digunakan selama puluhan tahun untuk mengukur ketebalan coating pada berbagai jenis coating dan substrate.

Dalam mode ini, PosiTector 200 mencari echo ultrasonik terkuat (loudest ultrasonic echo) dalam rentang pengukurannya dan menggunakan echo tersebut sebagai dasar untuk menentukan ketebalan coating.

Pada Multi-Layer Mode, echo terkuat yang terdeteksi—sesuai dengan jumlah lapisan yang dipilih—digunakan untuk menentukan ketebalan masing-masing lapisan coating.

Untuk sebagian besar aplikasi, terutama ketika mengukur coating polimer dengan permukaan halus, metode ini mampu memberikan hasil pengukuran yang akurat untuk ketebalan total coating maupun ketebalan setiap lapisan, tanpa memerlukan pengaturan atau adjustment tambahan.

Tantangan pada Permukaan Kasar

Namun, pengukuran dapat menjadi lebih menantang pada aplikasi dengan surface roughness atau ketika terdapat banyak echo kuat di dekat permukaan coating.

Kondisi tersebut dapat menghasilkan unwanted echoes (echo yang tidak diinginkan). Bahkan, echo tersebut terkadang lebih kuat dibandingkan echo yang berasal dari interface coating-substrate yang sebenarnya ingin diukur.

Salah satu cara untuk mengatasi kondisi tersebut adalah dengan meningkatkan pengaturan Lo Range pada PosiTector 200. Pengaturan ini membantu alat mengabaikan echo yang tidak diinginkan di dekat permukaan.

Namun, proses tersebut dapat memerlukan waktu dan terkadang sulit menentukan pengaturan yang tepat. Jika Lo Range dinaikkan terlalu tinggi, echo permukaan yang tidak diinginkan memang dapat diabaikan, tetapi alat juga berisiko melewatkan area coating yang lebih tipis.

Oleh karena itu, diperlukan pengaturan yang tepat agar PosiTector 200 dapat mengabaikan surface echoes yang tidak diinginkan sekaligus tetap mampu mendeteksi ketebalan coating yang tipis.

Max Thick Mode

Ketika peningkatan Lo Range mengharuskan pengaturan yang terlalu dekat dengan ketebalan coating yang diperkirakan, atau pengguna tidak ingin melakukan adjustment pada rentang pengukuran, Max Thick Mode menjadi pilihan yang optimal.

Saat Max Thick Mode diaktifkan, PosiTector 200 mencari echo signifikan terdalam (deepest significant echo), bukan echo yang paling kuat (loudest echo).

Artinya, echo kuat yang berada di dekat permukaan—yang biasanya disebabkan oleh surface roughness atau sistem coating yang menghasilkan banyak noise—dapat diabaikan. Dengan metode ini, Max Thick Mode sering kali lebih efektif dalam menentukan ketebalan total coating hingga interface dengan substrate dan menghilangkan kebutuhan untuk menyesuaikan preset Lo Range pada alat.

Karena selalu terdapat kemungkinan munculnya echo kecil yang berasal dari dalam substrate, PosiTector 200 hanya akan melaporkan echo yang berada di atas batas kekuatan echo (preset loudness threshold) yang telah ditentukan.

Pada PosiTector 200 Advanced, nilai batas tersebut dapat disesuaikan melalui Graphic Display Mode, sehingga pengguna memiliki kontrol lebih besar terhadap echo yang akan dideteksi dan dilaporkan.

Pengukuran Multi-Layer dengan Max Thick Mode

Ketika Max Thick Mode diaktifkan dan pengguna memilih pengukuran multiple layers—khususnya pada PosiTector 200 Advanced—alat akan melaporkan ketebalan setiap lapisan berdasarkan echo ultrasonik terdalam yang terdeteksi.

Hal ini membantu pengguna menganalisis ketebalan individual pada sistem coating multilayer sekaligus menentukan total coating thickness hingga interface coating-substrate.


Rekomendasi alat untuk mengukur ketebalan lapisan ultrasonic: PosiTector 200

Alat pengukur ketebalan lapisan ultrasonik (Ultrasonic Coating Thickness Gage) PosiTector 200. Perangkat canggih untuk mengukur ketebalan lapisan secara non-destruktif pada berbagai substrat non-logam seperti kayu, beton, plastik, dan lainnya, dengan kemampuan pengukuran multi-lapisan pada model Advanced.

Kesimpulan

PosiTector 200 Ultrasonic Coating Thickness Gage digunakan untuk mengukur ketebalan coating pada berbagai material non-logam, termasuk kayu, beton, plastik, komposit, dan material lainnya.

Untuk sebagian besar aplikasi, Max Thick Mode dapat memberikan hasil pengukuran yang lebih efektif dengan mencari echo signifikan terdalam. Mode ini sangat membantu pada permukaan dengan surface roughness atau sistem coating yang menghasilkan banyak echo di dekat permukaan.

Keunggulan utama Max Thick Mode adalah pengguna tidak perlu terus-menerus menyesuaikan Lo Range hanya untuk mengabaikan pantulan permukaan yang tidak diinginkan. Dengan demikian, proses pengukuran menjadi lebih sederhana, cepat, dan praktis, terutama untuk menentukan total coating thickness hingga interface substrate.

Fungsi Max Thick Mode juga dapat ditambahkan melalui gage update pada model PosiTector Standard dengan nomor seri 795,375 atau lebih tinggi dan PosiTector Advanced dengan nomor seri 784,000 atau lebih tinggi.

No Telp / WhatsApp : 0812 1248 2471
Email : rusditeknikindo@gmail.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja