Evaluasi Karakteristik Cacat Internal, Penyebab, dan Tindakan Pencegahan pada Pengujian Ultrasonik

Lubang gas

Pendahuluan

Blowhole atau porositas adalah cacat pengelasan yang terjadi akibat gas terperangkap di dalam logam las selama proses pembekuan. Keberadaan blowhole dapat menurunkan kekuatan sambungan las karena mengurangi luas penampang efektif dan mengganggu homogenitas struktur logam.

Pada pemeriksaan menggunakan Ultrasonic Flaw Detector (UT), blowhole tunggal umumnya menghasilkan sinyal pantulan (echo) dengan amplitudo rendah dan bentuk gelombang berupa satu puncak sempit yang relatif stabil. Dari berbagai arah pemeriksaan, amplitudo pantulan biasanya hampir sama. Namun, ketika probe digeser sedikit, sinyal tersebut dapat menghilang karena ukuran cacat yang kecil.

Untuk porositas berkelompok (cluster porosity), akan muncul beberapa sinyal pantulan secara bersamaan. Tinggi amplitudo bergantung pada ukuran dan jumlah pori. Saat probe diputar pada satu titik, amplitudo sinyal akan berubah naik turun, yang menjadi salah satu karakteristik khas cacat jenis ini.

Penyebab Blowhole

Blowhole umumnya disebabkan oleh gas yang tidak sempat keluar dari kolam las sebelum logam membeku. Beberapa penyebab utamanya meliputi:

  • Elektroda tidak dikeringkan pada suhu yang direkomendasikan.
  • Lapisan pelapis (coating) elektroda mengalami kerusakan atau menyerap kelembapan.
  • Inti elektroda mengalami korosi.
  • Kawat las (welding wire) kotor atau berkarat.
  • Arus pengelasan manual terlalu besar.
  • Panjang busur (arc length) terlalu panjang.
  • Tegangan pengelasan pada proses Submerged Arc Welding (SAW) terlalu tinggi atau tegangan listrik tidak stabil.
  • Kemurnian gas pelindung pada proses Gas Shielded Welding rendah atau aliran gas tidak memadai.

Apabila porositas muncul dalam bentuk rantai pori (chain porosity), cacat ini dapat secara signifikan menurunkan kekuatan tarik, kekuatan lentur, serta ketangguhan impak (impact toughness) sambungan las.

Cara Pencegahan

Untuk mengurangi risiko terbentuknya blowhole, langkah-langkah berikut perlu diterapkan:

  • Jangan menggunakan elektroda dengan pelapis yang retak, terkelupas, rusak, atau inti yang berkarat.
  • Gunakan kawat las yang bersih dan bebas karat, atau lakukan pembersihan sebelum digunakan.
  • Keringkan elektroda dan bahan tambah sesuai suhu yang direkomendasikan oleh pabrikan.
  • Bersihkan kampuh las dan area di sekitar sambungan dari minyak, karat, kelembapan, cat, dan kotoran lainnya.
  • Atur arus pengelasan, tegangan busur, dan kecepatan pengelasan sesuai prosedur.
  • Pastikan gas pelindung memiliki kemurnian tinggi dan laju aliran yang sesuai.
  • Jaga panjang busur tetap stabil selama proses pengelasan.

Rekomendasi alat pengujian Lubang Gas: TIME®1150 TIME

TIME1150 merupakan alat uji cacat ultrasonik digital (Digital Ultrasonic Flaw Detector) unggulan yang diproduksi oleh TIME Group Inc., dirancang untuk memberikan deteksi cacat internal material secara cepat, akurat, dan andal pada berbagai aplikasi inspeksi non-destruktif (NDT) dan Quality Control (QC) di sektor industri.

Kesimpulan

Blowhole (Porositas) merupakan cacat internal yang disebabkan oleh gas yang terperangkap di dalam logam las. Meskipun sering berukuran kecil, cacat ini dapat menurunkan kekuatan mekanis, ketahanan impak, dan keandalan sambungan las, terutama jika terjadi dalam jumlah banyak atau membentuk porositas berantai. Melalui penerapan prosedur pengelasan yang benar, penggunaan bahan tambah yang berkualitas, serta inspeksi menggunakan Ultrasonic Flaw Detector (UT), blowhole dapat dideteksi dan dicegah sejak dini sehingga kualitas sambungan las tetap memenuhi standar industri.

No Telp / WhatsApp : 0812 1248 2471
Email : rusditeknikindo@gmail.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja