Tes Pembakaran Sudut Ruangan untuk Bahan Bangunan | Room Corner Burning Test for Building Material ISO 9705

Sebagai dasar dari ISO 9705 (Uji Kebakaran – Uji Ruangan Skala Penuh untuk Produk Permukaan), RCT adalah uji yang mereproduksi kondisi kebakaran lokal melalui pembakaran api di ruangan kecil dalam struktur bangunan dan mengukur pergerakan api serta penyebaran pembakaran di struktur bangunan. ISO 9705 menyebutkan metode uji untuk memulai kebakaran dari sudut ruangan dan tujuan dari metode uji ini adalah untuk menilai bagaimana produk permukaan mempengaruhi pertumbuhan api menggunakan sumber penyalaan standar. Sumber penyalaan standar disebutkan, tapi opsi lain juga memungkinkan. Namun kita harus hati-hati terhadap pengaruh bentuk, posisi, dan keluaran panas terhadap pertumbuhan api. Metode ini cocok untuk produk – material seperti resin termoplastik, sirkuit yang diisolasi, sambungan, dan laboratorium dengan permukaan tidak beraturan – yang tidak mungkin diuji di laboratorium kecil.

ISO 9705 Room Corner Burning Test untuk Material Bangunan

 

Pendahuluan

ISO 9705 Room Corner Burning Test atau Room Corner Test (RCT) merupakan metode pengujian skala penuh yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja reaksi terhadap api (reaction to fire) dari material bangunan. Pengujian ini mengukur berbagai parameter penting, seperti Heat Release Rate (HRR), laju pembentukan asap (Smoke Production Rate), konsumsi oksigen (O₂), produksi karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO₂), serta parameter lain yang berkaitan dengan perilaku kebakaran.

Berdasarkan standar ISO 9705 – Fire Tests: Full Scale Room Test for Surface Products, pengujian dilakukan dengan mensimulasikan kondisi kebakaran nyata di sudut ruangan menggunakan sumber api standar. Tujuannya adalah untuk mereproduksi kondisi awal kebakaran pada bangunan dan mengevaluasi bagaimana api berkembang serta menyebar pada material pelapis dinding maupun langit-langit.

Standar ISO 9705 menetapkan metode penyalaan dari sudut ruangan untuk menilai kontribusi suatu material terhadap pertumbuhan api menggunakan sumber penyalaan standar. Walaupun standar telah menentukan jenis sumber api, penggunaan sumber penyalaan alternatif juga dimungkinkan selama mempertimbangkan pengaruh bentuk, posisi, serta besarnya keluaran panas terhadap perkembangan kebakaran.

Metode ini sangat sesuai untuk menguji material yang sulit diuji dalam skala laboratorium kecil, seperti resin termoplastik, panel sandwich, sistem insulasi, sambungan (joint), serta material dengan permukaan yang tidak beraturan.

Tujuan utama pengujian ini bukan untuk menentukan ketahanan api (fire resistance) suatu produk, melainkan untuk mengevaluasi Heat Release Rate (HRR) sejak awal penyalaan hingga terjadinya flashover, dengan kemampuan pengukuran hingga 3 MW.


Standar

Peralatan ini memenuhi berbagai standar internasional, antara lain:

  • ISO 9705 – Fire Tests – Full Scale Room Test for Surface Products
  • ISO 13784-1 – Reaction to Fire Tests for Sandwich Panel Building Systems
  • ASTM E1537 – Standard Test Method for Fire Testing of Upholstered Furniture
  • ASTM E603 – Standard Guide for Room Fire Experiments
  • EN 14390 – Fire Test – Full Scale Room Test for Surface Products
  • NFPA 265 – Standard Methods of Fire Tests for Evaluating Room Fire Growth Contribution of Textile Coverings on Full Height Panels and Walls
  • NFPA 286 – Standard Methods of Fire Tests for Evaluating Contribution of Wall and Ceiling Interior Finish to Room Fire Growth

Fitur

  1. Hood Skirt, berfungsi untuk mengumpulkan gas hasil pembakaran (flue gas) serta mencegah gas keluar dari area pengujian.
  2. Strainer, digunakan untuk menjaga kestabilan aliran gas buang selama proses pengujian.
  3. Suction Pump, berfungsi menghisap gas hasil pembakaran dari saluran (duct) menuju ruang kontrol laboratorium untuk dianalisis.

Hasil Pengujian

Peralatan ini mampu menghasilkan berbagai data pengujian, antara lain:

  • Heat Release Rate (HRR) atau Laju Pelepasan Panas.
  • Smoke Production Rate (SPR) atau Laju Pembentukan Asap.
  • Pengukuran konsumsi oksigen (O₂) serta produksi CO dan CO₂.
  • Analisis gas beracun lainnya menggunakan FT-IR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy).
  • Pengukuran perubahan suhu pada bagian masuk (entrance) ruang uji selama proses pembakaran.

Spesifikasi

Parameter Spesifikasi
Dimensi Ruang Uji 3600 × 2400 × 2400 mm
Dimensi Hood 3000 × 3000 × 2950 mm
Dimensi Sandbox Burner 170 × 170 × 145 mm
Catu Daya 220 VAC, 60 Hz, 10 A
Kapasitas Exhaust 3,5 m³/detik
Utilitas Sistem Katup Gas Propana dan Sistem Penyalaan Otomatis

 

No Telp / WhatsApp : 0812 1248 2471
Email : rusditeknikindo@gmail.com

Keranjang Belanja