Tungku Uji Tahan Api Vertikal | Vertical Fire Resistance Test Furnace EN 1363-1,ISO 834

Kinerja tahan api dari suatu material memberikan informasi penting untuk evaluasi sampel dan sifat-sifat perakitan. Tungku Uji Api Vertikal adalah metode kuantitatif untuk posisi vertikal material dan kemampuannya menahan suhu tinggi. Tungku ini bisa digunakan untuk evaluasi produk tahan api, seperti dinding, pintu, peredam udara, sambungan, dan agen penyegel infiltrasi. Sampel evaluasi mencakup sejumlah fitur, termasuk kapasitas menahan beban, pengendalian api, perpindahan panas, dan lain-lain.

Vertical Fire Resistance Test Furnace EN 1363-1 / ISO 834

 

Pendahuluan

Vertical Fire Resistance Test Furnace adalah tungku uji laboratorium yang dirancang untuk mengevaluasi ketahanan api (fire resistance) berbagai material dan sistem konstruksi yang dipasang secara vertikal. Peralatan ini memberikan informasi penting mengenai kemampuan material dalam menahan paparan suhu tinggi selama kebakaran sehingga dapat digunakan sebagai dasar penilaian performa dan klasifikasi produk tahan api.

Tungku ini digunakan untuk menguji berbagai produk tahan api, seperti dinding, pintu tahan api, damper udara, sambungan konstruksi (joints), serta material penyegel penetrasi (penetration sealing systems). Selama pengujian, berbagai parameter dievaluasi, termasuk daya dukung beban (load-bearing capacity), integritas terhadap api (integrity), perpindahan panas (heat transfer), dan karakteristik lainnya sesuai standar.

Peralatan ini dirancang sesuai dengan persyaratan EN 1363-1, EN 1363-2, ISO 834, serta GB/T 9978, termasuk kurva pembakaran hidrokarbon (Hydrocarbon Fire Curve). Sistem pembakaran, ruang bakar, dan rangka pemasangan spesimen telah dikembangkan selama bertahun-tahun untuk menghasilkan metode pengujian yang akurat, stabil, dan dapat diandalkan.

Seluruh lapisan tahan api pada tungku dipasang dan diuji terlebih dahulu di pabrik. Setelah itu, unit dapat dibongkar menjadi beberapa bagian sehingga memudahkan proses pengiriman dan instalasi di lokasi pelanggan.


Standar

  • EN 1363-1
  • EN 1363-2
  • ISO 834
  • GB/T 9978

Fitur Utama

  1. Ruang bakar memiliki dimensi internal 3000 × 3000 × 1300 mm dan dilapisi bata tahan api kelas 1400°C, blok pengisi tahan api, serta pelat penahan terak (slag plate). Bagian atas tungku menggunakan bata khusus yang dilapisi material tahan api.
  2. Pada beberapa bagian digunakan isolasi berbahan tanah diatom (diatomaceous earth) dan material super-isolasi suhu rendah. Area dengan temperatur tinggi menggunakan bata tahan api alumina padat 42% untuk memberikan isolasi optimal selama pengujian hingga 6 jam.
  3. Dudukan spesimen vertikal dapat dibuat sesuai kebutuhan pengujian pelanggan.
  4. Lapisan dalam tungku menggunakan bata isolasi tahan api, blok pengisi tahan api, dan pelat penahan terak.
  5. Bagian atas tungku menggunakan bata tahan api berbentuk khusus dengan lapisan material refraktori.
  6. Struktur tungku menggunakan baja karbon rendah yang diperkuat dengan baja kanal (C-Channel) dan balok H-Beam sehingga mampu meminimalkan deformasi akibat suhu tinggi.
  7. Dudukan spesimen dipasang pada bagian depan tungku dan dikunci menggunakan empat set pintu pengunci.
  8. Bagian luar dilengkapi bantalan serat anorganik serta bata isolasi tahan panas yang dipasang di sepanjang dinding tungku.
  9. Empat jendela observasi menggunakan kaca kuarsa tahan panas, memungkinkan operator memantau kondisi spesimen selama pengujian.
  10. Pintu geser berbahan papan serat aluminium ringan dengan sistem pendingin udara berfungsi sebagai pelindung tambahan terhadap panas.
  11. Dilengkapi 12 burner khusus dengan sistem pengawasan nyala api (Flame Supervision Device) untuk menjamin keamanan proses pembakaran.
  12. Sistem kontrol memungkinkan pemilihan kurva pemanasan secara otomatis sesuai standar seperti BS 476, EN 1363, maupun IMO Hydrocarbon Curve, serta mendukung pengoperasian manual.
  13. Sistem pembuangan asap menggunakan tiga saluran berbentuk lingkaran yang masing-masing dilengkapi damper, poros berpendingin air, dan lapisan serat keramik tahan panas.
  14. Struktur baja diperkuat pada area burner, sensor suhu, sensor tekanan, dan titik pengamatan sehingga mampu mempertahankan stabilitas selama pengujian jangka panjang.

Fitur Teknis

Sistem Termokopel

  • Menggunakan konfigurasi termokopel sesuai standar terbaru.
  • Dilengkapi 9 termokopel pada dinding belakang tungku.
  • Menggunakan pipa paduan nikel-besi sebagai dudukan termokopel.

Sistem Pengukuran Tekanan

  • Titik pengukuran tekanan dipasang pada kedua sisi ruang bakar menggunakan pipa paduan nikel-besi.
  • Seluruh sensor tekanan terhubung ke sistem inverter melalui kabel lapangan.

Burner LPG Suhu Tinggi

  • Menggunakan burner LPG tipe nyala lembut (Soft Flame Burner).
  • Terdapat 6 burner pada masing-masing sisi tungku.
  • Dilengkapi sistem pengaman api, sistem penyalaan otomatis, dan sensor temperatur.

Rangka Pengangkat dan Dudukan Spesimen

  • Tersedia dua rangka pengujian untuk spesimen vertikal.
  • Menggunakan blok tahan api yang dipasang pada rangka stainless steel.
  • Dilengkapi sistem pengangkat untuk memudahkan pemasangan spesimen ke dalam tungku.

Cerobong dan Saluran Penghubung

  • Cerobong dibuat dari baja karbon rendah setebal 9 mm.
  • Panjang lapisan tahan panas bagian awal mencapai 6 meter.
  • Cerobong dipasang minimal 3 meter dari tungku dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan instalasi.

Sistem Suplai Udara Burner

  • Menggunakan kipas pemasok udara pembakaran agar suplai udara tetap stabil selama pengujian.

Sensor Suhu dan Tekanan

  • Dilengkapi:
    • 9 Termokopel Tipe-K
    • 1 Termokopel Permukaan
    • 1 Pressure Gauge
    • 1 Termokopel Suhu Lingkungan

Jendela Observasi

  • Empat jendela observasi menggunakan kaca tahan panas dengan sistem pendingin udara.
  • Dapat diganti menggunakan sistem kamera apabila diperlukan.

Motorized Pressure Controlled Dampers

  • Sistem damper bermotor mengatur tekanan ruang bakar secara otomatis.
  • Damper didinginkan menggunakan air sehingga pelanggan perlu menyediakan sistem suplai dan pembuangan air.

Instalasi Kelistrikan

  • Seluruh komponen seperti katup solenoid, sistem pengaman, ignition, flame detector, pressure switch, vacuum switch, dan electric valve telah disiapkan untuk koneksi lapangan oleh teknisi instalasi.

Sistem Kontrol PLC dan Komputer

  • Menggunakan PLC Siemens beserta modul Remote I/O yang kompatibel.
  • Perangkat lunak manajemen data kebakaran dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis seluruh data pengujian.
  • Mendukung kurva pemanasan sesuai:
    • BS 476 Part 20–24
    • EN 1363
    • IMO Hydrocarbon Curve
  • Kurva suhu lainnya juga dapat diprogram sesuai kebutuhan pengguna.
  • Sistem menampilkan kurva suhu secara real-time pada layar komputer.

Sistem Perekaman Data Ganda

  • Data pengujian direkam secara otomatis ke komputer utama dan komputer cadangan.
  • Grafik analisis ditampilkan secara real-time selama pengujian.
  • Data dapat diakses melalui jaringan komputer laboratorium.

Pengoperasian Manual

  • Tungku tetap dapat dioperasikan secara manual tanpa bergantung pada komputer kontrol.
  • Sistem penyalaan dilakukan melalui tombol khusus dengan urutan pengamanan otomatis.
  • Posisi damper udara dan gas dapat diatur secara individual maupun bersamaan.
  • Sistem keselamatan dilengkapi indikator status, interlock, tombol reset, serta alarm suara apabila terjadi kondisi tidak normal.

Spesifikasi

Parameter Spesifikasi
Jumlah Kanal 240 kanal (diferensial bipolar)
Jenis Konektor Soket bulat 4 mm (2 konektor per kanal)
Rentang Input DC 5 mV, 50 mV, 500 mV, 5000 mV (dapat diprogram)
Resolusi 21-bit
Akurasi 0,005% Full Scale
Kecepatan Pengukuran 1 ms hingga 3 detik (dapat diprogram)
Kompensasi Sambungan Dingin Kompensasi absolut ±0,1°C
Antarmuka Komputer RS-485 (75 Ohm Twisted Pair)
Catu Daya 200–240 VAC, 100–130 VAC, atau 24 VAC, 40–70 Hz
Konsumsi Daya 7 VA

 

No Telp / WhatsApp : 0812 1248 2471
Email : rusditeknikindo@gmail.com

Keranjang Belanja