(Sensor Radiasi Surya Berbasis Prinsip Thermopile)
Pyranometer RK200-03 dibuat berdasarkan prinsip thermopile; elemen penginderaannya terdiri dari thermopile berlapis dengan banyak kontak yang dililit dan dilapisi. Permukaan sensor dilapisi dengan cat hitam berdaya serap tinggi untuk meningkatkan sensitivitas terhadap radiasi matahari.
Pada sensor ini, kontak panas terletak di permukaan sensor, sedangkan persimpangan dingin berada di dalam badan sensor. Perbedaan suhu antara kontak panas dan dingin menghasilkan gaya gerak listrik (electromotive force) melalui efek termoelektrik yang sebanding dengan intensitas radiasi matahari.
Untuk mengurangi pengaruh suhu lingkungan sekitar, sensor ini dilengkapi dengan sirkuit kompensasi suhu yang dirancang khusus agar efek suhu tidak memengaruhi karakteristik pengukuran sensor.
Rain Gauge WTB100 adalah sensor hujan tipe tipping bucket yang mudah digunakan dan dirancang untuk aplikasi pemantauan presipitasi jangka panjang. Alat ini dapat langsung dihubungkan ke sensor WS yang tidak memiliki pengukuran hujan terintegrasi.
Fitur Utama
Mudah digunakan – pemasangan sederhana dengan kabel 10 m yang sudah termasuk dalam paket
Fleksibel – dapat dihubungkan ke sensor WS tanpa modul pengukuran presipitasi internal
Dapat disesuaikan – resolusi dan intensitas hujan dapat diubah dengan cincin pengurang (reduction ring)
Presisi tinggi dengan mekanisme tipping bucket bebas bounce (reed contact)
Tahan cuaca dan cocok untuk penggunaan luar ruang dalam berbagai kondisi iklim
RK120-07 adalah alat ukur kecepatan dan arah angin yang bekerja berdasarkan prinsip perbedaan waktu rambat gelombang ultrasonik di udara. Teknologi ini memungkinkan pengukuran angin secara akurat dan responsif tanpa menggunakan komponen bergerak, sehingga lebih tahan lama dan membutuhkan perawatan minimal.
Pelindung Radiasi Multi-Lapisan melindungi sensor suhu, kelembaban relatif, atau tekanan barometrik dari radiasi matahari dan curah hujan yang dapat menyebabkan kesalahan pengukuran. Pelindung ini mengandalkan kombinasi desain pelat, bahan, dan ventilasi alami untuk memberikan perlindungan yang efektif.
RK600-07 adalah pencatat data (data logger) yang dilengkapi dengan fungsi akuisisi data, penyimpanan, transmisi, dan manajemen. Perangkat ini merupakan komponen inti dalam sistem stasiun cuaca otomatis, dengan kemampuan untuk menghubungkan hingga 32 parameter secara bersamaan.
(Sensor Radiasi Surya Berbasis Prinsip Thermopile)
Pyranometer RK200-03 diproduksi berdasarkan prinsip thermopile; elemen sensor terbuat dari thermopile berlapis yang dililit dengan banyak kontak. Permukaan sensor dilapisi dengan cat hitam berdaya serap tinggi untuk meningkatkan kemampuan menyerap radiasi matahari.
Pada sensor ini, kontak panas terletak di permukaan sensor, sementara persimpangan dingin berada di dalam badan sensor. Perbedaan suhu antara kontak panas dan dingin menghasilkan gaya gerak listrik (electromotive force) melalui efek termoelektrik yang sebanding dengan intensitas radiasi matahari.
Untuk mengurangi pengaruh suhu lingkungan, sensor ini dilengkapi dengan sirkuit kompensasi suhu yang dirancang khusus guna meminimalkan dampak suhu sekitar terhadap performa sensor.
Sensor PAR RK200-02 terutama digunakan untuk mengukur radiasi matahari dalam rentang panjang gelombang 400~700nm. Sensor ini mudah dipasang dan dapat bekerja secara terus-menerus dalam segala cuaca.
Saat ada sinar matahari, detektor silikon-foto di dalam sensor akan menghasilkan tegangan keluaran yang proporsional terhadap intensitas cahaya yang diterima. Sensitivitas sensor ini proporsional terhadap kosinus sudut datang cahaya.
Setiap produk dilengkapi dengan koefisien sensitivitas masing-masing, sehingga dapat langsung menghasilkan nilai radiasi dalam satuan tertentu.
Sensor PAR, singkatan dari Photosynthetic Active Radiation Sensor, adalah perangkat luar biasa yang memungkinkan para ilmuwan dan peneliti untuk mengukur secara tepat jumlah energi cahaya yang tersedia untuk proses fotosintesis pada tanaman. Teknologi canggih ini memanfaatkan prinsip mekanika kuantum untuk mendeteksi dan mengukur foton dalam rentang panjang gelombang tertentu yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman.
Sensor PAR terdiri dari sekumpulan detektor yang sangat sensitif yang mampu menangkap sinyal cahaya paling lemah sekalipun, baik dari sinar matahari maupun pencahayaan buatan. Dilengkapi dengan optik canggih, alat ini meminimalkan gangguan dari faktor eksternal sekaligus mengubah foton yang masuk menjadi sinyal listrik secara efisien.
Melalui pengukuran yang teliti, sensor PAR memberikan wawasan berharga mengenai respons fisiologis dan tingkat produktivitas tanaman di berbagai lingkungan dan kondisi. Dengan menganalisis data ini, para ilmuwan dapat mengoptimalkan praktik budidaya, meningkatkan hasil panen, serta memperdalam pemahaman kita tentang pengaruh cahaya terhadap perkembangan tanaman di tingkat molekuler.