Tester Karakteristik Kapasitas Transformator Huazheng HZ-6300C

Portable Transformer Capacity Characteristic Tester |  Tester Karakteristik Kapasitas Transformator Huazheng HZ-6300C

Alat Uji Kapasitas Transformator merupakan instrumen khusus yang dirancang untuk mendeteksi permasalahan penambahan kapasitas listrik secara ilegal serta membantu pemeriksaan pengguna listrik yang tidak sesuai dengan kapasitas dasar yang terdaftar. Instrumen ini merupakan alat ukur berpresisi tinggi yang dirancang khusus untuk mengukur kapasitas transformator dan berbagai parameternya.

Pendahuluan

Instrumen ini merupakan alat ukur multifungsi yang menggabungkan fungsi dua perangkat umum, yaitu alat uji kapasitas transformator dan alat uji parameter transformator. Instrumen dapat digunakan untuk menguji berbagai parameter transformator, seperti kapasitas transformator, tipe/model, arus tanpa beban, rugi-rugi tanpa beban, rugi-rugi beban, tegangan impedansi, dan parameter lainnya.

Produk ini memiliki berbagai keunggulan, seperti desain yang ringkas dan ringan, akurasi pengukuran tinggi, stabilitas yang baik, serta pengoperasian yang sederhana. Instrumen dapat menggantikan metode pengukuran menggunakan multimeter untuk menguji rugi-rugi dan kapasitas transformator. Dengan sistem pengkabelan yang sederhana dan proses pengujian yang praktis, efisiensi pekerjaan pengukuran di lapangan dapat meningkat secara signifikan.

Transformer Capacity Characteristic Tester  (5)

Fungsi

  • Mengukur kapasitas berbagai jenis transformator distribusi dan transformator daya, sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi kapasitas transformator tanpa memerlukan sumber daya tambahan. Metode pengujian menjadi lebih praktis dan efisien.
  • Mengukur berbagai parameter transformator, seperti arus tanpa beban, rugi-rugi tanpa beban, tegangan impedansi, rugi-rugi beban, dan parameter lainnya dengan dukungan peralatan seperti sumber daya, pengatur tegangan, dan perangkat peningkat arus.
  • Koreksi hasil pengukuran dilakukan secara otomatis. Pengguna hanya perlu memasukkan parameter terkait, seperti suhu dan koefisien penyesuaian beban. Instrumen secara otomatis melakukan berbagai koreksi, termasuk koreksi distorsi bentuk gelombang, koreksi suhu, koreksi tegangan non-nominal, dan koreksi arus nominal.
  • Tegangan maksimum hingga 750 V dan arus maksimum hingga 100 A, serta dilengkapi dengan sirkuit perlindungan untuk meningkatkan keamanan selama proses pengujian.
  • Rentang pengukuran tegangan dan arus fleksibel serta mudah diperluas sesuai kebutuhan pengujian.
  • Dilengkapi layar LCD berukuran besar dengan tingkat kecerahan tinggi, menu dan panduan pengoperasian dalam Bahasa Inggris, serta antarmuka pengguna yang mudah dipahami. Layar LCD memiliki kecerahan yang dapat disesuaikan dan mampu beroperasi pada rentang suhu yang luas, sehingga dapat digunakan dalam berbagai kondisi lingkungan.
  • Berdasarkan hasil pengujian rugi-rugi tanpa beban dan rugi-rugi beban, instrumen dapat secara otomatis memperkirakan tingkat kinerja transformator distribusi dan transformator daya tiga fasa berpendingin minyak sebagai referensi. Fungsi klasifikasi tingkat kinerja ini saat ini hanya berlaku untuk transformator distribusi dan transformator daya tiga fasa berpendingin minyak; jenis transformator lainnya tidak didukung oleh fungsi tersebut.

 

Definisi Pengujian Transformator

Pengujian kapasitas dan karakteristik transformator merupakan pengujian profesional yang mencakup berbagai pengaturan dan parameter dalam metode pengujian. Beberapa istilah penting yang digunakan dalam pengujian transformator adalah sebagai berikut:

1. Tap

Pada transformator dengan belitan bertap, setiap tap pada belitan menunjukkan jumlah lilitan tertentu yang tetap pada posisi tersebut. Artinya, terdapat jumlah lilitan tertentu antara tap tersebut dengan belitan lain yang memiliki jumlah lilitan tetap.

2. Tap Utama (Principal Tapping)

Tap yang sesuai dengan parameter nominal transformator.

Catatan: Data rugi-rugi beban, rugi-rugi tanpa beban, dan arus tanpa beban merupakan data transformator pada tap utama, kecuali ditentukan menggunakan tap lainnya.

3. Pengubah Tap Berbeban (On-load Tap Changer/OLTC)

Perangkat yang digunakan untuk mengubah posisi tap pada belitan transformator ketika transformator sedang beroperasi dalam kondisi bertegangan (berbeban) atau tanpa beban.

4. Pengubah Tap Tanpa Beban (Off-circuit Tap Changer)

Perangkat yang digunakan untuk mengubah posisi tap pada belitan transformator ketika transformator berada dalam kondisi tidak bertegangan.

5. Rugi-Rugi Tanpa Beban (No-load Loss)

Rugi-rugi tanpa beban, yang umum disebut rugi-rugi inti (core loss/iron loss), merupakan daya aktif yang diukur ketika tegangan nominal (tegangan tap) pada frekuensi nominal diberikan pada terminal salah satu belitan, sementara belitan lainnya dalam kondisi rangkaian terbuka (open circuit).

6. Arus Tanpa Beban (No-load Current)

Arus tanpa beban merupakan nilai arus yang mengalir ketika tegangan nominal (tegangan tap) pada frekuensi nominal diberikan pada terminal salah satu belitan, sementara belitan lainnya dalam kondisi rangkaian terbuka.

Catatan 1: Untuk transformator tiga fasa, arus tanpa beban merupakan nilai rata-rata arus dari ketiga terminal fasa.

Catatan 2: Umumnya arus tanpa beban dinyatakan dalam bentuk persentase (%). Untuk transformator dengan banyak belitan, perhitungan didasarkan pada belitan dengan kapasitas nominal terbesar.

7. Rugi-Rugi Beban (Load Loss/Short-Circuit Loss/Copper Loss)

Rugi-rugi beban merupakan daya aktif pada sepasang belitan ketika arus nominal mengalir melalui terminal salah satu belitan dan terminal belitan lainnya mengalami hubung singkat, pada frekuensi nominal dan suhu referensi. Jika transformator memiliki belitan lainnya, belitan tersebut harus berada dalam kondisi rangkaian terbuka (open circuit).

Catatan 1: Pada transformator dua belitan, hanya terdapat satu pasangan belitan sehingga hanya terdapat satu nilai rugi-rugi beban.

Untuk transformator dengan banyak belitan, terdapat beberapa pasangan belitan sehingga terdapat beberapa nilai rugi-rugi beban.

Catatan 2: Jika kapasitas nominal kedua belitan berbeda, pengujian didasarkan pada arus nominal belitan dengan kapasitas nominal yang lebih rendah, kemudian dinyatakan terhadap kapasitas referensi yang ditentukan.

8. Rugi-Rugi Total (Total Loss)

Rugi-rugi total merupakan jumlah dari rugi-rugi tanpa beban dan rugi-rugi beban.

Rugi-Rugi Total = Rugi-Rugi Tanpa Beban + Rugi-Rugi Beban

9. Impedansi Hubung Singkat (Short-Circuit Impedance)

Secara umum, impedansi hubung singkat merupakan impedansi dari sepasang belitan.

Pada frekuensi nominal dan suhu referensi, impedansi seri ekuivalen antara terminal dari sepasang belitan dinyatakan sebagai:

Z = R + jX (Ω)

Dalam pengujian, terminal belitan lainnya harus berada dalam kondisi hubung singkat. Jika terdapat belitan lainnya, belitan tersebut harus berada dalam kondisi rangkaian terbuka (open circuit).

1 (1)

1 (2)

Catatan Impedansi Hubung Singkat

Catatan 1: Untuk transformator dengan belitan bertap, pengukuran impedansi hubung singkat harus menentukan posisi tap yang digunakan. Jika tidak ada instruksi khusus, pengukuran dilakukan pada tap utama (principal tap). Untuk transformator tiga fasa, nilai tersebut menunjukkan impedansi per fasa.

Catatan 2: Impedansi hubung singkat dapat dinyatakan menggunakan nilai relatif tanpa dimensi, yaitu perbandingan antara impedansi Z dan impedansi referensi Zref pada pasangan belitan yang sama, dengan rumus yang sesuai untuk transformator tiga fasa maupun satu fasa.

U — Tegangan pada belitan yang digunakan untuk menentukan Z dan Zref (tegangan nominal atau tegangan tap).

Sr — Nilai dasar kapasitas nominal transformator.

Nilai relatif tersebut dapat diperoleh dari perbandingan antara tegangan uji dan tegangan nominal (atau tegangan tap) yang diperlukan untuk menghasilkan arus nominal (atau arus tap) selama pengujian hubung singkat.

Tegangan tersebut disebut juga tegangan hubung singkat dari pasangan belitan yang diuji. Nilai ini umumnya dinyatakan dalam bentuk persentase (%).

 

Parameter Teknis

1. Rentang Output Baterai Internal

  • Tegangan: 0–10 V
  • Arus: 0–10 A

2. Rentang Output untuk Pengujian Karakteristik

  • Tegangan: 0–750 V
  • Arus: 0–100 A

3. Akurasi

  • Tegangan dan arus: ±0,2%
  • Daya: ±0,5% (Cos Φ > 0,1)
  • Daya: ±1,0% (0,02 < Cos Φ < 0,1)

4. Suhu Operasi

  • -20°C hingga +60°C

5. Persyaratan Pengisi Daya

  • Catu daya: AC 160–265 V

6. Isolasi

  • ⑴ Resistansi isolasi antara rangkaian kapasitas, tegangan, arus, dan penutup instrumen: ≥100 MΩ
  • ⑵ Tegangan uji frekuensi daya: 2 kV (nilai efektif/RMS) antara input catu daya dan penutup instrumen, dengan waktu pengujian 1 menit.

7. Dimensi

  • 32 × 25 × 12 cm

8. Berat

  • 2,5 kg

 

No Telp / WhatsApp : 0812 1248 2471
Email : rusditeknikindo@gmail.com

Keranjang Belanja