RK120-09 adalah alat pengukur kecepatan dan arah angin yang menggunakan perbedaan waktu rambat gelombang ultrasonik di udara untuk mengukur kecepatan dan arah angin secara akurat. Teknologi ini memungkinkan pengukuran tanpa bagian yang bergerak, sehingga lebih tahan lama dan memerlukan perawatan minimal.
Sensor ini menggunakan chip berdaya rendah dengan konsumsi daya hanya sebesar 0,2W, sehingga sangat cocok digunakan di lingkungan yang mengandalkan tenaga surya atau baterai, terutama yang memiliki kebutuhan konsumsi daya rendah. Berkat penerapan teknologi dan proses terbaru, struktur perangkat menjadi lebih ringkas dan efisien.
Sensor ini dirancang dengan chip berdaya rendah yang hanya mengonsumsi 0,2W, menjadikannya sangat ideal untuk penggunaan di lingkungan dengan sumber daya terbatas seperti sistem tenaga surya atau baterai. Berkat penerapan teknologi dan proses manufaktur terkini, perangkat ini memiliki struktur yang lebih ringkas dan efisien, serta meminimalkan kebutuhan perawatan.
RK120-08 bekerja dengan prinsip waktu tempuh gelombang ultrasonik (ultrasonic transit-time) untuk mengukur kecepatan angin secara akurat. Anemometer ini memiliki keunggulan berupa bobot yang ringan, tanpa komponen yang bergerak, serta daya tahan tinggi, menjadikannya ideal untuk penggunaan jangka panjang di berbagai kondisi lingkungan.
RK100-01G adalah sensor kecepatan angin yang menggunakan teknologi die casting presisi dari paduan aluminium, menghasilkan toleransi dimensi yang kecil dan akurasi permukaan yang tinggi.
Sensor ini dilengkapi dengan sirkuit internal berkinerja tinggi, serta menawarkan kekuatan mekanik yang tinggi, ketahanan cuaca yang sangat baik, daya tahan terhadap korosi, dan perlindungan terhadap air yang optimal.
(Sensor Radiasi Surya Berbasis Prinsip Thermopile)
Pyranometer RK200-03 diproduksi berdasarkan prinsip thermopile; elemen sensor terbuat dari thermopile berlapis yang dililit dengan banyak kontak. Permukaan sensor dilapisi dengan cat hitam berdaya serap tinggi untuk meningkatkan kemampuan menyerap radiasi matahari.
Pada sensor ini, kontak panas terletak di permukaan sensor, sementara persimpangan dingin berada di dalam badan sensor. Perbedaan suhu antara kontak panas dan dingin menghasilkan gaya gerak listrik (electromotive force) melalui efek termoelektrik yang sebanding dengan intensitas radiasi matahari.
Untuk mengurangi pengaruh suhu lingkungan, sensor ini dilengkapi dengan sirkuit kompensasi suhu yang dirancang khusus guna meminimalkan dampak suhu sekitar terhadap performa sensor.