Overview
Global Navigation Satellite System (GNSS) adalah istilah yang mencakup semua sistem satelit, termasuk Beidou System (BDS) dari Tiongkok, GPS dari Amerika Serikat, GLONASS dari Rusia, serta Galileo dari Eropa.
GNSS memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:
- Mendukung pemantauan sepanjang waktu dan segala cuaca
- Akurasi posisi tinggi
- Waktu pengukuran singkat
- Tidak memerlukan komunikasi visual antar stasiun pengukuran
- Mampu mengukur koordinat tiga dimensi secara simultan
Teknologi GNSS merupakan teknologi pemantauan deformasi berpresisi tinggi yang mendukung pengukuran jarak jauh secara otomatis.
Karakteristik
- Integrasi tinggi dengan desain terintegrasi, presisi tinggi, serta kemampuan anti-gangguan yang kuat
- Cukup hubungkan ke panel surya eksternal untuk beroperasi, sistem lebih andal
- Konsumsi daya rendah, hanya < 2W
- Mendukung berbagai metode transmisi data: RS485 / LoRa / 4G / LAN
- Instalasi sederhana dan perawatan mudah, dengan jangkauan pengukuran luas
Skenario Aplikasi
- Pemantauan deformasi lateral dan vertikal pada bendungan, timbunan tailing, gedung, dan jembatan
- Pemantauan stabilitas lereng alami, longsor, tanggul, dan sedimen laut bawah laut
- Monitoring bencana geologi
Komponen Sistem
SDMS terutama terdiri dari perangkat GNSS all-in-one, panel surya, dan tiang instalasi. Perhitungan data dapat dilakukan melalui jaringan hardware front-end atau dengan mengirimkan data ke server untuk perhitungan di sistem backend.
Spesifikasi
Tipe
SDMS
Sistem Navigasi
BDS, GPS, GLONASS, Galileo
Pelacakan Sinyal
- BDS: B1, B2
- GPS: L1, L2
- GLONASS: G1, G2
- Galileo: E1, E5
Akurasi Penentuan Posisi Titik Tunggal
< 1,5 m
Akurasi Penentuan Posisi RTK
- Horizontal: ±(10 + 1×10⁻⁶×D) mm (GPS)
±(10 + 0,5×10⁻⁶×D) mm (GPS + BDS)
- Vertikal: ±(20 + 1×10⁻⁶×D) mm (GPS)
±(20 + 0,5×10⁻⁶×D) mm (GPS + BDS)
Akurasi Penentuan Posisi Statis
- Horizontal: ±(2,0 + 0,5×10⁻⁶×D) mm
- Vertikal: ±(4,0 + 0,5×10⁻⁶×D) mm
Waktu Inisialisasi
1 menit
Keandalan Inisialisasi
99,9%
Waktu Mulai Pertama
- Cold start: < 50 s
- Warm start: < 30 s
- Hot start: < 15 s
Waktu Pemulihan Setelah Kehilangan Sinyal
< 2 s
Format Data Diferensial
RTCM3.X
Laju Pembaruan Data
1 Hz, 2 Hz, 5 Hz
Format Data
NMEA-0183 / RTCM2.X / RTCM3.X
Protokol
RS232, RS485, TCP/IP
Penyimpanan Internal
100 MB (dapat diperluas)
Baterai Lithium Internal
12V 30AH
Rentang Suhu Operasi
-40℃ ~ +70℃
Kelembapan
100% tertutup rapat, anti-kondensasi, dapat mengapung
Tahan Debu & Air
IP67
Konsumsi Daya
< 2W
Installation Method:
