Perbandingan Teknis: Aluminium Shell Furnace vs. Steel Shell Furnace
Tabel berikut menyajikan perbedaan spesifikasi konstruksi, kapasitas, dan sistem operasional antara tungku cangkang aluminium dan tungku cangkang baja untuk aplikasi peleburan logam:
| Fitur / Parameter | Aluminium Shell Furnace (Tungku Cangkang Aluminium) | Steel Shell Furnace (Tungku Cangkang Baja) |
| Kapasitas Peleburan | $250\text{ kg} \sim 5\text{ ton}$ (Besi) | $1\text{ ton} \sim 60\text{ ton}$ (Besi) |
| Konstruksi Cangkang Luar | Terdiri dari dua bagian cangkang paduan aluminium tebal. | Dilas menjadi satu kesatuan utuh berbahan baja. |
| Keterangan Konstruksi | – | Untuk penggunaan jangka panjang, cangkang baja lebih diunggulkan karena strukturnya yang jauh lebih kokoh. |
| Yoke Magnetik (Magnetic Yoke) | Tidak menggunakan yoke magnetik; kebocoran magnet diredam melalui desain cangkang aluminium. | Dilengkapi yoke magnetik untuk memusatkan fluks magnet di sekitar kumparan, meningkatkan efisiensi peleburan, dan menghemat konsumsi listrik 5%–8% dibanding cangkang aluminium. |
| Sistem Penjungkiran (Tilting System) | Dikendalikan oleh reduction box di kedua sisi; bodi tungku ditopang dan digantung oleh kotak reduksi di udara. | Dikendalikan oleh sistem hidrolik (silinder hidrolik penopang berwarna kuning pada gambar). Bodi tungku diletakkan di atas lantai datar dengan kontrol penuangan yang lebih presisi dan posisi tetap. |
Rekomenddasi Mesin Tungku Terbaik: Tungku Peleburan Platinum Superbmelt SPB-B1 & SPB-B2 & SPB-B4

Tungku peleburan platinum SuperbMelt (SPB-B) adalah karya cipta teknologi yang sangat canggih, yang dirancang khusus untuk memberikan performa peleburan terbaik pada logam mulia seperti platinum, emas, paladium, atau paduannya (alloys).
Tungku peleburan platinum ini mampu mencapai suhu hingga sekitar 2600℃ (sekitar 900℃ lebih tinggi daripada titik leleh platinum) dalam waktu singkat. Mesin ini sangat ideal untuk melebur logam—baik dalam bentuk padat, debu, scrap (serpihan/limbah), batangan (ingot), maupun bubuk—dengan berat antara 1 kg hingga 4 kg hanya dalam waktu kurang dari 5 menit.
Kesimpulan: Pemilihan Aluminium Shell vs. Steel Shell Furnace
Berdasarkan perbandingan teknis di atas, pemilihan jenis cangkang tungku peleburan sangat bergantung pada skala kapasitas produksi, efisiensi energi, dan kebutuhan investasi jangka panjang:
- Aluminium Shell Furnace:
- Sangat cocok untuk kapasitas produksi skala kecil hingga menengah ($250\text{ kg}$ sampai $5\text{ ton}$).
- Menjadi solusi yang lebih ekonomis dengan konstruksi cangkang paduan aluminium yang ringan serta sistem penjungkiran menggunakan reduction box.
- Steel Shell Furnace:
- Dirancang khusus untuk kebutuhan industri berat berkapasitas besar ($1\text{ ton}$ hingga $60\text{ ton}$).
- Menawarkan keunggulan jangka panjang yang jauh lebih kokoh berkat konstruksi cangkang baja las utuh.
- Dilengkapi yoke magnetik yang mampu meningkatkan efisiensi peleburan sekaligus menghemat konsumsi listrik sebesar 5% hingga 8%.
- Dilandasi sistem hidrolik untuk kontrol penuangan logam cair yang lebih presisi, aman, dan stabil di atas lantai datar.

