Blok uji kekerasan (hardness test block) adalah standar referensi krusial yang digunakan untuk mengkalibrasi, memverifikasi, dan menjaga keakuratan alat uji kekerasan di laboratorium maupun lingkungan industri. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai berbagai jenis blok uji kekerasan beserta prinsip dan aplikasinya:
1. Blok Uji Kekerasan Brinell (Brinell Hardness Test Blocks)
Rentang Pengukuran: 8 ~ 650 HBW.
Prinsip Kerja: Menggunakan gaya uji tertentu (N) dengan menekan bola baja yang di-quenching atau bola hard alloy berdiameter (mm) ke permukaan logam yang diuji. Setelah waktu tertentu, gaya uji dilepaskan, dan diameter rata-rata indentasi (mm) diukur menggunakan mikroskop baca untuk dikonversi ke nilai kekerasan Brinell (HB) berdasarkan formula atau tabel standar.
Fitur Utama: Semakin kecil nilai kekerasan Brinell, semakin lunak material dan semakin besar pula diameter indentasinya (begitu juga sebaliknya). Keunggulan pengujian Brinell meliputi akurasi tinggi, area indentasi yang luas sehingga mampu merepresentasikan rata-rata kekerasan material secara makro, serta tingkat keterulangan (repeatability) data yang sangat kuat.
Aplikasi: Sangat ideal untuk material besi cor (cast iron), paduan non-ferro, serta berbagai jenis baja annealed dan tempered. Metode ini kurang cocok untuk material yang terlalu keras, terlalu kecil, terlalu tipis, atau permukaan yang tidak boleh memiliki bekas indentasi besar.
2. Blok Uji Kekerasan Rockwell (Rockwell Hardness Test Blocks)
Pengantar: Uji kekerasan Rockwell adalah metode pengujian kekerasan yang cepat, sederhana, dan banyak digunakan dalam proses manufaktur serta penelitian ilmiah.
Prinsip Kerja: Mengaplikasikan gaya uji secara bertahap (gaya uji awal dan total) menggunakan indentor standar ke permukaan material. Setelah beban utama dilepas (dengan mempertahankan beban awal), kedalaman sisa penetrasi (residual depth) diukur untuk menentukan nilai kekerasan (simbol: HR). Semakin dalam sisa penetrasinya, semakin rendah nilai kekerasannya. Skala Rockwell memiliki berbagai variasi (A, B, C, D, E, F, G, H, K, dll.) untuk menyesuaikan dengan karakteristik berbagai jenis material.
3. Blok Uji Kekerasan Vickers (Vickers Hardness Test Blocks)
Pengantar & Prinsip Kerja: Prinsip pengukuran Vickers mirip dengan Brinell, yaitu membagi nilai beban dengan luas permukaan indentasi. Perbedaannya terletak pada penggunaan indentor intan berbentuk piramida kuadrat beraturan dengan sudut puncak 136° (). Panjang diagonal indentasi diukur untuk menghitung nilai kekerasannya.
Kategori Beban Uji:
Vickers Standar: Beban 49,03 ~ 980,7 N. Cocok untuk benda kerja yang lebih besar dan lapisan permukaan yang lebih dalam.
Vickers Beban Ringan (Low Load): Beban 1,961 ~ < 49,03 N. Cocok untuk benda kerja tipis, permukaan alat, atau lapisan pelindung (coating).
Micro-Vickers: Beban < 1,961 N. Cocok untuk analisis mikroskopis, foil logam, dan lapisan permukaan yang sangat tipis.
Keunggulan: Memiliki rentang pengukuran yang sangat luas, mulai dari material yang sangat lunak hingga material super keras (hingga 3.000 unit Vickers).
4. Blok Uji Kekerasan Shore (Shore Hardness Test Blocks)
Blok uji kekerasan Shore digunakan untuk mengkalibrasi durometer yang mengukur tingkat kekerasan material elastis, karet, dan plastik. Tersedia dalam dua tipe utama:
Blok Shore Tipe A (1 Kotak isi 3 Buah, Beda Warna):
Rentang Uji: HD14, HD29, HD88 (Catatan: Umumnya merepresentasikan skala Tipe A untuk material fleksibel).
Warna: Oranye, hitam, abu-abu, transparan.
Aplikasi: Digunakan untuk produk yang terasa elastis atau lunak, seperti botol alat tulis, film plastik TPU/TPR, dan produk karet/elastomer lainnya. Ditandai dengan satuan HA.
Blok Shore Tipe D (1 Kotak isi 7 Buah, Beda Warna):
Rentang Uji: HA32, HA46, HA52, HA55, HA72, HA81, HA87 (Representasi skala Tipe D untuk material keras).
Warna: Ungu, kopi, hijau, oranye, merah, kuning, hitam.
Aplikasi: Digunakan untuk produk yang tidak memiliki elastisitas tinggi atau cenderung keras, seperti material plastik PC, ABS, dan PP. Ditandai dengan satuan HD.







