Pemantauan Real-Time Proyek Pembuatan Terowongan MRT di Singapura

Tantangan

Pekerjaan pengeboran terowongan (tunnel boring) untuk memperluas bagian terakhir jalur MRT Thomson Singapura melalui kawasan pusat Marina Bay menimbulkan potensi risiko terhadap infrastruktur terdekat, termasuk terowongan utilitas bersama bawah tanah (common services tunnel atau CST) yang berisi pipa air, gas, serta kabel listrik dan utilitas. CST tersebut harus dipantau selama masa konstruksi untuk memastikan pekerjaan pendongkrakan dan penggalian di sekitar lokasi tidak mengganggu stabilitas serta keamanannya.

Soil Investigation, sebuah perusahaan investigasi geoteknik di Singapura, memegang kontrak pemantauan untuk proyek ini yang awalnya menggunakan metode pengumpulan data secara manual. Pendekatan ini memiliki beberapa kelemahan serius:

  • Akses ke dalam terowongan sangat dibatasi dan dikontrol secara ketat.
  • Tim harus mengajukan izin setiap bulan kepada Public Utilities Board (PUB).
  • Terdapat pembatasan jumlah pekerja yang boleh turun ke dalam CST serta batasan waktu dan durasi akses.
  • Biaya operasional yang sangat mahal, di mana biaya izin per jam mencapai sekitar USD$110 ditambah dengan biaya tenaga kerja, sehingga total biaya pengumpulan data manual selama dua tahun proyek mencapai USD$33.000.
  • Pembacaan manual hanya memberikan gambaran sesaat (snapshot) mengenai pergerakan terowongan, padahal pekerjaan konstruksi dan pengeboran yang sedang berlangsung membutuhkan aliran data real-time untuk manajemen risiko yang jauh lebih baik.

Setelah dua tahun melakukan pemantauan manual, Soil Investigation mulai mencari alternatif otomatis dan real-time untuk menggantikan pendekatan yang padat karya, mahal, dan ketinggalan zaman ini. Kendalanya, di kedalaman hampir 50 meter dan empat lantai di bawah tanah, tidak tersedia akses internet melalui seluler, LAN, maupun Wi-Fi di dalam terowongan tersebut.

Solusi

Soil Investigation memilih solusi akuisisi data nirkabel Ackcio Beam karena sistem mesh uniknya memungkinkan transmisi data yang jauh lebih dalam dan panjang, bahkan di kondisi bawah tanah yang menantang di mana solusi nirkabel berbasis LoRa atau mesh 2.4GHz mengalami masalah keandalan.

Soil Investigation meluncurkan uji coba internal selama empat bulan untuk menguji kelayakan dan keandalan sistem real-time Ackcio sambil tetap mengumpulkan data secara manual. Penerapannya terdiri dari empat Ackcio Beam Analogue 1-sensor Nodes (BEAM-AN-S1) untuk memantau empat tiltmeter dua sumbu (bi-axial tiltmeters). Sensor-sensor ini ditempatkan empat lantai di bawah tanah, sekitar 300 hingga 400 meter dari Ackcio Gateway (BEAM-GW) yang berada di permukaan.

  • Manfaat: Komunikasi yang andal di lingkungan bawah tanah, menghilangkan kebutuhan pengumpulan data manual, konsumsi daya yang sangat rendah, menyesuaikan frekuensi pembacaan dari jarak jauh, dan mudah diskalakan.
  • Hasil: Akses data jarak jauh secara real-time, penurunan biaya tenaga kerja, peningkatan keselamatan pekerja, peningkatan manajemen risiko, serta analisis risiko secara real-time.
  • Hasil Uji Coba: Soil Investigation merasa sangat puas dengan hasil akhir uji coba karena pembacaan sensor menunjukkan hasil yang konsisten dan stabil, sekaligus membuktikan kemampuan Ackcio dalam mengirimkan data secara andal meskipun dari kedalaman empat lantai di bawah tanah.
  • Penerapan Lanjutan: Menyusul kesuksesan proyek percontohan ini, Soil Investigation telah mengimplementasikan sistem Ackcio ke dalam sejumlah proyek lainnya.
  • Testimoni: “Kami sangat terkesan tidak hanya dengan jangkauannya, tetapi yang lebih penting lagi adalah keandalannya dalam kondisi yang begitu sulit.”

Rekomendasi alat Pemantauan Real-Time Proyek: Analogue Nodes Ackcio BEAM-AN-S1

Ackcio Analogue Nodes dapat digunakan untuk memantau berbagai jenis sensor yang memiliki output analog, termasuk output tegangan (voltage), current loop, dan Wheatstone Bridge.

  • BEAM-AN-S1: Mendukung 1 sensor, dengan 2 kanal analog dan 1 kanal termistor.

Kesimpulan

Penerapan sistem pemantauan nirkabel Ackcio Beam pada proyek terowongan utilitas bawah tanah (CST) Marina Bay di Singapura membuktikan keandalan transmisi data jarak jauh di kedalaman hampir 50 meter tanpa akses internet seluler maupun Wi-Fi. Melalui kolaborasi bersama Soil Investigation, penggunaan Ackcio Beam Analogue Nodes, Repeater Node di lantai dua bawah tanah, serta Gateway di permukaan berhasil mengatasi tantangan izin akses bulanan yang mahal dan pembatasan jumlah pekerja. Solusi nirkabel ini sukses menggantikan pengumpulan data manual yang memakan biaya hingga USD$33.000, menghadirkan aliran data tiltmeter secara real-time yang stabil, serta meningkatkan keselamatan kerja dan manajemen risiko secara signifikan.

No Telp / WhatsApp : 0812 1248 2471
Email : rusditeknikindo@gmail.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja