Jual Asphalt High Temperature Rotational Viscometer – Alat Uji Viskositas Aspal & Bitumen Suhu Tinggi
Asphalt High Temperature Rotational Viscometer adalah instrumen laboratorium yang dirancang khusus untuk mengukur viskositas mutlak cairan Newtonian dan viskositas apundan cairan non-Newtonian, seperti aspal, perekat hot melt, parafin, dan polimer. Alat ini diproduksi sesuai ketat dengan persyaratan standar industri transportasi T 0625-2011 (Metode Vis Eeksplorasi Brookfield) dalam JTG E20-2011 untuk pengujian aspal dan campuran aspal jalan raya.
Instrumen ini dilengkapi dengan 7 pilihan kecepatan putar, 4 jenis spindle standar (No. 21, 27, 28, dan 29), sistem pemanas hingga 250℃, serta antarmuka RS232C untuk transfer data pengujian yang efisien.
Keunggulan Utama:
Kepatuhan Standar Industri Jalan Raya: Memenuhi standar spesifikasi pengujian aspal JTG E20-2011 (Metode Brookfield T 0625).
Fleksibilitas Pengujian Cairan: Cocok untuk mengukur berbagai fluida bersuhu tinggi termasuk bitumen, aspal modifikasi, lilin parafin, dan polimer.
Kelengkapan Spindle Standar: Menyediakan 4 buah spindle (21, 27, 28, 29) untuk mengakomodasi berbagai tingkat kekentalan sampel.
Rentang Suhu Luas: Mampu mencapai suhu pengujian dari suhu ruang hingga 250℃ dengan resolusi ketepatan tinggi.
Antarmuka Data Komputer: Dilengkapi port komunikasi RS232C untuk mempermudah pencatatan dan pengelolaan data hasil uji viskositas.

Spesifikasi Teknis Utama:
Rentang Pengukuran Viskositas: $10\text{ mPa}\cdot\text{s}$ hingga $200.000\text{ mPa}\cdot\text{s}$.
Kesalahan Pengukuran: $\le \pm 3\%$ (skala penuh).
Pilihan Spindle: 4 spindle tersedia (No. 21, 27, 28, dan 29) dengan kapasitas wadah sampel 20 mL.
Kecepatan Putar (RPM): 7 tingkat pilihan kecepatan (0,5; 1; 2; 5; 10; 20; dan 50 RPM).
Rentang & Akurasi Suhu: Suhu ruang hingga 250℃ (Akurasi suhu: 0,1℃).
Catu Daya & Dimensi Fisik: AC 220V 50Hz | Dimensi: $95 \times 130 \times 155\text{ mm}$ (tidak termasuk dasar) | Berat bersih: 2 kg.
Bidang Penggunaan Utama:
Laboratorium pengujian konstruksi jalan dan jembatan, industri produksi aspal dan bitumen, pabrik perekat hot melt, serta lembaga riset material perkerasan jalan raya.




