Pengantar Instrumen dan Petunjuk Pengoperasian
- Sebelum melakukan pengujian, harap baca dengan cermat standar nasional yang berkaitan dengan pengujian ini, yaitu standar Republik Rakyat Tiongkok GB/T 3535-2006 (“Metode Penentuan Titik Tuang Produk Minyak Bumi”) serta GB/T 510. Pahami dengan baik metode, prosedur, dan persyaratan pengujian yang tercantum di dalamnya.
- Siapkan berbagai instrumen dan bahan uji yang diperlukan sesuai dengan ketentuan standar.
- Periksa status kerja instrumen untuk memastikan telah memenuhi lingkungan kerja dan kondisi operasional yang dispesifikasikan dalam manual.
- Periksa pasokan daya dan pastikan memiliki terminal pembumian (grounding) yang baik; periksa pula penutup luar instrumen agar berada dalam kondisi terbumikan dengan aman.
- Suntikkan etanol absolut (alkohol industri) dalam jumlah yang tepat ke dalam penangas (bath), dengan takaran yang cukup hingga saat tabung uji dimasukkan ke dalam penangas, cairan tidak meluap keluar.
- Nyalakan sakelar daya; tabel kontrol suhu akan menampilkan suhu penangas. Nyalakan sakelar pengaduk agar sistem pengadukan penangas mulai bekerja, lalu nyalakan sakelar pendingin agar unit refrigerasi beroperasi.
- Atur titik suhu penangas ke nilai yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan proyek pengujian Anda.
- Cara Pengaturan Tabel Kontrol Suhu: Baris atas menampilkan angka merah (PV) sebagai suhu aktual yang diukur oleh penangas, sedangkan baris bawah menampilkan angka hijau (SP) sebagai nilai titik kontrol suhu yang ingin diatur.Tekan tombol fungsi satu kali, lalu tekan tombol panah $\blacktriangle$ atau $\blacktriangledown$ hingga baris bawah menunjukkan nilai suhu kontrol yang diinginkan. Tekan tombol fungsi sekali lagi untuk kembali ke mode standar. Meteran pengontrol suhu akan secara otomatis menjaga kestabilan pada titik suhu yang telah ditetapkan.

- Pengaturan Pengatur Waktu (Timer):
- Waktu diatur menggunakan tombol “+” dan “-“. Huruf “S” menandakan detik, “M” menit, dan “H” jam (dipilih melalui tombol “+” dan “-” di tengah). Sebagai contoh, “60S12” menandakan pengaturan 60 detik dan 12 detik.
- Ketika sakelar “Timer” diaktifkan, penghitungan waktu dimulai. Saat angka pada LED cocok dengan nilai yang disetel, bel akan berbunyi menandakan waktu telah habis. Matikan sakelar “Timer” untuk mematikan bel.
- Pengujian titik tuang dilakukan sesuai standar GB/T3535-2006 (“Metode Penentuan Titik Tuang Produk Minyak Bumi”).
- Koreksi Nilai Suhu:Jika nilai aktual yang dideteksi oleh termometer kaca tidak sesuai dengan tampilan pada tabel kontrol suhu, diperlukan koreksi. Sebagai contoh, jika layar meter menampilkan $-30,0^\circ\text{C}$ dan termometer kaca mendeteksi $-29,7^\circ\text{C}$:
- Tekan tombol fungsi selama lebih dari 4 detik hingga jendela PV menampilkan
rE, lalu tekan tombol fungsi kembali hingga jendela PV menampilkanrt. - Sesuaikan nilai SP menjadi
0,3(jika pembacaan termometer kaca $-30,3^\circ\text{C}$, nilai SP diset-0,3). - Setelah koreksi selesai, tekan tombol fungsi selama 4 detik atau lebih untuk keluar (sistem akan otomatis kembali ke mode standar jika tombol tidak ditekan selama 1 menit).
Peringatan Keselamatan: Apabila instrumen mengalami kerusakan, segera putuskan aliran daya. Setelah alur dingin instrumen kembali ke suhu kamar, mintalah tenaga profesional untuk memperbaiki dan mengatasi masalah sebelum alat digunakan kembali guna mencegah kecelakaan kerja!
V. Pemecahan Masalah Umum (Common Troubleshooting)
| Gejala Kerusakan | Analisis Penyebab | Metode Pemecahan (Method of Exclusion) |
| Sakelar daya tidak berfungsi | (1) Sekring putus
(2) Kabel daya longgar atau colokan kurang kontak | (1) Ganti sekring
(2) Periksa pasokan daya dan pastikan colokan terpasang erat |
| Tampilan suhu kacau atau tidak muncul | (1) Colokan sensor kurang pas
(2) Sensor rusak
(3) Kegagalan sirkuit internal | (1) Colokkan ulang sensor
(2) Ganti sensor
(3) Minta tenaga profesional untuk memperbaiki |
| Laju pendinginan lambat atau tidak dingin | (1) Terlalu banyak debu pada kondensor
(2) Kebocoran refrigeran atau gangguan sirkuit | (1) Buka pintu depan dan samping lemari es untuk membersihkan debu
(2) Minta tenaga profesional untuk memperbaiki |
VI. Metode Operasi Titik Solidifikasi / Titik Beku (Solidification Point)
- Ringkasan Metode: Masukkan sampel ke dalam tabung uji yang ditentukan dan dinginkan hingga suhu yang diharapkan. Miringkan tabung uji sebesar $45^\circ$ dari posisi horizontal dan biarkan selama 1 menit. Amati apakah permukaan cairan bergerak. Suhu tertinggi di mana permukaan cairan tidak lagi bergerak dicatat sebagai titik beku sampel (dinyatakan dalam $^\circ\text{C}$).
- Prosedur Operasi:
- Tuangkan sampel ke dalam tabung uji yang kering dan bersih hingga tanda garis cincin. Pasang termometer di tengah tabung dengan sumbat agar bagian gelembung termometer berjarak $8\text{ mm} \sim 10\text{ mm}$ dari dasar tabung. Suntikkan $1\text{ mL} \sim 2\text{ mL}$ etanol absolut ke bagian bawah selongsong (sleeve) untuk membentuk rakitan tabung uji.
- Rendam rakitan tabung uji ke dalam penangas pendingin. Suhu penangas harus $7^\circ\text{C} \sim 8^\circ\text{C}$ lebih rendah dari perkiraan titik beku sampel.
- Ketika suhu sampel mendingin hingga perkiraan titik beku, miringkan rakitan selongsong dan tabung uji di dalam penangas hingga sudut $45^\circ$ dari horizontal dan tahan selama 1 menit (sampel harus tetap terendam di dalam cairan pendingin).
- Angkat rakitan tabung uji dari penangas dengan cepat, usap dinding luar selongsong dengan etanol absolut, posisikan secara vertikal, dan amati melalui selongsong apakah permukaan cairan di dalam tabung menunjukkan tanda-tanda pergerakan. Suhu tertinggi di mana permukaan cairan berhenti bergerak dicatat sebagai titik beku sampel.
VII. Metode Operasi Titik Awan (Cloud Point)
- Definisi: Di bawah kondisi yang ditentukan, suhu maksimum ketika produk minyak bumi cair yang jernih dan transparan, biodiesel, atau bahan bakar campuran biodiesel mulai tampak berkabut atau keruh akibat kemunculan kristal lilin.
- Ringkasan Metode: Masukkan sampel yang jernih dan transparan ke dalam instrumen, dinginkan secara bertahap, lalu amati pembentukan kristal lilin secara visual atau melalui sistem optik kontinu. Titik catat adalah suhu sampel tertinggi ketika lilin pertama kali muncul di bagian dasar tabung uji.
- Prosedur Operasi:
- Suntikkan sampel ke dalam tabung uji yang bersih dan kering hingga tanda batas cincin. Pasang termometer di tengah tabung menggunakan sumbat agar berada pada sumbu yang sama, dengan bola merkuri termometer bersentuhan langsung dengan dasar tabung.
- Pastikan gasket dan selongsong dalam kondisi bersih serta kering. Pasang gasket di bagian atas selongsong. Sebelum memasukkan tabung uji, rendam gasket dan selongsong ke dalam media pendingin selama minimal 10 menit. Masukkan tabung uji ke dalam selongsong (tidak diperbolehkan memasukkan tabung uji langsung ke media pendingin).
- Ketika pembacaan termometer pada tabung pengamatan turun sebesar $1^\circ\text{C}$, keluarkan tabung dengan cepat tanpa mengaduk sampel, amati titik awan, lalu masukkan kembali ke dalam selongsong. Seluruh proses ini tidak boleh melebihi 3 detik.
- Jika sampel didinginkan hingga $-9^\circ\text{C}$ dan belum menunjukkan titik awan, pindahkan tabung uji ke selongsong penangas kedua yang bersuhu $-18^\circ\text{C} \pm 1,5^\circ\text{C}$. Selongsong tidak boleh dipindahkan selama transfer tabung uji. Untuk menentukan titik awan yang sangat rendah, pemindahan langsung antar penangas mungkin diperlukan sesuai kisaran suhu standar.

- Ketika kristal lilin muncul di bagian dasar tabung uji yang didinginkan secara kontinu, catat pembacaan termometer sebagai titik awan (cloud point).
- Instrumen harus ditempatkan di atas meja kerja yang datar dan kokoh, serta konveksi udara di lingkungan sekitar harus diminimalkan.
- Bahan yang mudah terbakar mungkin terlibat dalam penggunaan produk ini; oleh karena itu, dilarang keras menyalakan api terbuka (atau perangkat penghasil percikan api) di sekitar area selama pengoperasian.
- Instrumen harus disimpan di tempat yang kering dan berventilasi baik saat sedang tidak digunakan.
- Catu daya menggunakan sistem tiga kawat fase tunggal (single-phase three-wire system) dan wajib memiliki terminal pembumian (grounding) yang baik.
III. Spesifikasi dan Parameter Teknis Utama (Main Technical Specifications and Parameters)
| No. | Parameter Teknis | Nilai Spesifikasi |
| 1 | Refrigeran | R13, R502 |
| 2 | Waktu pendinginan | $\le 100\text{ menit}$ (suhu lingkungan $\le 30^\circ\text{C}$) |
| 3 | Interval waktu henti (downtime interval) | $> 30\text{ menit}$ |
| 4 | Daya motor pengaduk | $22\text{W} \times 2$ |
| 5 | Kenaikan suhu motor pengaduk yang diizinkan | $80^\circ\text{C}$ |
| 6 | Daya total | $800\text{W}$ |
| 7 | Tegangan | $220\text{V}\pm 10\%$, $50\text{Hz}\pm 1\text{Hz}$ |
| 8 | Rentang kontrol suhu | Suhu kamar $\sim -70^\circ\text{C}$ |
| 9 | Akurasi kontrol suhu | $\pm 0,5^\circ\text{C}$ |
| 10 | Tampilan suhu | LED |
| 11 | Sensor suhu | Pt100 (Resistansi platina) |
| 12 | Pengatur waktu (Timer) | LED |
Packing List
| No. | Item | Qty |
| 1 | Pour point in vitro | 2 |
| 2 | Freezing point test tube | 4 |
| 3 | Copper bush | 2 |
| 4 | lid | 4 |
| 5 | Pour point thermometer | 2 |
| 6 | congelation point thermometer | 2 |
| 7 | Black rubber plug | 4 |
| 8 | White rubber plug | 2 |
| 9 | Temperature sensor | 1 |
| 10 | Fuse pipe | 4 |




