Alat Uji Kadar Air Minyak Trafo Transformer Oil Moisture Tester Huazheng HZWS-C2

Transformer Oil Moisture Tester | Alat Uji Kadar Air Minyak Trafo Transformer Oil Moisture Tester Huazheng HZWS-C2

Metode Titrasi Karl Fischer Coulometric (Coulomb Titration) merupakan teknik paling andal untuk mendeteksi dan mengukur kadar air mikro (trace moisture) pada berbagai jenis material. Metode unggulan ini diimplementasikan secara optimal oleh alat trace moisture titrator.

Instrumen ini beroperasi dengan tingkat keandalan dan kemudahan yang tinggi berkat dukungan sirkuit kontrol modern, mikrokontroler 32-bit terintegrasi (embedded) sebagai unit pemroses utama, serta sistem operasi mini bawaan. Dengan keunggulan berupa analisis super cepat, pengoperasian yang mudah, presisi tinggi, dan tingkat otomatisasi yang kuat, alat uji kadar air mikro ini digunakan secara luas di berbagai sektor industri seperti petrokimia, kimia, ketenagalistrikan (listrik trafo), perkeretaapian, manufaktur pestisida, farmasi, hingga pemantauan lingkungan.

I. Gambaran Umum (Overview)

Fitur-Fitur Instrumen:

  1. Mikroprosesor 32-Bit Terintegrasi: Menggunakan mikroprosesor 32-bit embedded sebagai inti kendali utama yang dilengkapi sistem operasi mini untuk meningkatkan kinerja instrumen.

  2. Kontrol Otomatis $0 \sim 400\text{ mA}$: Deteksi otomatis dengan presisi tinggi, kecepatan analisis tinggi, serta operasional yang stabil dan andal.

  3. Komponen SMT Berkualitas Tinggi: Papan induk (motherboard) menggunakan komponen SMT berkualitas untuk integrasi sistem yang tinggi, pengoperasian yang mudah, serta umur pakai alat yang panjang.

  4. 4 Rumus Kalkulasi Bawaan: Dilengkapi 4 rumus perhitungan terintegrasi. Hasil pengukuran secara otomatis dikonversi ke satuan/unit yang dibutuhkan dan dapat beralih antar-unit dengan mudah.

  5. Layar Sentuh Berwarna & Keypad Numerik: Layar LCD sentuh berwarna dengan papan ketik numerik lengkap untuk pengoperasian yang lebih intuitif dan kalkulasi data secara cepat.

  6. Analisis Kurva Grafik: Menampilkan kurva grafik untuk membantu melacak dan menganalisis tren perubahan kadar air dalam sampel.

  7. Dukungan Multibahasa: Mendukung peralihan bahasa antara bahasa Mandarin dan bahasa Inggris kapan saja untuk kemudahan penggunaan.

Spesifikasi Teknis (Technical Parameters)

  • Metode Titrasi: Titrasi Coulometric / Coulomb (Coulometric titration)

  • Tampilan (Display): Layar sentuh LCD berwarna (Color LCD touch screen)

  • Kontrol Arus Elektrolisis: $0 \sim 400\text{ mA}$ (Kontrol Otomatis)

  • Rentang Pengukuran: $1\,\mu\text{g} \sim 200\text{ mg}$ $\text{H}_2\text{O}$

  • Batas Sensitivitas (Sensitive Valve): $0{,}1\,\mu\text{g}$ $\text{H}_2\text{O}$

  • Akurasi Pengukuran:

    • $10\,\mu\text{g} \sim 1000\,\mu\text{g}$: $\pm 3\,\mu\text{g}$

    • Di atas $1\text{ mg}$: $\le 0{,}3\%$

  • Printer: Printer termal mini bawaan (Miniature thermal printer)

  • Catu Daya (Power Supply): $\text{AC } 220\text{V} \pm 10\%$, $60\text{Hz}$

  • Konsumsi Daya: $< 40\text{W}$

  • Suhu Lingkungan: $5^\circ\text{C} \sim 40^\circ\text{C}$

  • Kelembapan Lingkungan: $\le 85\%$ RH

  • Dimensi Luar ($P \times L \times T$): $380\text{ mm} \times 310\text{ mm} \times 180\text{ mm}$

  • Berat Bersih: Sekitar $6\text{ kg}$

Prinsip Kerja (Working Principle)

Persamaan reaksi antara reagen Karl Fischer dan air adalah sebagai berikut:

$$\text{I}_2 + \text{SO}_2 + 3\text{C}_5\text{H}_5\text{N} + \text{H}_2\text{O} \rightarrow 2\text{C}_5\text{H}_5\text{N}\cdot\text{HI} + \text{C}_5\text{H}_5\text{N}\cdot\text{SO}_3 \quad \text{— (1)}$$
$$\text{C}_5\text{H}_5\text{N}\cdot\text{SO}_3 + \text{CH}_3\text{OH} \rightarrow \text{C}_5\text{H}_5\text{N}\cdot\text{HSO}_4\text{CH}_3 \quad \text{— (2)}$$

Seluruh larutan reagen yang digunakan merupakan campuran antara iodine (yodium) utama, piridina (pyridine), dan metanol yang diisi dengan sulfur dioksida. Iodine terbentuk pada anoda melalui proses elektrolisis, yang nilainya berbanding lurus dengan jumlah muatan listrik sesuai Hukum Faraday:

$$2\text{I}^- + 2e \rightarrow \text{I}_2 \quad \text{— (3)}$$

Berdasarkan Persamaan (1), jumlah mol iodine yang berpartisipasi dalam reaksi sama dengan jumlah mol air. Ketika sampel diinjeksikan ke dalam larutan elektrolit, kandungan air akan langsung bereaksi. Konsumsi iodine selama reaksi tercermin pada instrumen dan dihitung berdasarkan jumlah listrik yang digunakan, sehingga jumlah kadar air akan langsung ditampilkan pada layar LCD.

Instrumen ini mengadopsi sistem kontrol arus elektrolisis otomatis yang dapat menyesuaikan besarnya arus secara otomatis hingga mencapai $400\text{ mA}$ sesuai dengan jumlah air dalam sampel. Selama proses elektrolisis, jumlah air akan berkurang secara bertahap dan laju elektrolisis juga akan menurun secara proporsional hingga sirkuit kontrol terbuka pada akhir titik elektrolisis. Sistem ini menjamin akurasi tinggi, sensitivitas presisi, dan kecepatan analisis.

Selain itu, faktor gangguan luar seperti kelembapan udara yang masuk ke dalam tabung elektrolisis (blank current) dapat tersimpan di memori instrumen. Dengan demikian, angka yang ditampilkan pada layar merupakan kadar air murni/aktual (real moisture content) dari sampel yang diuji.

II. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

1. Hal-Hal Terkait Larutan Elektrolit

  • Kapasitas Larutan Elektrolit:

    Pada pengujian normal, setiap $100\text{ mL}$ larutan elektrolit dapat bereaksi dengan tidak kurang dari $1\text{ g}$ air. Jika durasi pengujian sudah terlalu lama, sensitivitas reagen elektrolit akan menurun dan larutan harus segera diganti.

  • Kondisi Elektrolit pada Ruang Katoda (Cathode Chamber):

    Larutan elektrolit di dalam ruang katoda harus segera diganti jika muncul gelembung udara yang kuat atau jika warnanya berubah menjadi cokelat kemerahan muda saat proses pengujian. Hal ini menandakan adanya kontaminasi yang dapat meningkatkan arus blanko (blank current), menurunkan tingkat repetabilitas pengukuran, serta memperlama waktu pencapaian titik akhir (endpoint).

  • Waktu Elektrolisis dan Stabilitas:

    Jika proses elektrolisis berlangsung lebih dari setengah jam dan kerja instrumen menjadi tidak stabil, hentikan proses pengadukan (stirring). Amati pelat filter keramik di bagian bawah anoda untuk memeriksa pembentukan iodine berwarna cokelat. Jika hanya sedikit atau tidak ada iodine yang terbentuk, larutan elektrolit wajib diganti.

  • Tindakan Keselamatan (Safety Precautions):

    Hindari menghirup uap elektrolit atau menyentuh larutan secara langsung dengan tangan. Jika terjadi kontak, segera bilas area yang terkena menggunakan air bersih yang mengalir. Larutan elektrolit memiliki bau yang menyengat dan mengandung zat beracun, sehingga sirkulasi dan ventilasi udara di laboratorium wajib dipastikan berjalan dengan baik.

2. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Pengujian

  • Teknik Injeksi Sampel:

    Saat menginjeksikan sampel ke dalam tabung elektrolisis (electrolytic cell), pastikan jarum dari sampler cairan tercelup sepenuhnya ke dalam larutan elektrolit. Alat injeksi (sampler) untuk cairan, padatan, maupun gas—serta sampel itu sendiri—tidak boleh menyentuh dinding dalam tabung atau elektroda pada tabung elektrolisis.

III.Packing List

 

No.

Item

Qty

1

Transformer Oil Moisture Tester

1

2

Titration cell (1 electrolytic cell + 1 electrolytic electrode + 1 measuring electrode + 1 drying tube

+ 3 plugs + 1 stirrer + 1 sample plug + 1 bag of color-changing silica gel

1

3

Power line

1

4

0.5μ L microinjector

1

5

50μ L microinjector

1

6

1 ml sampler

1

7

Closed needle (9#)

1

8

Silicone pad

10

9

Vacuum grease

1

10

Karl Fischer’s reagent (electrolyte)

1

11

Pick-up tube

1

12

Safety tube (4A)

2

13

Typing paper

1

14

Operating manual

1

 

No Telp / WhatsApp : 0812 1248 2471
Email : rusditeknikindo@gmail.com

Keranjang Belanja