Lokasi proyek infrastruktur dan konstruksi merupakan area yang sibuk, kompleks, dan sering kali sangat luas, dengan berbagai tim yang mengerjakan banyak pekerjaan secara bersamaan.
Terowongan, bendungan, jembatan, hingga proyek konstruksi berskala besar secara tradisional dimonitor menggunakan sensor yang terhubung melalui jaringan kabel yang kompleks dan membentang di seluruh area proyek.
“Semakin banyak kabel yang digunakan, semakin besar dan kompleks pula jaringan tersebut,” ujar Shaun Ahern, Global Sales Director Ackcio, penyedia sistem akuisisi data nirkabel jarak jauh untuk aplikasi industri. “Ini menjadi sebuah siklus yang terus berulang. Dengan sistem lama, ketika Anda ingin meningkatkan keselamatan, biaya justru meningkat karena instalasi dan pemeliharaan yang lebih tinggi, sekaligus secara tidak langsung menciptakan jaringan kabel yang lebih berbahaya.”
Mahal untuk dibeli dan dipasang, sulit dipelihara, serta dapat membahayakan manusia, peralatan, dan aset, sistem hard-wired konvensional kini semakin banyak digantikan oleh teknologi digital modern.
Saat ini, banyak kontraktor dan pemilik proyek mulai memilih solusi monitoring yang lebih cerdas dan aman untuk mengurangi biaya, menekan risiko, meningkatkan transmisi data, serta mendorong efisiensi dan produktivitas ke tingkat yang lebih tinggi. Yang paling penting, teknologi ini juga meningkatkan keselamatan kerja.
Teknologi nirkabel merevolusi sistem monitoring pada proyek infrastruktur dan konstruksi berskala besar dengan konsekuensi tinggi. Sistem ini mampu menyediakan data real-time yang andal dalam jumlah besar dengan jangkauan yang luas.
Dan semuanya dapat dilakukan tanpa kabel panjang yang rumit.
Biaya Awal yang Lebih Rendah
Investasi awal untuk memasang kabel fisik pada proyek infrastruktur atau lokasi konstruksi sangat besar. Umumnya, biaya kabel sekitar US$1 per meter. Pada proyek berskala besar, dapat terdapat 40–50 km kabel yang menghubungkan seluruh sensor ke data logger berbasis kabel.
Semakin luas area proyek, semakin banyak kabel yang dibutuhkan. Akibatnya, sistem menjadi semakin kompleks dan biaya yang diperlukan juga semakin tinggi.
Selain biaya pembelian dan pemasangan kabel serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalur atau parit bawah tanah, terdapat pula biaya sumber daya manusia. Biaya tersebut mencakup tenaga kerja untuk melakukan pembacaan data secara manual maupun pemeliharaan ketika kabel mengalami kerusakan atau kegagalan, yang cukup sering terjadi.
Sebagai perbandingan, investasi awal pada sistem nirkabel jauh lebih rendah dan dapat memberikan Return on Investment (ROI) yang lebih cepat. Perangkat nirkabel seperti Node dan Gateway mudah dipasang dan dapat digunakan kembali pada berbagai proyek, sehingga investasi dapat dimanfaatkan secara lebih efisien.
Ketika Neste melakukan perluasan kilang energi terbarukan di Singapura, sebuah proyek senilai US$1,75 miliar dengan durasi empat tahun, perusahaan membutuhkan solusi nirkabel untuk memonitor area seluas 1.800 m².
Neste memilih Ackcio Beam, yang terdiri dari 10 Ackcio Vibrating Wire Nodes (BEAM-VW-S8) untuk memonitor 80 strain gauge setiap satu jam. Data kemudian dikirimkan ke Ackcio Gateway melalui jaringan dynamic mesh.
Dengan beralih dari sistem monitoring berbasis kabel ke sistem nirkabel, mereka berhasil menghemat hingga 40% atau hampir US$370.000 dalam biaya tenaga kerja.
Selain penghematan biaya, sistem ini juga memberikan manfaat lain, termasuk kemudahan pengembangan sistem seiring dengan berlangsungnya proyek. Kemampuan monitoring real-time juga secara signifikan meningkatkan produktivitas dan efisiensi keseluruhan di lokasi proyek.
“Dengan menggunakan Ackcio Beam, kami berhasil menghemat waktu, jam kerja, dan biaya tenaga kerja secara signifikan, sekaligus memenuhi seluruh kebutuhan monitoring kami dengan nyaman,” ujar Elson Kong dari Kimaro, penyedia solusi engineering geoteknik untuk proyek tersebut. “Solusi ini benar-benar mempermudah pekerjaan kami dalam memonitor jaringan strain gauge yang luas dan tersebar di seluruh lokasi.”
Regulasi Semakin Ketat, Standar Semakin Tinggi

Bahkan di lokasi dengan biaya tenaga kerja yang relatif rendah, meningkatnya tuntutan regulasi dan tanggung jawab sosial perusahaan membuat peralihan menuju sistem nirkabel yang efisien menjadi pilihan yang semakin masuk akal.
Standar lama tidak lagi cukup untuk bangunan dan infrastruktur yang dirancang untuk bertahan selama puluhan tahun.
Di sisi lain, spesifikasi tender proyek semakin banyak mensyaratkan monitoring nirkabel dan remote monitoring secara real-time, yang perlahan menjadi standar internasional.
Pada proyek berskala besar dengan konsekuensi tinggi, cakupan pekerjaan yang luas berarti risiko yang dihadapi juga semakin besar. Mitigasi risiko menjadi sangat penting untuk mencegah kecelakaan dan kegagalan yang dapat menyebabkan kerugian jutaan bahkan miliaran dolar, membahayakan manusia dan lingkungan, serta menimbulkan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan terhadap reputasi pemilik proyek.
Dalam operasional proyek, tidak ada hal yang lebih berdampak terhadap efisiensi dan produktivitas proyek berskala besar selain penghentian pekerjaan (shutdown).
Data real-time memungkinkan kontraktor dan pemilik proyek membangun gambaran kondisi proyek berdasarkan data dari waktu ke waktu. Ketika terjadi anomali atau nilai mencapai batas tertentu, kondisi tersebut dapat segera diperiksa sehingga kemungkinan terjadinya penghentian pekerjaan dapat dikurangi.
“Tujuan utama solusi real-time adalah memprediksi apa yang mungkin terjadi dan memahami apa yang sedang terjadi sehingga kita dapat mencegahnya,” ujar Shaun Ahern dari Ackcio. “Dengan demikian, Anda meningkatkan keselamatan, mempertahankan atau meningkatkan efisiensi operasional, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas. Ini merupakan manfaat yang signifikan dari sistem nirkabel.”
Keunggulan Ackcio Beam
Menghilangkan kabel dapat mengurangi berbagai risiko yang berkaitan dengan sistem monitoring konvensional.
Namun, sebagian profesional di industri infrastruktur dan konstruksi masih ragu menggunakan sistem monitoring nirkabel karena kekhawatiran terhadap sistem yang menggunakan baterai.
Kekhawatiran tersebut kini semakin dapat diatasi. Perkembangan teknologi elektronik telah membuka peluang baru bagi perangkat IoT, yang dapat beroperasi dengan konsumsi energi sangat rendah hingga mikroampere dan nanoampere, sehingga baterainya dapat bertahan selama bertahun-tahun.
Kekhawatiran lain yang cukup wajar terhadap solusi nirkabel adalah kemungkinan kehilangan data. Namun, risiko ini lebih umum ditemukan pada topologi star, seperti solusi berbasis LoRa, di mana setiap Node harus berkomunikasi secara langsung dengan Gateway.
Jika komunikasi terputus akibat penghalang atau interferensi, data mungkin hanya dapat dibaca secara manual. Dalam banyak kasus, data tersebut dapat hilang.
Berbeda dengan sistem mesh, sebuah Node memiliki beberapa jalur komunikasi menuju Gateway.
“Pada lingkungan dengan tingkat noise tinggi dan lokasi yang sangat kompleks, kami dapat berkomunikasi melalui berbagai titik, termasuk data logger dan Repeater Node,” jelas Shaun. “Hal ini memungkinkan kami menangani proyek yang jauh lebih dinamis, yang terus berubah dan berkembang, tanpa khawatir terjadi gangguan komunikasi.”
Dalam kondisi tertentu ketika transmisi mengalami gangguan, fitur fail-safe data collection Ackcio memastikan tidak ada data pembacaan yang hilang.
Ketika koneksi kembali tersedia, data yang telah dicadangkan di dalam Node akan secara otomatis dikirimkan ke Gateway.
Jangkauan yang Lebih Luas
Teknologi wireless mesh sebenarnya telah digunakan selama beberapa waktu. Namun, kemampuan transmisinya pada sebagian besar sistem masih terbatas pada jarak yang relatif pendek.
Ackcio mengembangkan teknologi komunikasi eksklusif dan berpaten yang mampu melampaui keterbatasan tersebut, dengan kemampuan mengirimkan sinyal hingga 10 km.
Perangkat Ackcio juga dirancang untuk digunakan pada kondisi yang sangat berat, baik di atas maupun di bawah tanah, dengan rentang suhu operasi -40°C hingga +80°C.
Selain itu, Ackcio bersifat sensor-agnostic, sehingga dapat dipasangkan dengan berbagai sensor utama dan software monitoring yang digunakan di industri.
Seperti yang ditunjukkan dalam proyek perluasan kilang Neste, solusi wireless mesh jarak jauh seperti Ackcio Beam secara aktif meningkatkan kemampuan monitoring pada proyek konstruksi dan infrastruktur berskala besar.
Teknologi ini memberikan manfaat bagi pemilik proyek, pekerja, dan lingkungan, melalui monitoring yang lebih aman, efisien, dan andal.
“Dengan mempertimbangkan luas area deployment, kondisi lokasi yang menantang, serta kebutuhan kami untuk memperoleh data secara andal dalam interval yang singkat, solusi ini benar-benar memenuhi seluruh kebutuhan kami,” ujar Terence Teo dari CEP, penyedia layanan instrumentasi geoteknik pada proyek tersebut. “Kami senang telah merekomendasikan Ackcio untuk proyek ini.”
Rekomendasi alat Monitoring yang efisien: Repeater Nodes Ackcio BEAM-RN

Ackcio Repeater Nodes membantu memperluas jangkauan jaringan Ackcio Mesh yang sudah luas dengan berfungsi sebagai penghubung (bridge) antara Node yang tidak dapat terhubung secara langsung. Perangkat ini ideal digunakan pada lingkungan bawah tanah dan proyek monitoring berskala besar, termasuk untuk menghubungkan komunikasi di sekitar tikungan terowongan serta menjangkau lokasi terpencil yang sebelumnya sulit atau tidak memungkinkan untuk memperoleh data.
Dengan Repeater Nodes, data dari Node yang berada di area dengan akses terbatas dapat diteruskan melalui jaringan mesh, sehingga mendukung pengumpulan data yang lebih andal, aman, dan fleksibel pada berbagai aplikasi monitoring geoteknik dan infrastruktur.
Kesimpulan
Teknologi monitoring nirkabel memberikan solusi yang lebih aman, efisien, dan hemat biaya dibandingkan sistem monitoring berbasis kabel pada proyek konstruksi dan infrastruktur berskala besar. Dengan mengurangi kebutuhan kabel, sistem ini dapat menekan biaya instalasi dan pemeliharaan, mengurangi risiko di area kerja, serta mempermudah pengembangan sistem monitoring.
Ackcio Beam menghadirkan teknologi wireless mesh jarak jauh dengan komunikasi multi-hop, beberapa jalur transmisi, serta fitur fail-safe untuk menjaga kontinuitas data. Kemampuan monitoring secara real-time memungkinkan pemilik proyek dan kontraktor mendeteksi perubahan atau anomali lebih cepat, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Dengan jangkauan komunikasi hingga 10 km, kemampuan bekerja pada kondisi ekstrem -40°C hingga +80°C, serta kompatibilitas dengan berbagai jenis sensor, Ackcio Beam menjadi solusi yang sesuai untuk monitoring geoteknik, konstruksi, infrastruktur, terowongan, bendungan, dan proyek berskala besar lainnya.
Pada akhirnya, penerapan monitoring nirkabel tidak hanya membantu mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat keselamatan kerja dan mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data real-time.

