Mengatasi Keluhan Kenyamanan Menggunakan Data Logger

Dampak Kenyamanan terhadap Produktivitas:

  • Kondisi lingkungan dalam ruangan, terutama suhu, sangat memengaruhi produktivitas karyawan.
  • Berdasarkan survei International Facility Management Association tahun 2009, keluhan kenyamanan paling umum dari pekerja kantor adalah masalah suhu (terlalu panas atau terlalu dingin).
  • Studi oleh Cornell Human Factors and Ergonomics Laboratory tahun 2004 menunjukkan bahwa menaikkan suhu ruangan ke rentang yang lebih nyaman dapat menghemat biaya pengusaha sekitar dua dolar per pekerja setiap jamnya.

Peran Standar ASHRAE 55:

  • Standar ASHRAE 55 (Thermal Environmental Conditions for Human Occupancy) dapat dijadikan panduan untuk rentang kondisi termal dalam ruangan yang dapat diterima oleh sebagian besar penghuni.
  • Standar ini juga mengkuantifikasi bagaimana suhu udara, kelembapan relatif, aliran udara, serta aktivitas dan pakaian penghuni saling menciptakan lingkungan termal.

Solusi Menggunakan Data Logger:

  • Sebelum menentukan akar masalah dan mengambil tindakan korektif, pengelola fasilitas harus memastikan terlebih dahulu apakah area tersebut benar-benar terlalu panas atau dingin menggunakan data logger.
  • Data logger adalah perangkat ringkas bertenaga baterai yang hemat biaya untuk mengukur dan merekam suhu, kelembapan relatif, cahaya, dan parameter lainnya pada interval waktu tertentu selama berbulan-bulan.

Titik Penempatan Optimal Data Logger:

Untuk memverifikasi masalah pada ruangan, disarankan menempatkan data logger di lokasi berikut:

  • Di tengah ruangan/area.
  • Di area masalah (complaint/problem area).
  • Di atas termostat area.
  • Catatan penempatan: Jauhkan setidaknya tiga kaki dari jendela besar atau area lain yang memiliki fluktuasi suhu ekstrem, serta dapat menggunakan sensor suhu eksternal pada saluran udara masuk (supply air register).

Empat Langkah Dasar Penggunaan Data Logger:

  1. Pengaturan dan Konfigurasi: Menghubungkan perangkat ke komputer untuk mengatur jadwal dan interval waktu perekaman data.
  2. Pemasangan (Deployment): Menempatkan logger di lokasi yang aman, tersembunyi, dan sesuai dengan kapasitas suhu serta kelembapan lingkungan.
  3. Pengambilan Data (Data Retrieval): Mengunduh data yang terkumpul melalui kabel USB ke komputer, data shuttle, atau sistem berbasis web.
  4. Analisis Data: Menerjemahkan data menjadi grafik berbasis waktu/tanggal untuk melihat lonjakan atau penurunan suhu dan mengekspornya ke perangkat lunak seperti Microsoft Excel.

No Telp / WhatsApp : 0812 1248 2471
Email : rusditeknikindo@gmail.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja