Pengukuran Dampak Erosi dan Korosi

Tantangan Pengukuran

Saat mengevaluasi dampak erosi dan korosi pada berbagai jenis substrat, tujuan utama pengujian adalah mengukur ketebalan substrat yang tersisa secara non-destruktif tanpa merusak material.

Tergantung pada aplikasinya, terutama luas area yang akan diukur, diperlukan proses pengambilan data yang cepat serta fitur data logging untuk menyimpan dan mendokumentasikan hasil pengukuran.

Tantangan lainnya adalah mendapatkan hasil pengukuran yang akurat pada substrat dengan permukaan kasar atau melengkung, seperti pada tangki dan pipa.

Selain pengukuran ketebalan substrat, diperlukan pula metode untuk menentukan ketebalan coating yang diaplikasikan sebagai perlindungan terhadap kerusakan akibat proses penanganan maupun faktor lingkungan.

Solusi Pengukuran Ketebalan Substrat

PosiTector UTG merupakan alat ultrasonic thickness gauge yang ideal untuk mengukur ketebalan substrat baja secara non-destruktif pada rentang 1 hingga 125 mm (0,040 hingga 5,00 inci).

Pada aplikasinya, PosiTector UTG dapat digunakan untuk mengukur ketebalan substrat pada bagian leading edge bilah propeler yang telah direkondisi. Dengan melakukan pengukuran pada area-area kritis bilah propeler, pengguna dapat mengidentifikasi bagian yang mengalami erosi atau korosi secara signifikan.

Metode ini membantu memastikan ketebalan material tetap memenuhi persyaratan serta mendukung proses inspeksi, pemeliharaan, dan quality control pada berbagai komponen industri.

PosiTector UTG dilengkapi beberapa pilihan kecepatan suara (sound velocity) yang telah diprogram untuk berbagai material umum, seperti baja 1018, stainless steel, besi cor, aluminium, dan plastik.

Pengguna dapat memilih jenis material secara langsung melalui menu alat atau melakukan penyesuaian sederhana berdasarkan ketebalan yang telah diketahui maupun nilai kecepatan suara. Untuk mendukung berbagai aplikasi pengukuran, PosiTector UTG memiliki rentang kecepatan suara 0,0492 hingga 0,393 mil/µs (1.250 hingga 10.000 m/s).

Scan Mode untuk Pengukuran Cepat

Ketika diperlukan pengambilan banyak data, PosiTector UTG dapat diatur ke Scan Mode. Mode ini memungkinkan alat mengambil hingga 20 pembacaan per detik saat probe yang telah diberi couplant digerakkan melintasi area pengukuran.

Dalam Scan Mode, alat menampilkan:

  • Jumlah total pembacaan
  • Nilai ketebalan tertinggi
  • Nilai ketebalan terendah

Fitur ini memberikan gambaran mengenai variasi ketebalan substrat, termasuk membantu mengidentifikasi bagian paling tipis dan paling tebal yang terukur. Data hasil pengukuran juga dapat disimpan dan diunduh menggunakan perangkat lunak komputer PosiSoft opsional.

Dengan kemampuan pengukuran cepat dan penyimpanan data, PosiTector UTG cocok untuk inspeksi ketebalan material, pemantauan korosi dan erosi, serta pengujian NDT pada berbagai aplikasi industri.

Sebelum melakukan pengukuran pada permukaan yang kasar, disarankan untuk membersihkan terlebih dahulu kotoran atau material asing seperti karat dan kerak (scale) yang menempel pada permukaan. Penggunaan couplant dalam jumlah yang cukup dapat membantu meminimalkan pengaruh kondisi permukaan sekaligus melindungi permukaan transduser dari keausan saat probe digerakkan di sepanjang permukaan.

PosiTector UTG memberikan hasil terbaik pada permukaan dengan radius lebih dari 50 mm (2 inci). Pengukuran tetap dapat dilakukan pada permukaan dengan radius yang lebih kecil dengan mengatur posisi probe sehingga garis pembagi pada permukaan transduser probe berada tegak lurus terhadap arah lengkungan permukaan (Gambar 3).

Posisi probe yang tepat sangat penting untuk mendapatkan kontak yang optimal dan hasil pengukuran ketebalan yang akurat, terutama pada komponen dengan permukaan melengkung seperti pipa, tangki, dan struktur berbentuk silinder.

Seri PosiTector 6000 ideal untuk melakukan pengukuran ketebalan coating pelindung secara non-destruktif pada substrat logam.

Untuk substrat non-ferrous seperti aluminium, seri “N” menggunakan prinsip eddy current untuk menentukan ketebalan coating berdasarkan arus eddy yang dihasilkan dari medan magnet induksi.

Sementara itu, untuk substrat ferrous seperti baja, seri “F” mengukur perubahan densitas fluks magnetik pada permukaan probe magnetik ketika probe didekatkan dengan substrat.

DeFelsko menyediakan berbagai pilihan gage dan probe, yang masing-masing dioptimalkan untuk mengukur ketebalan coating tertentu pada berbagai kombinasi coating dan substrat.

Konsultasi Gratis

Untuk mengetahui harga terbaru atau melakukan pemesanan instrumen, silakan kunjungi halaman Sales DeFelsko.

Latar Belakang Pengukuran Dampak Erosi dan Korosi

Apa Itu Aplikasi Pengukuran Erosi dan Korosi?

Erosi adalah proses terkikisnya coating pelindung atau substrat akibat gesekan yang disebabkan oleh interaksi mekanis berulang. Penyebab umum erosi meliputi kavitasi, tumbukan partikel cair atau padat, serta pergerakan relatif antara permukaan padat atau fluida yang saling bersentuhan.

Korosi adalah proses kerusakan atau pengikisan substrat dan sifat materialnya akibat reaksi atau perubahan kimia. Pada logam, kerusakan akibat korosi paling sering disebabkan oleh proses oksidasi.

Dengan menggunakan ultrasonic thickness gauge, ketebalan dinding substrat yang tersisa dapat diukur secara akurat pada pipa, pressure vessel, tangki penyimpanan, boiler, dan berbagai peralatan lain yang rentan terhadap erosi maupun korosi.

Selama suhu permukaan masih berada dalam batas 150°C (300°F) yang ditentukan alat, sebagian besar inspeksi dapat dilakukan saat peralatan masih beroperasi. Hal ini membantu menghindari downtime dan kehilangan produksi.

Erosi dan Korosi pada Lingkungan Laut

Meskipun erosi dan korosi terjadi di berbagai industri, lingkungan laut merupakan salah satu lingkungan yang paling agresif terhadap korosi.

Laju korosi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Air laut
  • Kelembapan
  • Angin
  • Suhu
  • Kontaminan di udara
  • Organisme biologis

Erosi juga umum terjadi pada aplikasi kelautan akibat abrasi dari benturan air dan partikel kontaminan, turbulensi pada aliran cairan berkecepatan tinggi, serta kavitasi akibat gelombang tekanan yang dihasilkan gelembung udara.

Erosi tidak hanya merusak substrat, tetapi juga dapat merusak coating pelindung, sehingga meningkatkan risiko terjadinya korosi pada substrat.

Berbagai fasilitas seperti kapal, marina, jaringan pipa, struktur offshore, dan instalasi desalinasi dapat mengalami tingkat erosi dan korosi yang berbeda-beda.

Mengapa Pengukuran Erosi dan Korosi Penting?

Ultrasonic Thickness Gauge digunakan untuk mengukur berbagai jenis substrat yang mengalami kehilangan ketebalan akibat korosi atau erosi.

Alat ini dapat digunakan pada material logam, seperti:

  • Besi cor
  • Baja
  • Aluminium

Serta material non-logam, seperti:

  • Keramik
  • Plastik
  • Kaca

Selain itu, alat dapat digunakan pada material lain yang mampu menghantarkan gelombang ultrasonik dengan baik dan memiliki permukaan atas serta bawah yang relatif sejajar.

Ultrasonic thickness gauge memungkinkan inspeksi ketebalan struktur logam berukuran besar secara cepat dengan interval pengukuran yang rapat. Hasil pengukuran tersebut dapat digunakan untuk membuat peta ketebalan (thickness map) dengan tingkat detail tinggi pada area yang diperiksa.

Ketika akses terhadap substrat hanya tersedia dari satu sisi, pengukuran ketebalan dinding menggunakan ultrasonik menjadi salah satu metode paling efektif untuk memantau dampak erosi dan korosi.

Manfaat Pengujian Non-Destruktif

Penggunaan metode Non-Destructive Testing (NDT) membantu perusahaan:

  • Mengurangi risiko keselamatan kerja
  • Memastikan kepatuhan terhadap standar dan kode yang berlaku
  • Mendeteksi kehilangan ketebalan sejak dini
  • Mengurangi frekuensi perbaikan besar
  • Menghemat biaya pemeliharaan
  • Memperpanjang umur operasional peralatan

Sebagai contoh, pada aplikasi kelautan, korosi atau erosi substrat yang tidak terdeteksi dapat menyebabkan kegagalan struktur yang serius.

Namun, dampak erosi dan korosi tidak selalu terlihat secara langsung. Misalnya, bilah propeler yang mengalami keausan atau kerusakan dapat menyebabkan penurunan efisiensi propeler. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan tenaga efektif, peningkatan turbulensi dan getaran, penurunan kecepatan maksimum, serta peningkatan konsumsi bahan bakar.

Selain itu, kavitasi yang terjadi akibat propeler yang rusak dapat menciptakan lingkungan yang semakin mempercepat kerusakan pada propeler.

Aplikasi Ultrasonic Thickness Gauge Lainnya

Selain mengukur dampak korosi dan erosi, ultrasonic thickness gauge juga banyak digunakan untuk:

  • Pengukuran ketebalan dinding
  • Deteksi retak dan cacat material
  • Deteksi pitting
  • Pemeriksaan delaminasi pada material komposit
  • Evaluasi sambungan las
  • Evaluasi sambungan brazing

Industri yang Membutuhkan Pengukuran Erosi dan Korosi

Karena berbagai peralatan dan struktur rentan terhadap erosi serta korosi, banyak industri dapat memperoleh manfaat dari penggunaan ultrasonic thickness gauge, antara lain:

  1. Konstruksi dan Rehabilitasi Baja Struktural
  2. Industri Kelautan (Marine)
  3. Transportasi
  4. Produksi Bahan Kimia
  5. Industri Pulp dan Kertas
  6. Produksi dan Kilang Minyak & Gas
  7. Tangki Penyimpanan dan Jalur Transmisi
  8. Pembangkit Listrik

Rekomendasi alat Pengukuran ketebalan ultrasonik: PosiTector UTG

 adalah alat ukur ketebalan dinding berbasis ultrasonik (ultrasonic wall thickness gages) digital profesional yang dirancang untuk mengukur ketebalan material seperti baja, plastik, dan lainnya. Sangat ideal untuk mendeteksi efek korosi atau erosi pada tangki, pipa, atau struktur apa pun yang aksesnya terbatas hanya dari satu sisi. Model Multiple Echo (UTG M) Thru-Paint bahkan mampu mengukur ketebalan logam pada struktur yang dicat tanpa harus mengupas lapisan cat tersebut.

Kesimpulan

Pengukuran ketebalan ultrasonik merupakan metode NDT yang efektif untuk memantau kehilangan material akibat erosi dan korosi tanpa merusak substrat. Dengan kemampuan mengukur dari satu sisi, metode ini sangat sesuai untuk inspeksi pipa, tangki, pressure vessel, boiler, struktur marine, dan berbagai peralatan industri.

Kombinasi PosiTector UTG untuk mengukur ketebalan substrat dan PosiTector 6000 untuk mengukur ketebalan coating memberikan solusi lengkap untuk inspeksi, pemeliharaan, dan quality control sistem perlindungan material.

No Telp / WhatsApp : 0812 1248 2471
Email : rusditeknikindo@gmail.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja