Opsi #1 – PosiTector 6000 Microprobe
PosiTector 6000 F Microprobe tersedia dalam tiga tipe yang mampu mengukur ketebalan coating hingga 45 mil (1.150 µm). Microprobe ini ideal untuk pengukuran non-destruktif berbagai jenis coating pada kawat ferrous dengan diameter mulai sekitar 80 mil (14 gauge).
Untuk kawat berdiameter kecil, penggunaan quick-release adapter dengan V-groove membantu memastikan posisi probe tetap sejajar dan konsisten. Adapter ini juga mengubah microprobe menjadi constant-pressure probe, sehingga tekanan pengukuran lebih seragam dan hasil lebih repeatable. Repeatability dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan memasang microprobe pada probe fixture stand, sehingga posisi probe terhadap setiap benda uji tetap konsisten.
Untuk area pengukuran yang sulit dijangkau, tersedia microprobe dengan konfigurasi 45° dan 90°. Sementara itu, PosiTector 6000 N Microprobe tersedia dalam tiga tipe untuk mengukur coating pada kawat non-ferrous, seperti kawat berbahan aluminium atau logam non-baja lainnya dengan diameter yang sedikit lebih besar.
Cara Pengukuran
Proses pengukuran relatif sederhana:
- Zero-kan probe pada kawat tanpa coating dengan diameter dan material yang sama.
- Lakukan pengukuran pada kawat yang telah dilapisi.
- Pastikan substrat dan diameter kawat sesuai dengan kalibrasi yang digunakan.
- Gunakan beberapa pembacaan untuk memperoleh hasil yang lebih representatif.

Beberapa model PosiTector 6000 dapat menyimpan calibration adjustment secara permanen, sehingga pengaturan untuk berbagai kombinasi material substrat dan diameter kawat dapat disimpan dan digunakan kembali.
Dengan akurasi hingga sekitar ±1% dan resolusi hingga 0,01 mil (0,5 µm) pada konfigurasi tertentu, Microprobe PosiTector 6000 menawarkan solusi yang praktis untuk pengukuran ketebalan coating pada kawat secara cepat, non-destruktif, dan repeatable.
Model Advanced PosiTector 6000, yang ditandai dengan angka “3” pada nama modelnya, menyediakan berbagai fitur yang mendukung pengukuran ketebalan coating pada kawat, terutama untuk statistical process control (SPC) dan dokumentasi hasil pengujian.
Fitur utamanya meliputi:
- Statistik pengukuran secara real-time – menampilkan dan memperbarui jumlah pembacaan, nilai rata-rata, standar deviasi, nilai minimum, dan maksimum selama proses pengukuran.
- HiLo Limit – memungkinkan pengguna menetapkan batas ketebalan minimum dan maksimum. Instrumen memberikan peringatan visual dan suara ketika hasil pengukuran berada di luar batas yang ditentukan.
- Penyimpanan data – mampu menyimpan hingga 100.000 pembacaan dalam maksimal 1.000 batch terpisah.
- Analisis dan dokumentasi – data pengukuran yang tersimpan dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut dan diunduh untuk kebutuhan quality control, pelacakan produksi, dan pelaporan inspeksi.
Fitur-fitur tersebut membuat PosiTector 6000 Advanced tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur ketebalan coating, tetapi juga sebagai alat kontrol kualitas proses produksi, sehingga penyimpangan ketebalan coating pada kawat dapat diketahui dengan cepat dan terdokumentasi dengan baik.
Opsi #2 – PosiPen
PosiPen merupakan alat ukur ketebalan coating mekanis yang menawarkan alternatif ekonomis dengan kemampuan pengukuran yang serupa dengan microprobe. Meskipun memiliki akurasi dan resolusi yang lebih rendah dibandingkan PosiTector 6000 Microprobe, PosiPen tetap menjadi pilihan praktis untuk aplikasi pengukuran coating pada kawat.
Salah satu keunggulan utama PosiPen adalah kemampuannya melakukan pengukuran pada coating yang masih panas tanpa menyebabkan kerusakan pada probe. Fitur ini sangat bermanfaat dalam proses produksi yang memerlukan pemeriksaan ketebalan coating segera setelah aplikasi.

Keunggulan PosiPen:
- Biaya lebih ekonomis.
- Pengoperasian sederhana dan mekanis.
- Dapat digunakan untuk pengukuran coating pada kawat.
- Mampu mengukur aplikasi coating panas.
- Probe tetap aman saat digunakan pada permukaan panas.
- Cocok untuk pemeriksaan cepat di lingkungan produksi.
Secara umum, PosiPen cocok untuk pengguna yang membutuhkan solusi pengukuran sederhana dan ekonomis, sedangkan PosiTector 6000 Microprobe lebih sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan akurasi, resolusi, repeatability, statistik, dan dokumentasi data yang lebih tinggi.
Konsultasi Gratis
Untuk mengetahui harga terbaru atau melakukan pemesanan instrumen pengukuran ketebalan coating, kunjungi halaman Sales DeFelsko.
Aplikasi Coating yang Umum pada Kawat
Sebagian besar kawat yang digunakan saat ini memiliki lapisan pelindung untuk mencegah keausan, kerusakan, dan korosi. Beberapa jenis coating yang umum digunakan pada kawat antara lain:
- Chrome plating
- Porcelain
- Galvanizing (seng)
- Aluminium
- Epoxy
- Polyester
- Polyethylene
- Polyvinyl chloride (PVC)
- Cat/coating pelindung

Chrome plating pada batang besi dan baja, seperti batang pemanggang atau cooking grill, terutama digunakan untuk memberikan tampilan permukaan yang menarik sekaligus memberikan perlindungan terhadap korosi. Komponen tersebut sering digunakan sebagai rak penghangat.
Porcelain coating pada batang besi dan baja digunakan untuk membantu mencegah makanan menempel sekaligus melindungi permukaan dari korosi. Kualitas grill sangat dipengaruhi oleh kondisi batang kawat serta ketebalan coating porcelain yang diterapkan.
Galvanizing merupakan salah satu coating utama yang digunakan pada kawat untuk chain-link fencing. Jenis pagar ini banyak digunakan di lapangan tenis, stadion, taman, kawasan industri, dan area lain yang membutuhkan keamanan.
Kawat chain-link fencing tersedia dalam berbagai ukuran, dengan diameter sekitar 16 hingga 4 gauge (64 hingga 232 mil). Lapisan seng berfungsi sebagai anoda korban (sacrificial element) yang secara perlahan terkikis untuk melindungi baja dari korosi. Oleh karena itu, umur perlindungan sangat dipengaruhi oleh ketebalan lapisan seng.
Kualitas chain-link fencing ditentukan oleh beberapa faktor, terutama ukuran/gauge kawat, ketebalan galvanisasi, dan konsistensi ketebalan coating di sepanjang permukaan kawat.
Tabel Konversi Gauge dan Diameter Kawat
Tabel konversi gauge dan diameter dapat digunakan untuk menentukan hubungan antara ukuran wire gauge dengan diameter aktual kawat, sehingga pemilihan probe dan metode pengukuran ketebalan coating dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Kawat tersedia dengan berbagai jenis lapisan pelindung yang disesuaikan dengan kebutuhan perlindungan terhadap korosi, keausan, bahan kimia, kelembapan, benturan, maupun faktor lingkungan lainnya.

Jenis Coating yang Umum Digunakan
Galvanized wire netting umumnya dibuat dari kawat baja karbon rendah berukuran 12–14 gauge. Aplikasinya meliputi penguat atap dan lantai bangunan, partisi dinding, kandang hewan, kennel, taman ikan, perangkap lobster, kebutuhan berkebun, hingga pengamanan area bermain.
Aluminium dan paduan aluminium juga digunakan sebagai lapisan perlindungan korosi pada steel chain-link fencing. Pada ketebalan lapisan yang sama, kawat berlapis aluminium dapat memiliki ketahanan terhadap korosi hingga sekitar lima kali lebih lama dibandingkan kawat galvanis.
Epoxy coating banyak digunakan untuk melindungi tulangan baja, wire mesh, dan dowel bar. Lapisan ini umumnya diaplikasikan melalui proses electrostatic powder coating. Ketebalan yang umum berada pada kisaran 7–12 mil (175–300 µm), dengan ketebalan minimum yang dapat diterima sekitar 5 mil (125 µm).
Polyester, termasuk nylon, digunakan sebagai powder coating pada berbagai produk kawat seperti keranjang mesin pencuci piring, troli belanja, dan rak sepeda. Keranjang mesin pencuci piring dapat memiliki ketebalan coating sekitar 10–25 mil (250–625 µm), sedangkan rak sepeda umumnya membutuhkan sekitar 6–8 mil (150–200 µm). Coating nylon memberikan perlindungan terhadap korosi, kelembapan, abrasi, noda, benturan, serta bahan kimia pencuci dan pembilas.
Polyethylene merupakan coating termoplastik yang umum digunakan pada rak kulkas karena memberikan penghalang terhadap korosi. Material ini juga dikenal aman untuk kontak dengan makanan, produk farmasi, dan air minum. Keunggulannya meliputi permukaan halus, daya tahan dan fleksibilitas yang baik, ketahanan benturan, adhesi yang baik, high gloss, perlindungan korosi, serta kemampuan menghasilkan lapisan tebal dalam satu aplikasi. Pada rak sepeda, coating termoplastik dapat digunakan dengan ketebalan sekitar 8–12 mil (200–300 µm) untuk memberikan ketahanan benturan dan stabilitas terhadap UV.
Polyvinyl chloride (PVC) tersedia dalam bentuk powder coating maupun extruded coating. PVC memberikan kombinasi fleksibilitas, ketahanan benturan, ketahanan kimia, daya tahan terhadap lingkungan luar, keseragaman warna, dan ketangguhan. PVC banyak digunakan pada rak sepeda, keranjang mesin pencuci piring, rak kulkas, dan freezer basket. Pada kawat pagar galvanis, extruded PVC coating dapat memiliki ketebalan hingga 25 mil (625 µm), sedangkan vinyl powder coating dapat menghasilkan lapisan mulai sekitar 7 mil (175 µm) dalam satu aplikasi.
Lapisan cat rendah timbal dan zinc juga digunakan pada kandang burung berbahan besi dan stainless steel. Pada kandang besi, cakupan dan adhesi coating harus memadai untuk mencegah bahaya akibat pengelupasan cat maupun paparan material besi.
Mengapa Ketebalan Coating pada Kawat Perlu Diukur?
Meskipun jenis coating sangat beragam, hampir semua aplikasi coating pelindung memiliki rentang ketebalan yang ditentukan. Lapisan yang terlalu tipis dapat menyebabkan perlindungan tidak memadai dan mempercepat kegagalan, sedangkan lapisan yang terlalu tebal dapat meningkatkan biaya material dan berpotensi menimbulkan masalah kualitas.
Pengendalian ketebalan menjadi semakin penting pada kawat berdiameter kecil karena proses coating dipengaruhi oleh berbagai parameter. Pada proses powder coating, misalnya, suhu dan waktu preheating, waktu pencelupan, serta suhu dan waktu post-heating dapat memengaruhi ketebalan akhir lapisan.
Pengukuran ketebalan coating secara non-destruktif membantu produsen:
- Memastikan ketebalan sesuai spesifikasi.
- Mengontrol variasi coating selama produksi.
- Mengurangi penggunaan material coating yang berlebihan.
- Mendeteksi lapisan yang terlalu tipis atau terlalu tebal.
- Mendukung pengendalian kualitas produk.
- Melakukan pemeriksaan cepat terhadap standar ASTM yang berlaku.
- Mengurangi kebutuhan pengujian destruktif seperti proses stripping and weighing.
Dengan demikian, coating thickness gauge dapat digunakan sebagai metode inspeksi cepat untuk memantau konsistensi ketebalan lapisan pada kawat sebelum produk dikirim atau digunakan.

Standar yang Relevan
Beberapa standar yang berkaitan dengan kawat, wire mesh, chain-link fencing, dan coating antara lain:
- ASTM A1064/A1064M – Carbon-Steel Wire and Welded Wire Reinforcement.
- ASTM A116 – Metallic-Coated Steel Woven Wire Fence Fabric.
- ASTM A185 – Steel Welded Wire Reinforcement.
- ASTM A392 – Zinc-Coated Steel Chain-Link Fence Fabric.
- ASTM A460 – Copper-Clad Steel Wire Strand.
- ASTM A491 – Aluminum-Coated Steel Chain-Link Fence Fabric.
- ASTM A641/A641M – Zinc-Coated (Galvanized) Carbon Steel Wire.
- ASTM A775/A775M – Epoxy-Coated Steel Reinforcing Bars.
- ASTM A856/A856M – Zinc-5% Aluminum-Mischmetal Alloy-Coated Carbon Steel Wire.
- ASTM A884/A884M – Epoxy-Coated Steel Wire and Welded Wire Reinforcement.
- ASTM F668 – PVC and Other Organic Polymer-Coated Steel Chain-Link Fence Fabric.
- ASTM F1043 – Strength and Protective Coatings on Metal Industrial Chain-Link Fence Framework.
- ASTM F1345 – Zinc-5% Aluminum-Mischmetal Alloy-Coated Steel Chain-Link Fence Fabric.
- ASTM F1553 – Guide for Specifying Industrial and Commercial Chain Link Fence.
- ASTM F1664 – PVC-Coated Steel Tension Wire Used with Chain-Link Fence.
Standar yang Menggunakan Berat Coating
Beberapa standar menentukan karakteristik coating berdasarkan berat lapisan, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan ketebalan coating, antara lain:
ASTM A111, ASTM A121, ASTM A363, ASTM A475, ASTM A603, ASTM A741, ASTM A809, ASTM A817, ASTM A824, ASTM A854/A854M, dan ASTM A975.
Secara keseluruhan, pengukuran ketebalan coating pada kawat merupakan bagian penting dari quality control dan process control. Penggunaan alat ukur non-destruktif seperti PosiTector 6000 Microprobe atau PosiPen memungkinkan pemeriksaan dilakukan dengan cepat tanpa merusak produk, sehingga produsen dapat menjaga konsistensi coating sekaligus mengoptimalkan penggunaan material dan biaya produksi.
Rekomendasi alatPengukuran ketebalan coating: PosiTector 6000

Alat pengukur ketebalan lapisan cat elektronik (Coating Thickness Gage) PosiTector 6000. Perangkat genggam canggih yang menggunakan prinsip magnetik dan arus eddy untuk mengukur ketebalan cat pada substrat logam ferrous dan non-ferrous secara akurat dan cepat.
Kesimpulan
Pengukuran ketebalan coating pada kawat merupakan bagian penting dari quality control untuk memastikan lapisan pelindung memiliki ketebalan dan konsistensi sesuai spesifikasi. Berbagai coating seperti galvanis, aluminium, epoxy, polyester, polyethylene, PVC, dan cat memiliki kebutuhan ketebalan yang berbeda sesuai fungsi dan kondisi aplikasinya.
Lapisan yang terlalu tipis dapat menyebabkan korosi, keausan, dan kegagalan perlindungan, sedangkan lapisan yang terlalu tebal dapat meningkatkan konsumsi material dan biaya produksi. Karena itu, pengukuran secara rutin diperlukan untuk mengontrol proses coating dan memastikan kesesuaian terhadap standar yang berlaku.
PosiTector 6000 Microprobe menawarkan solusi non-destruktif dengan akurasi dan repeatability tinggi untuk kawat berdiameter kecil, sedangkan PosiPen menjadi alternatif mekanis yang lebih ekonomis dan dapat digunakan pada aplikasi coating panas. Dengan pemilihan alat yang sesuai, produsen dapat memastikan ketebalan coating, kualitas produk, efisiensi material, dan umur perlindungan tetap terjaga.

