Cara Mengukur Kekerasan Barcol

PosiTector BHI Barcol Hardness Impressor dari DeFelsko dirancang untuk mengukur kekerasan plastik keras dan logam lunak, seperti aluminium, paduan aluminium, tembaga, dan kuningan. Sebanding dengan Barcol Hardness Tester 934-1, alat ini dilengkapi layar digital yang mudah dibaca, memori internal, serta timer pengukuran yang dapat disesuaikan dengan penghitung waktu pada layar.

Latar Belakang Pengujian Kekerasan Barcol

Pengujian Barcol Hardness telah digunakan selama hampir 80 tahun untuk mengukur kekerasan material. Metode ini awalnya dikembangkan pada masa Perang Dunia II untuk memastikan rivet pesawat tidak menggunakan logam berkualitas rendah akibat sabotase. Saat ini, pengujian Barcol digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk produksi aluminium, plastik yang diperkuat serat dan kaca, termoplastik keras, serta pemeriksaan tingkat curing pada material komposit.

Apa yang Dimaksud dengan Kekerasan Material?

Kekerasan material adalah kemampuan suatu material untuk menahan deformasi permanen, seperti akibat pembengkokan, goresan, abrasi, atau pemotongan. Dalam proses Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC), pengujian kekerasan diperlukan untuk memastikan material memenuhi standar dan spesifikasi yang telah ditentukan.

Alat uji kekerasan berbasis indentasi seperti PosiTector BHI Barcol Hardness Impressor dan PosiTector SHD Shore Hardness Durometer menggunakan indentor berbentuk presisi yang terhubung dengan pegas terkalibrasi. Saat indentor ditekan ke permukaan material, alat mengukur seberapa jauh indentor menembus material tersebut.

Semakin dalam penetrasi indentor, semakin rendah nilai kekerasan material. Sebaliknya, penetrasi yang lebih kecil menunjukkan material yang lebih keras.

Mengapa Kekerasan Barcol Perlu Diukur?

Pengujian kekerasan Barcol merupakan bagian penting dari proses Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) untuk memastikan kualitas material seperti plastik keras, aluminium, paduan aluminium, tembaga, dan kuningan. Setiap material harus memenuhi standar kekuatan dan kekerasan tertentu sesuai dengan spesifikasi penggunaannya. Pengujian Barcol membantu menentukan kemampuan material dalam menahan deformasi.

Pada beberapa jenis plastik dan komposit polimer yang diperkuat serat (fiber-reinforced polymer/FRP), Barcol Hardness Tester juga dapat digunakan untuk mengevaluasi tingkat curing dan cross-linking. Nilai kekerasan umumnya meningkat seiring proses curing berlangsung hingga mencapai nilai maksimum sesuai jenis resin yang digunakan.

Apa Itu Barcol Hardness Impressor?

Barcol Hardness Impressor merupakan alat portabel yang digunakan untuk mengukur kekerasan material melalui metode indentasi. Salah satu contohnya adalah PosiTector BHI, yang terdiri dari unit indikator atau layar digital dan sebuah indentor.

Menurut ASTM B648, indentor yang digunakan berupa kerucut terpancung dari baja yang telah dikeraskan dengan sudut 26° dan memiliki ujung datar. Skala kekerasan Barcol menunjukkan seberapa dalam indentor menembus permukaan material.

  • 1 unit Barcol setara dengan pergerakan indentor sebesar 0,0076 mm (0,00030 inci).
  • Nilai 0 menunjukkan indentor menembus hingga 0,76 mm (0,03 inci) ke dalam permukaan tanpa menekan pegas.
  • Nilai 100 menunjukkan indentor tidak menembus permukaan dan pegas berada dalam kondisi terkompresi penuh.
  • Semakin tinggi nilai Barcol, semakin keras material tersebut.

Dengan prinsip ini, pengukuran Barcol memberikan cara yang cepat dan praktis untuk mengevaluasi kekerasan material serta memantau konsistensi kualitas dan tingkat curing pada material komposit.

Bagaimana Cara Mengukur Kekerasan Barcol?

PosiTector BHI Barcol Hardness Impressor merupakan pengembangan modern dari Model 934-1 yang telah digunakan selama lebih dari 75 tahun. Penggunaan layar digital membantu mengurangi kemungkinan kesalahan pembacaan oleh operator. Prosedur berikut dapat digunakan sebagai panduan untuk PosiTector BHI maupun Barcol Hardness Tester lainnya.

Langkah 1: Tentukan Lokasi Pengujian

Barcol Hardness Tester harus digunakan pada permukaan yang keras dan stabil. Jika material yang diuji tipis atau berpotensi mengalami deformasi, letakkan material pada permukaan yang kokoh selama pengujian.

Pastikan titik indentasi tidak berada terlalu dekat dengan tepi material atau titik pengujian lainnya. Setiap indentasi harus berjarak minimal 3 mm (1/8 inci) dari tepi benda kerja maupun indentasi sebelumnya.

Langkah 2: Lakukan Pengukuran

Pastikan alat berada dalam posisi tegak lurus terhadap permukaan material yang diuji. Pada benda kerja berukuran kecil atau memiliki permukaan tidak beraturan, gunakan shim jika diperlukan untuk membantu menopang kaki alat.

Tekan probe ke permukaan material hingga kaki indentor berada dalam kontak penuh dan rata dengan permukaan. Timer pengujian akan mulai menghitung mundur secara otomatis. Setelah timer mencapai 0 detik, nilai kekerasan akan ditampilkan pada layar digital.

Jika fungsi memori diaktifkan, hasil pengukuran akan tersimpan secara otomatis di memori internal alat untuk dokumentasi dan analisis lebih lanjut.

Cara Memverifikasi Akurasi Barcol Hardness Impressor

Untuk memastikan keakuratan alat, lakukan verifikasi pada awal dan akhir setiap shift kerja menggunakan test disk dan leveling plate yang disertakan.

Letakkan leveling plate pada permukaan yang keras dan rata, kemudian posisikan kaki Barcol Hardness Tester di atasnya dengan test disk berada tepat di bawah ujung indentor. Setelah alat berada pada posisi yang benar, tekan PosiTector BHI dengan kuat ke bawah dan perhatikan nilai yang ditampilkan pada layar digital.

Lakukan 3–5 kali pengukuran pada setiap test disk untuk memverifikasi akurasi alat. Pastikan setiap titik pengukuran berjarak minimal 3 mm (1/8 inci) dari titik indentasi sebelumnya agar hasil pengujian tidak terpengaruh oleh indentasi yang sudah ada.

Apa Saja Keunggulan PosiTector BHI Barcol Hardness Impressor Digital?

PosiTector BHI menawarkan berbagai fitur yang membantu meningkatkan kecepatan, akurasi, dan kemudahan dokumentasi dalam pengujian kekerasan Barcol.

Digital Readout

Layar digital yang mudah dibaca menghilangkan kebutuhan untuk membaca skala analog secara manual, sehingga mengurangi kemungkinan kesalahan operator dan memudahkan pembacaan hasil pengujian.

Memory, Statistics, dan USB Port

Setiap hasil pengukuran dapat disimpan ke memori internal untuk ditinjau dan dilaporkan kembali. Fitur statistik pada layar membantu mengidentifikasi tren serta menghitung nilai rata-rata hasil pengukuran. Setelah pengujian selesai, data dapat dipindahkan ke PC atau Mac melalui USB.

Empat Solusi Software Gratis

DeFelsko menyediakan empat cara gratis untuk melihat, menganalisis, menyimpan, dan membuat laporan data kekerasan Barcol melalui PosiSoft Solutions, yaitu:

  • PosiSoft Desktop untuk analisis dan pembuatan laporan di komputer.
  • PosiSoft Mobile untuk penggunaan melalui perangkat seluler.
  • PosiSoft Cloud untuk penyimpanan dan akses data berbasis cloud.
  • PosiSoft USB yang menyediakan antarmuka sederhana seperti flash drive.

Test Timer

PosiTector BHI dilengkapi test timer pada layar. Pengguna dapat mengatur waktu pengujian sesuai kebutuhan. Timer akan otomatis mulai menghitung mundur setelah indentor ditekan dengan kuat dan benar pada permukaan material.

Continuous Readings

Mode Continuous Reading memungkinkan alat menampilkan nilai kekerasan secara terus-menerus. Fitur ini berguna ketika test timer tidak diperlukan atau saat melakukan verifikasi kalibrasi.

Statistics Mode

Mode statistik menampilkan informasi seperti rata-rata, standar deviasi, nilai minimum, dan maksimum secara terus-menerus selama pengukuran. Data dan statistik tersebut dapat disimpan ke memori untuk analisis serta pembuatan laporan.

HiLo Alarm

Fitur HiLo Alarm memberikan peringatan visual dan suara ketika hasil pengukuran berada di luar batas minimum atau maksimum yang telah ditentukan pengguna. Fitur ini sangat berguna untuk pemeriksaan pass/fail dalam proses QC.

Auto Sub-Batch

Pada PosiTector BHI Advanced, fitur Auto Sub-Batch secara otomatis membuat sub-batch baru setelah jumlah pembacaan yang diperlukan telah tersimpan. Fitur ini membantu mengorganisasi data ketika melakukan pengujian pada banyak bagian atau kelompok material.


Standar Pengujian Kekerasan Barcol

Beberapa standar yang digunakan untuk menentukan kekerasan Barcol material antara lain ASTM B648 dan ASTM D2583.

ASTM B648 – Kekerasan Indentasi Paduan Aluminium

ASTM B648, Standard Test Method for Indentation Hardness of Aluminum Alloys by Means of a Barcol Impressor, menjelaskan metode untuk menentukan kekerasan indentasi pada paduan aluminium menggunakan Barcol Impressor.

Menurut standar tersebut, indentor terdiri dari kerucut terpancung dari baja yang dikeraskan dengan sudut 26° dan ujung datar berdiameter 0,157 mm (0,0062 inci).

Prosedur ASTM B648 dengan PosiTector BHI

  1. Letakkan benda uji pada permukaan yang keras, rata, dan stabil agar benda tidak melengkung atau mengalami deformasi selama pengujian.
  2. Pegang Barcol Impressor dengan kuat dan posisikan kaki alat serta point sleeve pada permukaan yang akan diuji. Gunakan test stand jika diperlukan untuk menjaga indentor tetap tegak lurus terhadap benda uji.
  3. Berikan tekanan dengan cepat dan cukup untuk memastikan kontak yang kuat antara alat dan benda uji. Hindari menggeser atau menggoreskan probe karena dapat menyebabkan hasil yang tidak akurat dan berpotensi merusak ujung indentor.
  4. Hasil pengukuran akan ditampilkan dan dapat disimpan secara otomatis ke memori PosiTector BHI.

ASTM D2583 – Kekerasan Indentasi Plastik Kaku

ASTM D2583, Standard Test Method for Indentation Hardness of Rigid Plastics by Means of a Barcol Impressor, digunakan untuk menentukan kekerasan indentasi pada plastik kaku, baik yang diperkuat maupun tidak diperkuat.

Metode ini menggunakan kedalaman penetrasi indentor sebagai ukuran relatif kekerasan material. Semakin kecil penetrasi, semakin tinggi kekerasan material.

Prosedur ASTM D2583

  1. Letakkan benda uji pada permukaan yang keras dan rata agar tidak melengkung atau mengalami deformasi. Permukaan yang lunak dapat menghasilkan nilai kekerasan yang lebih rendah dari kondisi sebenarnya.
  2. Pegang Barcol Impressor dengan kuat dan posisikan kaki alat serta point sleeve pada permukaan yang diuji. Gunakan test stand jika diperlukan agar indentor tetap tegak lurus terhadap permukaan.
  3. Berikan tekanan ke bawah dengan cepat dan cukup untuk memastikan kontak yang kuat dengan benda uji.
  4. Hindari menggeser atau menggoreskan probe karena dapat menghasilkan pembacaan yang salah dan berpotensi merusak ujung indentor.
  5. Hasil pengukuran akan ditampilkan dan dapat disimpan ke memori PosiTector BHI untuk dokumentasi dan analisis selanjutnya.

Rekomendasi alat untuk mengevaluasi material: PosiTector BHI

Alat pengukur kekerasan Barcol (Barcol Hardness Impressor) PosiTector BHI. Perangkat genggam elektronik presisi tinggi untuk mengukur kekerasan logam lunak (seperti aluminium, tembaga, kuningan) serta material keras seperti plastik dan fiber-reinforced plastic (FRP).

Kesimpulan

Pengujian Barcol Hardness merupakan metode yang praktis untuk mengevaluasi kekerasan aluminium, paduan aluminium, plastik kaku, komposit, tembaga, dan kuningan. Selain untuk memastikan material memenuhi spesifikasi kekerasan, pengujian ini juga dapat digunakan untuk memantau tingkat curing dan cross-linking pada material komposit tertentu.

PosiTector BHI Barcol Hardness Impressor menawarkan pengukuran digital yang mudah dibaca, test timer, memori internal, statistik, HiLo Alarm, serta berbagai solusi PosiSoft untuk pengelolaan dan pelaporan data. Dengan mengikuti prosedur dan standar seperti ASTM B648 untuk paduan aluminium dan ASTM D2583 untuk plastik kaku, hasil pengujian dapat digunakan secara lebih konsisten untuk mendukung Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC).

Secara keseluruhan, PosiTector BHI menjadi solusi portabel dan efisien untuk melakukan pengujian kekerasan Barcol secara cepat, akurat, dan terdokumentasi.

No Telp / WhatsApp : 0812 1248 2471
Email : rusditeknikindo@gmail.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja