Concrete Moisture Meter non-destruktif atau electronic impedance meter mengukur kadar air beton berdasarkan prinsip impedansi listrik. Medan listrik AC dialirkan dari sensor pemancar melalui beton dan diterima oleh elektroda penerima. Nilai impedansi kemudian digunakan untuk memperkirakan kadar kelembapan beton berdasarkan standar material dengan tingkat kelembapan yang telah diketahui.
Metode ini memberikan hasil secara cepat tanpa perlu mengebor beton. Namun, pembacaan dapat dipengaruhi oleh komposisi beton atau keberadaan rebar yang terlalu dekat dengan permukaan. Pengukuran umumnya mewakili kelembapan pada bagian permukaan beton hingga sekitar ¾ inci. Karena itu, alat ini sangat berguna untuk membandingkan kondisi berbagai area dan menemukan bagian slab dengan kelembapan relatif lebih tinggi, serta dapat digunakan bersama in-situ RH probe seperti PosiTector CMM IS.
Cara Mengukur Kadar Air Beton dengan PosiTest CMM
PosiTest CMM merupakan alat ukur kadar air beton non-destruktif berbasis impedansi yang dirancang untuk pemeriksaan slab beton secara cepat. Dengan antarmuka sederhana empat tombol, beberapa mode pengukuran, dan tiga skala pengukuran, proses pengujian dapat dilakukan dengan mudah:
- Nyalakan PosiTest CMM.
- Pilih skala pengukuran yang sesuai:
- Concrete: 0–6%
- Carbide Measurement Equivalent: 0–4%
- Relative: 0–100%

3. Pilih Mode Pengukuran
PosiTest CMM menyediakan tiga mode pengukuran untuk memudahkan pemeriksaan kadar air beton:
- Continuous Measurement Mode – mode standar yang terus memperbarui tampilan dengan nilai pengukuran saat ini.
- Hold Max Mode – menampilkan dan mempertahankan nilai maksimum hingga tombol Memory ditekan untuk menyimpan hasil atau tombol Power ditekan untuk membatalkannya.
- Hold Max and Save Mode – menunggu hasil pengukuran stabil, kemudian secara otomatis menyimpan nilai ke memori dan mengatur ulang tampilan tanpa perlu menekan tombol.*
*Mode Hold Max and Save ideal digunakan bersama Telescopic Extender Accessory, sehingga pengukuran kadar air pada area beton yang luas dapat dilakukan dengan lebih nyaman tanpa harus membungkuk atau berlutut.
4. Verifikasi Pengoperasian
Gunakan Check Standard yang disertakan untuk memastikan alat berfungsi dan memberikan pembacaan yang akurat. Letakkan Check Standard pada permukaan datar dan non-konduktif, kemudian tekan PosiTest CMM dengan kuat hingga pin sensor tertekan. Jika nilai yang ditampilkan berada dalam rentang yang tercantum pada Check Standard, instrumen dinyatakan berfungsi dengan baik.

5. Ensure the surface being measured, as well as the pins on the PosiTest CMM are free of dirt, dust, and other contaminants. The PosiTest CMM Concrete Moisture Meter’s pins must make direct contact with the concrete surface to take an accurate reading.
6. Place the moisture meter onto the concrete surface and press down to fully compress the sensor pins. The sensor pins are designed to measure accurately on smooth, rough, or uneven concrete surfaces. The moisture measurement reading will display until the gage is lifted from the concrete surface, depending on the Measurement Mode selected.

Cara Menguji Kadar Air Slab Beton Sesuai ASTM F2659
ASTM F2659 memberikan panduan untuk melakukan evaluasi awal kondisi kelembapan relatif pada beton, gypsum cement, dan material lantai lainnya menggunakan non-destructive electronic moisture meter. Standar ini mencakup kondisi lingkungan dan persiapan yang perlu dilakukan sebelum pengukuran.
Persiapan Pengujian ASTM F2659
Sebelum melakukan pengukuran, perhatikan beberapa persyaratan berikut:
- Slab beton harus berada pada suhu operasional (service temperature) setidaknya 48 jam sebelum pengujian. Suhu dan kelembapan udara di atas slab juga harus sesuai dengan kondisi penggunaan normal. Jika kondisi tersebut tidak memungkinkan, pengujian dilakukan pada 24 ± 5°C dengan RH 50 ± 10%.
- Area pengujian harus bebas dari cairan, kotoran, coating, flooring, adhesive, atau kontaminan lainnya.
- Kondisi suhu dan kelembapan lingkungan dapat dipantau menggunakan PosiTector DPM Dew Point Meter.
Prosedur Pengujian dengan PosiTest CMM
Pastikan PosiTest CMM telah dinyalakan dan mode pengukuran yang sesuai telah dipilih.
1. Tentukan Lokasi Pengujian
ASTM F2659 merekomendasikan sedikitnya 8 titik pengujian untuk 1.000 ft² (±93 m²) pertama dan 5 titik tambahan untuk setiap 1.000 ft² berikutnya.
Pilih lokasi yang tersebar di seluruh permukaan slab agar kondisi kelembapan dapat diketahui secara representatif. Berikan perhatian khusus pada area yang dicurigai memiliki kadar air lebih tinggi, terutama area yang terlindung dari sinar matahari atau sumber panas. Pengujian sebaiknya mencakup bagian tengah slab serta area di dekat setiap dinding eksterior.

2. Pengukuran
A. Sesuai dengan ASTM F2659, catat kelembapan relatif (RH), suhu udara, dan dew point pada area di atas setiap lokasi pengujian.
Selain itu, ukur dan catat suhu permukaan beton dalam jarak maksimal 8 inci (200 mm) dari setiap titik pengujian. PosiTector DPM Dew Point Meter dapat digunakan untuk mengukur parameter lingkungan tersebut secara akurat dan andal.
B. Pada setiap lokasi pengujian, gunakan concrete moisture meter untuk melakukan 3–5 pengukuran dalam area sekitar 1 ft² (929 cm²). Catat nilai pembacaan maksimum dari setiap lokasi sebagai hasil pengujian.
Gunakan mode Hold Max atau Hold Max and Save pada PosiTest CMM untuk mempercepat proses pengukuran dan memudahkan pencatatan hasil secara konsisten.

Catatan: Klorida, karbonat, tulangan (rebar), dan material lain dapat memengaruhi akurasi pembacaan concrete moisture meter. Oleh karena itu, keberadaan material tersebut perlu diperhatikan selama pengujian. Untuk hasil yang lebih akurat dalam menentukan kondisi kelembapan slab beton, alat non-destruktif sebaiknya digunakan bersama in-situ RH probe, seperti PosiTector CMM IS.
*Mode Hold Max atau Hold Max and Save dapat digunakan bersama telescopic extender accessory agar pengukuran lebih cepat dan nyaman tanpa perlu membungkuk atau berlutut.
3. Pelaporan Hasil
Setelah pengujian selesai, data yang tersimpan dapat diunduh melalui USB menggunakan kabel yang disertakan. Dengan PosiSoft Desktop, pengguna dapat melihat, mengelola, dan mencetak hasil pengukuran dalam bentuk laporan PDF profesional.
Sesuai ASTM F2659, laporan pengujian harus mencakup:
- Lokasi setiap area pengujian pada slab beton
- Nilai kadar air tertinggi pada setiap lokasi pengujian
- Relative Humidity (RH), suhu udara, dan dew point pada setiap lokasi
- Informasi tambahan mengenai lokasi, identitas inspector, serta catatan atau kondisi khusus yang ditemukan selama pengujian
Untuk persyaratan pelaporan secara lengkap, selalu mengacu pada ASTM F2659 yang berlaku.

Rekomendasi alat pengukuran kadar kelembapan beton: PosiTest CMM

PosiTest CMM adalah pengukur kelembapan beton (concrete moisture meter) digital non-destruktif yang dirancang untuk mengevaluasi kondisi kelembapan pada lantai atau pelat beton dengan cepat tanpa perlu melakukan pengeboran (non-destructive impedance meter), sesuai dengan standar internasional ASTM F2659.
Kesimpulan
Pengukuran kadar kelembapan beton merupakan langkah penting sebelum pemasangan coating, lantai, adhesive, atau material pelapis lainnya. Kelembapan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan masalah seperti kegagalan adhesi, blistering, dan kerusakan pada sistem pelapisan.
PosiTest CMM Concrete Moisture Meter menyediakan metode pengukuran kelembapan beton secara non-destruktif, cepat, dan praktis. Dengan beberapa pilihan skala pengukuran, mode Hold Max dan Hold Max and Save, serta kemampuan menyimpan dan membuat laporan hasil pengujian melalui PosiSoft Desktop, proses inspeksi menjadi lebih efisien.
Dengan mengikuti prosedur ASTM F2659, pengujian dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi kelembapan relatif pada berbagai area slab beton dan membantu mengidentifikasi lokasi dengan kadar kelembapan yang lebih tinggi. Untuk hasil evaluasi yang lebih komprehensif, pengukuran dengan moisture meter non-destruktif dapat dilengkapi dengan pengujian in-situ RH.

