Broadband Seismograph
Broadband Seismograph adalah seismograf yang mampu mendeteksi rentang frekuensi getaran yang sangat luas, mulai dari frekuensi sangat rendah hingga frekuensi tinggi. Kemampuan ini ditentukan oleh desain sensor yang digunakan. Beberapa sensor dirancang untuk mendeteksi frekuensi tinggi, tetapi kurang sensitif terhadap getaran berfrekuensi rendah. Sebaliknya, ada sensor yang sangat peka terhadap frekuensi rendah namun kurang mampu merekam frekuensi tinggi. Oleh karena itu, pemilihan sensor yang tepat sangat penting agar hasil pengukuran sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
Dalam pemantauan gempa bumi, seismometer periode pendek (short-period) umumnya memiliki respons linear pada frekuensi 2 Hz ke atas dan mampu merekam hingga lebih dari 1.000 Hz, namun kurang akurat untuk getaran berperiode panjang. Seismometer periode menengah (medium-period) mampu merekam getaran hingga periode 60 detik (0,016 Hz) dengan respons linear, tetapi mulai kehilangan linearitas pada kisaran 100–200 Hz.
Sementara itu, sensor periode panjang (long-period) memiliki respons linear pada rentang 120–360 detik hingga 50–100 Hz. Sensor jenis inilah yang umumnya disebut sebagai sensor broadband, karena mampu merekam spektrum frekuensi yang dibutuhkan untuk mendeteksi gempa lokal maupun gempa global. Agar menghasilkan data yang akurat, sensor broadband harus memiliki tingkat self-noise yang rendah. Karena sensitivitasnya yang tinggi, sensor ini biasanya memerlukan penanganan yang lebih hati-hati dan kurang cocok untuk aplikasi portabel. Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap sensor berharga sangat murah yang mengklaim mampu mendeteksi periode hingga 360 detik, karena tingkat self-noise yang tinggi dapat mengurangi kualitas data dan membatasi penggunaannya untuk kebutuhan penelitian.
Untuk mendukung berbagai jenis sensor tersebut, Gecko Seismic Data Logger kompatibel dengan hampir semua sensor seismik yang tersedia di pasaran. Perangkat ini memudahkan proses perekaman, penyimpanan, dan streaming data seismik dengan performa tinggi. Gecko tersedia dalam beberapa pilihan, mulai dari Gecko Compact yang ekonomis, Gecko Rugged yang tahan air, hingga model dengan sensor terintegrasi, baterai cadangan, dan sistem komunikasi untuk kebutuhan pemantauan gempa bumi, penelitian seismik, serta Structural Health Monitoring (SHM).
Spesifikasi Broadband Seismograph
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Nama Produk | Broadband Seismograph |
| Jenis Sistem | Sistem seismograf broadband dengan Gecko Seismic Data Logger |
| Data Logger | Gecko Seismic Data Logger |
| ADC (Analog-to-Digital Converter) | 32-bit Low-Noise ADC |
| Sampling Rate | 50–4000 Hz |
| Kompatibilitas Sensor | Mendukung berbagai sensor seismik dari berbagai merek |
| Jenis Sensor yang Didukung | Short-period, Medium-period, Long-period (Broadband), Geophone, dan Accelerometer |
| Rentang Sensor Broadband | Periode 120–360 detik hingga frekuensi 50–100 Hz (tergantung sensor) |
| Penyimpanan Data | Perekaman data kontinu (continuous recording) |
| Komunikasi Data | Mendukung perekaman dan streaming data (bergantung pada model Gecko) |
| Pilihan Model | Gecko Compact, Gecko Rugged (tahan air), dan model dengan sensor, baterai cadangan, serta sistem komunikasi terintegrasi |
| Aplikasi | Pemantauan gempa bumi, penelitian seismik, monitoring aktivitas seismik, Structural Health Monitoring (SHM), geofisika, dan pemantauan infrastruktur |
Kesimpulan
Broadband Seismograph merupakan solusi pemantauan aktivitas seismik yang mampu merekam getaran pada rentang frekuensi yang sangat luas, sehingga ideal untuk mendeteksi gempa lokal maupun gempa global. Dipadukan dengan Gecko Seismic Data Logger berteknologi ADC 32-bit low-noise, sistem ini memberikan perekaman data yang akurat, kontinu, dan kompatibel dengan berbagai jenis sensor seismik dari berbagai produsen.
Dengan pilihan model Gecko Compact, Gecko Rugged, serta varian yang dilengkapi sensor terintegrasi, baterai cadangan, dan sistem komunikasi, Broadband Seismograph menjadi solusi yang fleksibel untuk pemantauan gempa bumi, penelitian geofisika, monitoring aktivitas seismik, serta Structural Health Monitoring (SHM) pada berbagai proyek infrastruktur dan lingkungan.









